The Bad Boy

The Bad Boy
Bab 24


__ADS_3

Anna mengetuk pelan pintu ruangan William dan sedikit mengintip pria yang tengah fokus pada layar laptop, biasanya hal ini membuat Anna berbunga dan berdebar namun kali ini rasanya seperti tak ada rasa apapun. "Oh, Anna, ayo masuk," ucap William dengan senyum yang lebar dan membuat lamunan Anna langsung buyar seketika. Anna mengangguk pelan dan masuk ke dalam ruangan William dengan cepat.


Hal pertama yang Anna lakukan adalah langsung mengulurkan berkas yang ada di tangannya, dia menyimpan dengan perlahan di atas meja kerja William. "Emily mengatakan kau membutuhkan berkas ini dengan segera, maaf untuk hari ini aku sedikit terlambat."


William tertawa kecil melihat ekspresi Anna yang sedikit panik, pria itu tampak menggelengkan kepalanya pelan. "Santai saja Anna, aku ingin memberikan mu sesuatu." William sedikit menunduk dan mengambil sesuatu dari lemari kecil yang ada di meja kerjanya lalu tak lama kemudian sebuah tas makanan berwarna biru cerah di simpan William di atas meja. "Untukmu," ucap William kemudian.


Anna mengerjapkan matanya beberapa kali, dia menatap William tak percaya, dengan apa yang sudah dia lakukan pada saat pernyataan cinta William, pria itu malah tetap memperlakukannya dengan sangat baik. "A-apa ini?" tanya Anna gugup, sudah jelas-jelas dia tahu jika tas itu berisikan kotak makanan.

__ADS_1


"Sarapan untukmu, aku tahu kau selalu melewatkan sarapan mu jika sedang terburu-buru," kekeh William pelan.


Oh ya tuhan, bagaimana bisa Anna harus meragukan pria seperti William, bagaimana bisa perasaannya yang begitu besar hilang begitu saja untuk pria sesempurna William? "Ta—tapi ini tidak perlu William, ini terlalu merepotkan untukmu," tolak Anna secara halus.


"Ini tidak merepotkan sama sekali Anna, aku senang melakukan ini, lagi pula ini adalah sogokan kecil untukmu agar menerimaku." Blush, wajah Anna langsung bersemu merah seketika, tidak mungkin Anna bisa sampai hati mematahkan hati pria itu.


***

__ADS_1


Sambil mengangkat bahunya pelan Daniel menggelengkan kepalanya. "Tidak tahu, hanya saja aku merasa hari ini tidak ada yang special, membosankan," jawab Daniel acuh.


"Oh ayolah semangat Daniel, hari ini proses shooting iklan kita, apa shooting bersamaku se membosankan itu?" raut wajah cantik Veronica terlihat cemberut dan hal itu justru membuat siapapun merasa gemas melihatnya, namun bagi Daniel hal itu terasa hambar, dia seakan tidak tertarik dengan wanita cantik dan perasaannya tetap diselimuti kegalauan.


Daniel memaksakan senyumnya terukir. "Jujur, shooting bersamamu adalah impianku, tapi hari ini aku benar-benar sedang tidak bersemangat Veronica, tapi tenang saja, aku akan tetap profesional."


Senyum Veronica kembali mengembang dengan lebar. "Bagus, ini adalah iklan untuk produk kakakmu, kau harus profesional." Veronica mendekatkan wajahnya dan sedikit berbisik. "William sangat baik ya, kemarin siang dia memberikan hadiah kalung untuk ku."

__ADS_1


Mata Daniel seketika membulat, dia menatap Veronica tak percaya. Bukankah William dan Anna baru saja meresmikan hubungan mereka? untuk apa William memberikan kalung kepada Veronica? bukankah tadi pagi William meminta ART mereka menyiapkan bekal sarapan untuk Anna? "Benarkah? Apa William langsung yang menemui mu untuk memberikan kalungnya?" tanya Daniel dengan cepat.


Veronica tampak tersenyum malu. "Tidak, dia mengirimkannya ke kantor, tapi ada nama pengirim yang jelas dalam kotak itu dan juga surat penyemangat di dalamnya," kekeh Veronica pelan lalu menepis halus rambut panjangnya dan menunjukkan sebuah kalung berwarna putih dengan liontin berbentuk angsa. "Lihat, bagus bukan?"


__ADS_2