The Bad Boy

The Bad Boy
Bab 35


__ADS_3

Jam makan siang sudah tiba, Anna merentangkan kedua tangannya ke arah depan, pekerjaan yang menumpuk membuat Anna ingin cepat-cepat mengisi perutnya dengan pasta, oh bahkan aroma pasta kini seakan tercium dengan jelas dihadapannya. "Emily, kau ingin ikut makan bersama ku dan William?" Tawar Anna saat melihat Emily yang berjalan melewati mejanya.


Langkah Emily terhenti dan ia tampak menggelengkan kepalanya. "Untuk kali ini aku tidak ingin menjadi obat nyamuk kalian lagi," jawabnya datar lalu baru beberapa detik raut wajah itu berubah dan tampak menemukan semangatnya. "Oh ya, apakah Daniel menjawab pesan yang kau kirimkan? Biasanya aku mendekati para calon adik ipar ku dengan bujukan seperti itu dan berhasil."


Anna menghembuskan nafasnya dengan keras, dia menggelengkan kepalanya. "Tidak ada jawaban apapun. Sudah aku katakan dia tidak akan pernah membalas pesan ku Emily, William saja yang sudah jelas kakaknya tidak dibalas, apalagi aku. Lagi pula, caramu itu hanya akan berhasil pada anak kecil yang menginginkan mainan, tidak akan berhasil pada Daniel."


Seketika Emily kembali cemberut, dia memajukan bibirnya dan memeluk tumpukan kertas yang tadi dia bawa. "Mengapa dia sekarang menjadi sangat dingin ya? Sejak pemotretan jika aku senyum dia akan membalas senyumanku dan terkadang menyapa terlebih dahulu walaupun dia tidak tahu namaku." Emily terlihat menghembuskan nafasnya pelan lalu berdecak. "Sudahlah, Aku sedang tidak ingin galau hari ini, aku sedang jatuh cinta pada seseorang," kekeh Emily.

__ADS_1


"Jangan bilang kau mencintai sekertaris dingin itu," ejek Anna yang sebenarnya sudah tahu dari gelagat Emily yang seperti itu.


"Tidak, tidak, tidak, Aku sedang tidak ingin menceritakan apapun sekarang, jika hubunganku berlanjut dengan dia baru akan aku ceritakan semuanya."


ketika Emily sudah pergi dan Anna baru saja selesai merapikan meja kerjanya, sebuah pesan masuk membuat Anna langsung menoleh ke arah ponsel yang ia simpan di atas meja. Seketika itu juga bola mata Anna langsung membulat sempurna. [Baiklah, jangan sampai mengingkari hadiah yang sudah kau janjikan.]


"Hai, ingin makan siang sekarang?" suara William yang tiba-tiba terdengar membuat Anna langsung menoleh dengan cepat dan melihat wajah pria itu yang tadi pagi tampak tak bersemangat kini tersenyum dengan ceria.

__ADS_1


Dengan cepat Anna mematikan ponsel dan memasukkannya ke dalam tas kecil miliknya. "Boleh, kita berangkat sekarang," jawab Anna dengan cepat, entah mengapa Anna merasa sudah mempermainkan William hanya dengan mengirimkan chat seperti itu kepada Daniel.


Saat keduanya sudah memasuki lift, William terlihat menoleh kearahnya dari pantulan kaca yang mengelilingi lift. "Daniel akan datang di acara ulang tahun perusahaan, Aku tahu semua ini berkatmu yang pintar membujuknya, aku sangat berterima kasih sayang, sekarang tugasku hanya membujuk Veronica dan semuanya akan berjalan dengan sesuai rencana awal," ucap William.


Anna dengan terpaksa membalas senyuman William, dia sedikit bimbang haruskah dia menceritakan tentang ide pesan yang dibuat oleh Emily atau harus ia selesaikan sendiri? "Aku sudah mengatakan akan membantu mu bagaimanapun caranya, syukurlah jika Daniel akan datang. Tapi,,,"


Ponsel William berdering cukup kencang dan membuat Anna langsung menghentikan ucapannya. "Oh, sebentar, manajer Veronica sepertinya akan memberikan kabar yang baik," ucap William dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2