
Tubuh Anna menggeliat dengan perlahan saat samar-samar cahaya matahari mulai masuk ke dalam kamarnya, hal yang pertama kali Anna lakukan adalah mengulurkan tangan dan menggapai ponsel yang berada di atas nakas. "Tidak ada pesan?" lirih Anna pelan. Tidak seperti biasanya, Anna merasakan kehilangan dengan apa yang sering Daniel lakukan, Anna merasa ada yang kurang tak mendapatkan pesan dari pria itu sedari malam. Ada apa? Apa Daniel sudah mulai bosan
mengganggunya? Atau kini sudah ada wanita lain yang lebih menarik untuk dia dekati?
Jujur ini membuat Anna malu untuk mengungkapkannya, ia merindukan perhatian-perhatian kecil yang selalu dilakukan oleh Daniel, ungkapan perasaan William semalam bahkan tak berhasil membuat Anna mengalihkan perhatiannya dari Daniel. "Ayo Anna bangun dari mimpi mu! Kau bukan Cinderella yang akan bersanding dengan pangeran," gumam Anna sambil menepuk pelan pipinya agar tersadar dan kembali menjadi Anna yang seperti biasa.
__ADS_1
Kini William sudah berada di genggamannya, tapi mengapa semuanya terasa hambar? Hatinya seakan sudah terkunci akan gangguan kecil Daniel, namun otak Anna menentang keras, dia tidak ingin merasakan sakitnya patah hati dari sosok pria seperti Daniel, banyaknya wanita yang mengejar Daniel hanya akan membuat hidup Anna hancur, banyak orang yang tak akan menyukainya.
Mata Anna terbuka lebar, pandangannya tertuju pada langit-langit kamar berwarna putih. Anna menghembuskan nafasnya dengan panjang, memangnya jika saat itu Anna merespon setiap godaan kecil Daniel apa pria itu benar-benar memiliki perasaan untuknya? Bagaimana dengan perlakuan Daniel yang sempat dia lihat tengah menggoda kecil para crew make up? Bukankah sama saja dengan perlakukan Daniel pada dirinya?
Tapi Daniel pernah mencoba menyelamatkan mu Anna. Baiklah, kini otaknya seakan berperang dengan batinnya sendiri dan hal itu membuat Anna kembali menghembuskan nafas kecewa.
__ADS_1
Dengan penuh semangat dan harap Anna melihat pesan masuk yang ditunggu-tunggunya. [Selamat pagi, mau aku jemput?]
Oh ayolah kembalikan Anna yang dulu, Anna yang mencintai William dan akan merasakan banyak bunga bermekaran jika mendapatkan perhatian kecil dari William. Ini yang Anna impikan bertahun-tahun bukan? lantas mengapa rasanya sangat biasa saja? tak ada lagi percikan semangat yang biasa dia rasakan untuk William. Apakah dia masih mencintai William? ya tentu saja, mungkin saat ini Anna hanya sedikit terkecoh pada Daniel bukan? tapi mengapa semalam Anna menjawab perasaan William dengan ragu dan meminta William untuk sedikit memberi waktu Anna untuk mempersiapkan jawaban untuk hubungan mereka kedepannya.
[Selamat pagi William. Tidak perlu, aku akan menjemput Emily pagi ini, mobilnya masih berada di bengkel.]
__ADS_1
Anna kembali menyimpan ponselnya di atas nakas dan menarik ujung selimut sampai ke bahu, ia menarik nafasnya panjang dan mencoba untuk kembali tidur untuk menenangkan pikirannya, masih ada waktu 1 jam untuknya kembali tidur, kali-kali ia datang di waktu yang sedikit mendekati jam masuk tidak masalah bukan? semalaman dia tidak bisa tidur, terusik dengan pikirannya sendiri. Setiap kali ia memejamkan mata, otaknya seakan menentang dan menyuruh Anna untuk melihat ponsel, menantikan pesan masuk atau bahkan lebih gilanya lagi otaknya seakan menyuruh Anna mengirim pesan terlebih dahulu untuk memastikan ponsel Daniel aktif. Gila, ini benar-benar gila dan sudah di luar batas, baru saja malam tadi dan pagi ini Daniel tidak mengirimkannya pesan, tapi perasaan Anna sudah sekacau ini.