The Bad Boy

The Bad Boy
Bab 3


__ADS_3

"Ayo kita duduk di sana," ucap William yang langsung membuat Anna seakan tersadar dari kesedihannya. Malam ini, dia tidak boleh patah hati, jika William masih belum membuka hatinya untuk Anna, setidaknya Anna harus menjaga Willian untuk tidak melirik wanita lain yang ada di sini, seperti apa yang dikatakan Emily tadi.


William berjalan terlebih dahulu, saat Anna bersiap untuk mengikuti William menuju meja mereka, Anna merasa Daniel sedang menatap ke arahnya. Dan benar saja, saat Anna menoleh dia melihat Daniel sedang tersenyum kecil dengan seperti khas para pria sedang menebarkan pesona. Aura nakal dari pria itu bisa Anna lihat dengan jelas dan hal itu membuat Anna langsung merasa harus menjaga jarak dengan pria itu. "Ayo," ucapnya dengan lembut seakan meminta Anna untuk berjalan terlebih dahulu mengikuti langkah William.


Karena perasaannya sudah tak menentu, tanpa menjawab ucapan Daniel ia pun mulai berjalan menuju meja bundar yang dilengkapi dengan sebuah tulisan nama William di sana. Anna duduk dengan sangat hati-hati, dia memastikan jika kain yang menjuntai dari meja bisa menutupi kaki jenjangnya. "Kau tahu siapa yang ada di sana?" tanya William sambil menunjuk seorang wanita cantik dengan gaun elegant. Seketika hati Anna menjadi sesak, dia tidak tahu siapa wanita itu tapi dia merasa jika William cukup tertarik padanya.


"Tidak, apa dia kekasih mu?" tanya Anna dengan hati-hati. Berharap jika William menjawab tidak.

__ADS_1


Terdengar suara tawa renyah dari samping kirinya. Di sana, Daniel tertawa seakan mengejek apa yang baru saja dikatakan oleh Anna adalah lelucon. "Ada apa?" tanya Anna bingung.


"Kau tidak tahu siapa dia? dia adalah model dengan bayaran tertinggi di tahun ini, tentu saja kakak ku tidak akan masuk dalam kriterianya."


Anna mengerutkan keningnya samar, dia cukup tidak suka dengan apa yang dikatakan Daniel, bagaimana bisa seorang adik mengejek kakaknya sendiri seperti itu? memangnya apa yang salah dari William? dia tampan, sopan dan kaya, cukup untuk masuk ke dalam kriteria pria sempurna. "Sudah, jangan dengarkan dia, Anna. Dia berkata seperti itu karena merasa iri padaku," jawab Willian dengan santai sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Dia adalah Veronica, namanya cukup ramai di sosial media. Lusa kita akan mengadakan rapat dengannya, dia akan menjadi model iklan untuk produk terbaru kita," jelas William.


"Tentu saja," jawab Daniel.

__ADS_1


Keduanya pun berpelukan ringan, lalu Veronica menoleh kearah William dan sedikit menunduk dengan sopan. "Kita bertemu lagi Tuan William," ucapnya dengan suara yang begitu benar-benar lembut.


Mereka pun sedikit berbincang tentang masalah iklan dan Anna untungnya bisa masuk ke dalam obrolan mereka, hingga suara MC yang terdengar akan memulai acara inti dari malam ini. Sebuah penyambutan owner untuk memotong tali yang ada di depan sana.


Dengan rasa semangat yang mulai menipis, Anna mencoba untuk tetap tersenyum dan menikmati acara yang sudah disiapkan dengan mewah ini. Saat mereka semua sudah berdiri dan mencicipi makanan dan minuman yang disediakan, nafas Anna sedikit tertahan karena Daniel tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada Anna. "Aku meramal kita akan bertemu kembali." Belum sadar dari rasa terkejutnya, dia mendengar Daniel yang mulai berpamitan pada beberapa orang yang ada di sana juga pada William. "Aku harus pulang awal, ada pekerjaan yang menunggu ku," kekeh Daniel pada Mr. Robert yang sepertinya menahan kepulangan Daniel yang terkesan terburu-buru padahal acara hiburan sebentar lagi akan dimulai.


Saat tubuh Daniel mulai menjauh, Anna menggelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Daniel. Apakah dia sedang mencoba untuk menggoda wanita yang setahun lebih tua darinya?

__ADS_1


__ADS_2