
"Terima kasih untuk hari ini, Anna," ucap Daniel saat menghentikan mobilnya di basement apartment Anna.
"Aku pun berterima kasih untuk hari ini, Daniel, aku harap kau benar-benar berjanji tidak menyebarkan foto bersama kita hari ini," jawab Anna dengan nada memperingati.
Daniel tertawa kecil, dia menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Aku sudah berjanji, percaya saja padaku. Baiklah, mulai sekarang kita adalah calon adik dan kakak ipar." Daniel mengulurkan sebelah tangannya pada Anna, namun di dalam hatinya yang paling dalam ia sungguh berat mengatakan hal itu. Daniel hanya berharap rasa penasarannya pada Anna sudah berakhir sampai disini, ia pun tidak ingin menyakiti hati kakaknya sendiri.
Hal serupa pun dirasakan oleh Anna, ada sedikit rasa sesak mendengar ucapan yang keluar langsung dari mulut Daniel. Dengan perlahan Anna pun ikut mengulurkan tangannya dan menerima tangan Daniel sebagai tanda kesempatan. "Semoga harimu menyenangkan besok."
__ADS_1
***
Anna menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang sambil menghembuskan nafasnya pelan, dengan perlahan ia menyalakan ponsel yang ada di genggaman tangannya. "Aku yakin setidaknya ada 2 orang yang sedang mencari ku," gumam Anna yang ditunjukkan untuk Emily dan William.
Dan benar saja, tak lama setelah ponsel itu menyala beberapa notifikasi mulai bermunculan. "Ah, sekarang aku mulai merasa bersalah," ujar Anna sambil membalikkan tubuhnya ke samping, lebih tepatnya ke arah jendela kamar yang masih tertutup rapat.
Seketika perasaan Anna mulai berubah menjadi tak karuan, ada sesuatu yang mengatakan jika hel tersebut tidak akan baik untuknya. Setelah sedikit menenangkan dirinya, Anna mulai memberanikan diri membuka lampiran foto tersebut, mata Anna membelalak tak percaya dengan apa yang dia lihat. "Ini—"
__ADS_1
Sebuah foto yang terlihat dengan jelas menampilkan sosok William dalam sebuah club malam sedang bersama Veronica, hati Anna merasa sesak saat beberapa foto lainnya menunjukkan sikap William dan Veronica tampak begitu mesra, mereka saling berpelukan dan terlihat mereka berdua berjalan keluar dari club tersebut.
[Siapa ini?] Anna membalas email tersebut dengan tangan yang sedikit gemetar.
[Tidak perlu kau tahu siapa aku, aku hanya ingin memberitahu mu jika William tidak mencintaimu dengan tulus, jangan terlalu percaya diri bisa mendapatkan CEO dari perusahaan besar, berhenti bermimpi dan kembali lah ke tempat yang seharusnya kau duduki.]
[Kau pikir aku takut dengan ancaman mu? aku tidak akan percaya hanya dengan gambar seperti itu!] jujur, Anna sebenarnya tidak sekuat itu, hati dan perasaannya menjadi tak karuan. Apa ini karma yang ia terima karena sudah pergi bersama Daniel? apa hanya kali ini William pergi bersama Veronica seperti dirinya bersama Daniel? tapi Anna tidak sedekat itu bersama Daniel, tidak akan kontak fisik yang ia lakukan seperti William dan Veronica.
__ADS_1
Setelah menunggu cukup lama, tak ada balasan dari email itu, perasaan Anna menjadi semakin tak tenang, ia bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Haruskan Anna meminta penjelasan pada William secara langsung? Apakah ada hubungan lebih dari kedekatan William bersama Veronica?