
Anna menarik nafasnya dengan dalam, sekarang ia sudah berada di dalam lift kantor dengan sebuah tekad untuk meyakinkan masa depannya bersama William. Di Kantor ini dan seterusnya Anna hanya akan bertemu dengan William, hatinya pasti tidak akan kembali terkecoh oleh sosok Daniel.
Ting
Baru saja di lantai satu, pintu lift terbuka dan menampilkan sosok Daniel bersama asistennya, semua yang sudah dia pikirkan pagi ini seakan menjadi berantakan dalam seketika, jantung Anna berdebar kencang saat melihat sorot mata dingin yang hanya menatapnya sekilas.
Saat pintu lift tertutup suasana canggung mulai terasa, untungnya Anna selalu bisa menutupi ketegangannya dengan ekspresi yang sama dinginnya dengan Daniel. "Berapa hari kita di Milan?" sayup-sayup Anna mendengarkan percakapan Daniel bersama Asistennya, sebuah percakapan mengenai pekerjaan Daniel di luar negeri.
__ADS_1
"Sekitar 2 Minggu, pada tanggal 23 kau ada pemotretan bersama Veronica juga di sana. Lihat, apa kataku, sekali kau menerima iklan bersama Veronica banyak permintaan iklan juga yang berdatangan, kau harus terus menjaga kedekatan mu dengan Veronica, apalagi jika kau dan Veronica bisa sampai berpacaran, mungkin ini akan menjadi berita yang heboh di internet," kekeh asisten Daniel yang entah mengapa membuat Anna ingin sekali berdecak saat mendengar kalimat terakhir yang ia ucapkan.
"Lihat saja nanti," jawab Daniel.
Pintu lift terbuka, Daniel dan asistennya pun keluar mendahului Anna yang masih terdiam kaku di dalam lift, hatinya seakan tak tenang jika mengingat jawaban Daniel tadi. Lihat saja nanti? apa yang dia maksud? akankah Daniel dan Veronica berpacaran? "Anna! berhenti berpikiran gila seperti ini! sekarang yang harus kau pikirkan adalah William, William dan William," desis Anna mengingatkan dirinya.
"Apa yang kau katakan Emily? ini kantor!" bisik Anna sambil melihat kearah sekitar dimana beberapa orang tampak melihat kearah mereka.
__ADS_1
"Oh ayolah Anna, jangan terlalu kaku, aku hanya bercanda, lagi pula berkat kau pulang bersama William aku bisa menjadi dekat dengan sekertaris kakunya, kami berbicara banyak selama di perjalanan, ternyata dia tidak sedingin itu jika sedang berdua," kekeh Emily.
Anna menggelengkan kepalanya pelan, ia ingat jika William memintanya untuk langsung masuk ke dalam ruangan William untuk mengambil makan siang, namun Anna ragu melangkah jika di dalam ruangan itu masih ada Daniel dan asistennya yang tadi membujuk Daniel untuk berpacaran dengan Veronica. "Apa kau tidak sabar bertemu dengan William? kau memperhatikan terus ruangannya," kekeh Emily.
Anna dengan cepat menoleh, apa terlihat jelas jika Anna sedang memperhatikan ruangan William? "Umm, tidak, bukan itu. Aku melihat Daniel masuk ke dalam ruangannya, apa masih ada urusan yang harus di selesaikan tentang iklan?" tanya Anna penasaran.
Emily terlihat berpikir sejenak, ia menoleh kearah ruangan William. "Sepertinya masalah keluarga, aku tidak tahu, untuk pertama kalinya Daniel ke kantor ini selain untuk iklan," gumam Emily pelan. "Tapi itu bukan masalah besar, mata ku terasa segar saat melihat pria tampan itu," kekeh Emily.
__ADS_1