
Anna belum pernah merasa sebahagia dan sebebas ini, mengunjungi kebun binatang tidak pernah seasik ini sebelumnya. Ada banyak hal luar biasa yang baru Anna ketahui dari sosok Daniel yang tampak playboy, seperti kelembutan pria itu dalam berbincang dengan hewan sambil memberikannya makanan, membersihkan daun kering yang tersangkut di rambutnya, juga ketengilan Daniel mengabadikan moment mereka disana tanpa sepengetahuan Anna. "Jangan sampai kau menguploadnya di sosial media mu!" Anna selalu memperingati itu dan jawaban Daniel cukup sederhana.
"Jangan khawatir, aku juga tidak ingin kehilangan banyak fans wanita ku yang berharga."
Dan kini mereka sedang berada di dalam restoran sederhana yang memiliki 5 meja, makan siang sebelum menonton film Avatar yang di kenal memiliki durasi cukup panjang. "Kau yakin jika aku membuka masker tidak akan ada yang mengenaliku?" tanya Anna.
"Santai saja, aku sering membawa wanita kemari dan sampai sekarang cukup aman, tidak terlalu banyak pengunjung juga bukan? Ah, bahkan pegawai di sini pun sepertinya tidak mengenaliku," jawab Daniel dengan santai.
__ADS_1
"Benarkah?"
Daniel menganggukkan kepalanya. "Jika kau tidak percaya aku akan memanggilnya dan menanyakan apakah kau mengenal ku?"
"Jangan gila Daniel, tunggu saja makanan kita datang dan jangan membuat ulah apapun," jawab Anna dengan cepat. Daniel hanya terkekeh pelan, sedangkan Anna mulai melihat kearah sekitar, memperhatikan restoran yang tampak begitu simple dan klasik. "Oh ya, Daniel, mengapa kau meminta ku untuk menemanimu seharian ini? mengapa kau tidak meminta hal yang lain? seperti jam tangan atau—"
"Aku memiliki semua yang aku inginkan," potong Daniel, ia menatap Anna dengan cukup serius untuk kali ini. "Kau tahu mengapa aku begitu tertarik padamu? karena kau berbeda Anna, disaat semua orang memuja kau justru menghindar, tapi bukan itu, ada sesuatu dalam dirimu yang membuatku ingin jauh mengenalmu."
__ADS_1
Selesai makan siang, mereka pun mulai berangkat menuju tempat menonton yang akan mereka kunjungi, sebuah tiket Daniel berikan dan mereka pun duduk berdampingan. "Jika kau merasa tegang tidak masalah jika kau ingin memegang tangan ku, jika kau merasa sedih tidak masalah juga jika kau ingin menangis di bahuku," bisik Daniel disaat ruangan mulai gelap dan film baru akan dimulai.
"Terimakasih atas tawaranmu, tapi aku tidak memerlukannya," balas Anna seraya melepaskan masker yang sedari tadi ia gunakan.
***
Segaris senyuman Veronica terlihat saat beberapa gambar dirinya dan William malam itu yang dikirimkan oleh Larissa sampai dipesannya, ia berdecak pelan lalu berdiri dari duduknya dan berjalan kecil menuju lemari pendingin yang ada disudut ruangan. "Sudah aku katakan aku tidak akan pernah kalah dari wanita mana pun, apalagi seorang wanita biasa yang hanya seorang manajer iklan," desisnya pelan.
__ADS_1
"Apa kau yakin Veronica? biarkan saja William bersama gadis itu, lebih baik kau bersama adiknya saja, Daniel lebih tampan dan banyak orang yang mendukung hubungan kalian jika sampai berhasil di dunia nyata," komentar Larissa yang cukup bingung dengan keinginan gila sahabatnya untuk memperlihatkan kelakuan William bersama Veronica.
"Aku lebih menyukai pria dewasa seperti William, pria berwajah tampan terlalu membosankan menurutku," balas Veronica sambil mengeluarkan sebuah Wine kesukaannya.