
Daniel keluar dari dalam ruangan, ia menatap sekeliling dan menemukan Anna yang masuk saja masuk ke dalam ruangan bersama Emily. "Daniel, ayo!" pekik Veronica sambil menarik tangan Daniel dengan begitu bersemangat.
"Kau duluan saja," gumam Daniel pelan sambil berjalan terpaksa karena tangannya ditarik oleh Veronica.
Sementara disana, Anna yang melihat kedekatan Daniel dan Veronica hanya bisa terdiam, dia menelan salivanya keras. Ayolah Anna, kembali ke dunia nyata mu, Daniel terlalu jauh untuk mu, hanya Veronica yang pantas bersanding dengannya. Deretan kalimat itu terus berulang kali Anna katakan pada dirinya, mencoba untuk melupakan perasaan yang baru saja ia sadari terhadap Daniel. "Hey! kau iri pada mereka kan? ayo terima saja William dan kau akan bisa bercanda gurau seperti mereka di kantor," kekeh Emily yang sedari tadi memperhatikan Anna.
Saat proses shooting iklan di mulai, semua orang sibuk pada pekerjaan mereka masing-masing namun kedua mata Anna sesekali bertabrakan dengan mata Daniel yang sepertinya ikut mencuri-curi pandang selama proses itu. Setelah 3 jam berlangsung, sebuah suara keras menghentikan kegiatan yang sedang berlangsung. "Ya! ini sangat bagus, aku suka! bukan begitu Miss?" tanya Austin yang langsung di angguki oleh semuanya.
"Ya, ini sempurna, ayo beristirahat sebentar," jawab Anna membuat semua orang langsung berpencar dan Anna pun melihat Daniel yang langsung mendapatkan minuman dari asistennya lengkap dengan Veronica yang menempel di samping pria itu.
__ADS_1
Tak berapa lama Anna menoleh saat mendengar suara sapaan seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan shooting. "Apa sudah selesai?" suara itu adalah suara yang Anna kenal, siapa lagi jika bukan William, ia kini berdiri di samping Anna sambil melihat keadaan sekitar.
"Mungkin sebentar lagi, kami sedang beristirahat sebentar," jawab Anna.
Senyum William mengembang pelan, dia mengangguk mengerti dengan apa yang diucapkan Anna. "Tapi aku tidak melihatmu istirahat, ingin makan siang bersamaku?" tawar William.
Mendapatkan perlakuan yang begitu baik selama ini dari William membuat Anna semakin tak enak jika nanti menolak pria itu, ada perasaan bersalah dan menyesal seperti yang dikatakan oleh Emily nantinya. "Boleh, kebetulan Emily juga mengajak ku untuk makan siang, bagaimana jika kita makan siang bersama?" tawar Anna yang langsung disetujui oleh William.
"Oh Hai Veronica, kerja yang bagus untuk hari ini, apa ada yang ingin kau sampaikan?" tanya William dengan begitu lembut, begitulah William, selalu bersikap baik kepada siapapun.
__ADS_1
"Ya, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk hadiahmu kemarin, aku sangat menyukainya."
Kening Anna mengerut samar, ia melihat sebuah kalung yang di tunjukkan Veronica lalu beralih pada wajah William yang tetap tersenyum lembut. "Aku senang mendengarnya, aku harap kita bisa menjadi relasi yang baik," sahut William.
Veronica terlihat begitu senang, ia menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Aku bisa menjamin itu, kalau begitu aku kembali beristirahat, jangan lupa makan siang William," ucap Veronica lalu berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Anna menoleh pada William dan dengan ragu bertanya, "Kau memberikannya kalung?"
"Ya, sebenarnya kemarin aku melihat-lihat kalung untukmu dan sekertaris ku mengusulkan untuk sekalian saja memberikan hadiah kecil untuk Veronica, bagaimana pun dia akan membawa keberhasilan besar untuk produk baru perusahaan," jawab William dengan tenang sedangkan mulut Anna hampir saja terbuka karena tak percaya dengan apa yang dikatakan William.
__ADS_1
"Kalung untukku?" ulang Anna tanpa sadar.
William mengangguk pelan sambil tersenyum lalu mengeluarkan sebuah kotak berbentuk oval pada Anna. "Untukmu, tadi pagi aku ingin memberikan ini, tapi sepertinya kau sedang terburu-buru ingin segera ke ruangan shooting," kekeh William pelan.