
Selesai menonton film Anna dan Daniel pun kembali masuk ke dalam mobil, Anna melepaskan jaket dan masker lalu mengenakan seat belt. "Aku pikir akan ada hal yang menyenangkan saat menonton tadi, seperti kau memegang tangan ku, kau menangis di bahuku," gumam Daniel yang terdengar begitu jelas di telinganya.
"Jangan berpikir terlalu jauh, aku ini adalah kekasih kakakmu, aku harap kau mengerti dan memahami kita akan menjadi keluarga cepat atau lambat."
"Ya ya ya, aku hanya bercanda Anna, aku harap setelah hari ini aku tidak memikirkan mu lagi dan bisa kembali fokus mengumpulkan wanita cantik untuk menjadi daftar mantan kekasih ku," balas Daniel sambil mengedipkan sebelah matanya.
Anna yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, semoga saja setelah hari ini ia pun bisa melupakan perasaan anehnya pada Daniel, ia bisa dekat dengan Daniel layaknya adik dan kakak ipar yang akur. "Terserah kau Daniel, yang terpenting hari ini sudah selesai, akhirnya aku tidak memiliki hutang apapun lagi pada mu," jawab Anna sambil menghembuskan nafasnya lega.
Jari telunjuk Daniel bergerak pelan seakan memberikan jawaban atas ucapan Anna yang salah. "Siapa yang mengatakan sudah selesai? ini belum malam Anna. Ada satu tempat lagi yang akan kita kunjungi dan bagian yang terakhir tentu saja makan malam, aku tidak biasa membiarkan seorang wanita kelaparan saat berpergian dengan ku."
__ADS_1
"Apa? Jangan seperti ini Daniel, aku belum mengaktifkan ponselku seharian ini, Emily dan William akan mencariku."
"Aku meminta seharian penuh Anna, apa kau lupa? kau boleh mengaktifkan ponselmu asal jangan mengabaikan ku dan membuatku terganggu, apa kau bisa?" tanya Daniel atau lebih tepatnya seperti sebuah tantangan.
Anna menarik nafasnya panjang, dia menoleh ke arah Daniel. "Baiklah, cepat selesaikan semua tujuan mu hari ini, sekarang kemana kita akan pergi?" tanya Anna pada akhirnya.
***
Kini Anna benar-benar menginjakkan kakinya di sebuah tempat yang cukup membuat kedua matanya berbinar, warna biru seakan memenuhi mata Anna sekarang. "Diam disitu, aku mendapatkan angle yang bagus," ucap Daniel dengan ponsel yang sedang mengarah pada Anna.
__ADS_1
"Kau mengambil gambarku lagi? astaga Daniel, kau sudah berjanji hanya di kebun binatang saja!" pekik Anna yang langsung berjalan ke arah Daniel dan berusaha mengambil ponsel pria itu, namun karena tubuh Daniel yang terlalu tinggi membuat Anna tampak seperti anak kecil yang tengah merengek.
"Lihat, pasangan itu sangat serasi, aku menjadi iri," ujar salah satu mengunjung yang rupanya sedang memberikan komentar pada dirinya dan Daniel.
Mendengar hal itu Anna dengan cepat menghentikan aksinya, ia tidak akan memperdulikan Daniel lagi, semuanya hanya jebakan Daniel yang pastinya ingin berdekatan dengannya, jangan sampai ia terpancing! "Kenapa? ayo ambil lagi ponselnya kita kau sampai," kekeh Daniel.
Anna berusaha sekuat mungkin tak menghiraukannya, ia berjalan untuk memulai menyusuri lorong yang penuh dengan ikan-ikan. "Wow," gumam Anna saat sebuah ikan besar melintas di kepalanya. "Astaga Daniel, kau!" desis Anna saat melihat Daniel yang kini sedang merekam mereka berdua.
"Tenang Anna, aku sudah berjanji tidak akan mempostingnya kemana pun," kekeh Daniel yang terus melanjutkan aksinya merekam kegiatan mereka selama disana. Hanya ada rasa senang dalam Anna untuk hari ini, semua beban pekerjaan seakan terangkat dan membuatnya bisa merasa lebih ringan.
__ADS_1