
Malam menjelang.....
Kedua Orang tua Hanum dan Handi sudah kembali ke rumah sore tadi, Hanum memilih kembali ke kamarnya untuk istirahat karena besok dia jadwal kuliah pagi.
Hanum terus memikirkan kejadian siang tadi yang terasa begitu dekat dengan Reno, bahkan semua pembicaraan mengalir begitu saja.
''Jangan terlalu berharap Hanum, nantinya malah kamu yang patah hati. ''
gumam Hanum dalam hatinya sambil memejamkan matanya.
Lelah dengan pemikirannya akhirnya Hanum tertidur pulas menuju mimpi yang kemungkinan mimpi bahagia malam ini.
Di kediaman Reno saat ini.....
Reno merasa aneh karena dia tidak merasakan patah hati saat memutuskan hubungannya dengan Dinda, padahal dulu Reno selalu memohon agar Dinda tidak memutuskannya.
Dulu Dinda wanita yang manis dan sangat lugu, namun setelah mendapat pekerjaan Dinda berubah dalam waktu satu bulan, Dinda malah semakin agresif kepada Reno namun Reno selalu menolak dan menghindar saat Dinda menawarkan tubuhnya dengan sengaja.
Reno tidak masalah dengan perubahan Dinda karena bagi Reno, Dinda adalah wanita idaman dengan segala keluguannya, bahkan kuliah Dinda pun Reno yang membiayai tanpa sepengetahuan Mamanya.
''Kamu memang berubah Dinn dan aku gak mengenali kamu yang sekarang, bahkan kamu berani mengajak ribut Mama di depan banyak orang, aku gak menyangka kamu jadi wanita bookingan dan miris sekali karena selama ini aku terlalu bodoh tidak mempercayai ucapan orang lain termasuk Mama aku sendiri. ''
gumam Reno dalam hatinya sambil mengumpulkan barang barang bahkan foto yang berhubungan dengan Dinda.
Reno memasukan semua dalam kaleng pembakaran sampah dan Reno langsung membakar semua nya tanpa tersisa.
''Selamat tinggal Dinda semoga kamu bahagia dengan kehidupan baru kamu yang sekarang. ''
ucap Reno saat mulai membakar barang barangnya.
Reno bahkan menunggu sampai api benar benar padam dan membakar semua barang barang nya sampai habis menjadi abu.
Reno menutup kaleng pembakarannya setelah memastikan api padam, Reno langsung kembali ke kamarnya untuk istirahat karena besok dia akan memulai bekerja di perusahaan Papanya.
Reno membuka tirai jendela nya karena melihat kamar Hanum terbuka bahkan gordennya bergerak gerak, Reno merasa aneh dengan karakter Hanum dan susah untuk di tebaknya.
''Anak itu kenapa gak bisa terbaca sih karakternya?? Sungguh luar biasa. ''
gumam Reno dalam hatinya sambil menutup jendela kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjangnya.
Reno yang lelah hati dan pikirannya pun langsung terlelap menuju mimpi bahkan panggilan handphone nya pun tidak terdengar oleh nya.
Pagi menjelang.......
Hanum saat ini sedang sarapan dengan keluarganya karena pagi ini Hanum masuk kuliah pukul delapan pagi, waktu yang benar benar membuat Hanum ekstra melakukan semuanya karena takut terlambat.
__ADS_1
''Bunda, Ayah.....Hanum berangkat yaa. ''
pamit Hanum saat makanannya sudah habis dan mencium tangan kedua orang tuanya.
Hanum langsung keluar dari rumah dan menuju mobilnya, Hanum mengerutkan keningnya saat melihat Reno berjalan menghampirinya.
Hanum langsung masuk kedalam mobilnya namun naas Reno berhasil membuka pintu mobilnya Hanum dan membuat Hanum kelabakan.
''Kak Reno awas ihh aku nanti telat, masuk jam delapan soalnya. ''
protes Hanum saat Reno membuka pintu mobilnya.
''Kakak panggil kamu loh tapi kamu malah buru buru masuk ke dalam mobil. ''
ucap Reno dan Hanum menghela nafasnya.
''Pliis nanti saja debatnya, aku beneran kesiangan Kak dan Dosennya killer lagi. ''
pinta Hanum dan Reno langsung mengangguk lalu menutup pintu mobil Hanum.
Hanum langsung melajukan mobilnya menuju kampus karena takut kesiangan, hari senin pasti jalanan penuh dan macet dan dia gak mau terlambat.
Perjalanan dua puluh menit akhirnya Hanum tiba di kampus dan langsung memarkirkan mobilnya, Hanum langsung menuju kelasnya sebelum terlambat.
''Sedikit lagi kamu telat Hanum, tumben sekali. Ada masalah?? ''
ucap Maya dan Hanum menggelengkan kepalanya.
Dosen masuk kedalam kelas dan memulai pelajarannya, Hanum fokus dengan pelajaran dan tidak memikirkan apapun.
Sembilan puluh menit kemudian pelajaran selesai dan Dosen hanya mengirimkan tugasnya pada email yang di kirim ke emailnya, membuat semua menjadi pusing karena soalnya begitu sulit dan wajib di kerjakan terus di print out jawaban beserta soalnya.
''Dosen itu sangat beribet gak sih, tinggal kasih selebaran beres dan ini harus membuka email lalu mengerjakannya terus print out. Alamat geger otak lama lama. ''
dumel Maya dan membuat kedua sahabatnya tertawa karena ekspresi maya lucu.
''Sudah jangan protes, kamu mau makan apa?? Aku belikan ke kantin. ''
ucap Siska dan Maya langsung terdiam memikirkannya.
''Kamu kebanyakan mikir keburu masuk Dosen selanjutnya. ''
protes Hanum dan Maya menggelengkan kepalanya.
''Kalian cerewet, apa saja lah yang penting jangan racun yaa. ''
__ADS_1
ucap Maya dan Siska memanyunkan bibirnya.
''Dari tadi jawaban mikir ternyata hasilnya apa saja, bagus sekali anda nyonya. ''
ucap siska dan Hanum langsung menarik Siska sebelum berdebat kembali.
Hanum dan Siska berjalan beriringan menuju kantin, Maya menunggu di kelas karena kakinya masih sakit kalau di pakai jalan jarak yang jauh.
Tiba di kantin Hanum memesan makanan untuk bertiga sedangkan Siska membeli minuman nya, Hanum memilih makanan yang ringan agar tidak mengantuk saat jam pelajaran selanjutnya, karena hari ini ada tiga mata kuliah.
Setelah selesai dari kantin Hanum dan Siska langsung ke kelasnya karena Maya sudah menunggu.
''Semalam Mama nelphone, kalau Riska sudah bebas dan di jamin sama adiknya Mama, sekarang Riska tinggal di rumah Oma karena Papa gak ngijinin Riska untuk pulang. ''
ucap Siska dan Hanum langsung menatap wajah sedih Siska.
''Mau ke rumah Oma kamu?? Aku yang antarkan kalau kamu mau. ''
ucap Hanum dan Siska langsung terdiam.
''Papa gak akan kasih ijin nya Hanum, kecuali kamu mau bantu aku buat mendapatkan ijin Papa. ''
ucap Siska dan Hanum terdiam.
''Lebih baik jujur ke Papa kamu deh, kalau bohong nantinya dia akan marah, masa sih seorang Ayah akan melarang anaknya untuk bertemu saudaranya, kan gak akan mungkin. ''
ucap Hanum dan Siska menggelengkan kepalanya.
''Kamu yang bilang nya karena aku gak berani Hanum, mau yaa plisss??? ''
pinta Siska dan Hanum menyetujuinya.
''Jangan hari ini yaa, karena kita sampai sore pelajarannya besok hanya satu, jam sembilan dan kita bisa pergi besok. ''
''Kamu jemput ke rumah yaa pagi pagi, langsung bilang ke Papa dan nanti pulangnya antarkan aku lagi. ''
''Hadeuuh......kamu ini membuat aku susah Siska, tapi yasudahlah demi sahabatku aku rela. ''
Tiba di kelas Hanum dan Siska langsung duduk di kursi masing masing dan memakan makanannya, Hanum seperti biasa menyiapkan makanan untuk Maya.
.
.
Bersambung......
__ADS_1