The Bad Boy

The Bad Boy
Bab 38


__ADS_3

Senyum Daniel mengembang sempurna, selama acara berlangsung ia menyambut dengan hangat semua orang yang hadir dan untuk pertama kalinya juga ia datang ke acara ulang tahun perusahaan keluarganya sendiri, sedari dulu ia tak pernah tertarik pada urusan bisnis keluarga dan lebih nyaman dengan kesibukannya sendiri. "Aku sudah mengambil tiket penerbangan tanggal 17. Apa kau yakin tidak akan kembali besok saja?" tanya asisten Daniel yang tampak bingung karena mendapatkan tekanan juga dari manajer Daniel yang memintanya untuk membujuk Daniel agar bisa kembali besok pagi ke Milan.


"Tidak, aku ingin tanggal 17 saja. Oh ya, besok aku tidak ingin di ganggu siapapun, aku ingin meminta privasi ku sendiri, jadi aku harap kau bisa menikmati hari libur mu besok, jangan datang ke rumah ku apa lagi mengikuti ku," ujar Daniel memperingati dan berjalan meninggalkan asisten malangnya yang kini sedang menggerutu dalam hatinya.


"Bagaimana bisa aku menikmati hari liburku jika penuh tekanan seperti ini, arghhh!"


***

__ADS_1


Keesokan harinya, Daniel mengikuti sebuah maps yang diberikan Anna, tapi kalian harus tahu tidak semudah itu Anna memberikan lokasi apartemennya, ada banyak perdebatan di mana Anna hanya ingin bertemu di tempat yang akan Daniel kunjungi. "Oke, akhirnya sampai," gumam Daniel sambil memarkirkan mobilnya di basement.


[Aku sudah sampai, tepat di samping mobil mu.]


Selagi menunggu Anna turun, Daniel melihat wajahnya terlebih dahulu di cermin mobil, sebut saja dia sudah gila dengan mengencani kekasih kakaknya sendiri, tapi hanya ini cara terakhir yang Daniel punya agar ia bisa melepaskan rasa penasarannya, ia pun ingin kembali seperti dulu, menyukai banyak wanita tanpa ada rasa yang begitu terikat seperti yang ia rasakan pada Anna. Daniel pikir perasaannya yang terlalu terikat pada Anna adalah karena wanita itu selalu saja menolaknya, dan semoga saja setelah hari ini selesai dia akan dengan mudah melupakan Anna dan bisa menerima dengan hati yang ikhlas jika wanita akan menjadi kakak iparnya.


Tak berapa lama Daniel mulai melihat Anna yang sedang berjalan menuju mobilnya, dia membuka jendela dan Anna pun masuk ke dalam mobil Daniel. "Daniel, aku hanya ingin menegaskan sekali lagi, ini semua hanyalah demi janji ku untuk acara kemarin, aku tak ingin kau memberitahu siapapun tentang ini, termasuk William. Aku juga tak ingin ada kontak fisik selama kita bersama."

__ADS_1


Terlihat jelas kerutan kening Anna begitu kuat, wanita itu menatap Daniel dengan penuh tanda tanya. "Apa? Kebun binatang?"


"Ya, aku belum pernah kesana sebelumnya, masa kecil ku terlalu membosankan." Daniel melirik jahil kearah Anna. "Atau kau ingin ke tempat yang lebih privasi? contohnya hotel?" goda Daniel yang langsung membuat raut wajah Anna berubah seketika.


"Kau gila!" desis Anna dengan wajah merah.


Daniel terkekeh pelan, dia mulai menghidupkan mesin mobilnya. "Jadi, kau ingin pilihan pertama atau yang kedua?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Kebun Binatan! tentu saja!" jawab Anna dengan cepat. "Tapi bukankah ini terlalu terbuka? bagaimana jika ada orang yang melihat kita? bagaimana jika ada yang menangkap gambar kita yang menyebarkannya ke sosial media? bukan hanya William yang tahu tapi semua orang."


"Tenang saja, aku sudah memikirkan itu semua, kacamata, topi, jaket, jangan khawatir."


__ADS_2