
Hari ini adalah semester terakhir, hari dimana semua siswa\-siswi akan keluar dan memulai kehidupan yang baru.
Di Kampus...
Anna sibuk mencari-cari keberadaan Nathan, atas, bawah, depan, belakang, kiri, kanan ia berjalan mengelilingi kampusnya hanya untuk mencari Nathan.
"Anna lo khawatir banget sih sama dia!!" Ucap Silvia.
"Ayolah Sil...gue itu khawatir sama dia, gue takut dia kenapa-napa!!" Jawab Anna.
Anna terus berjalan bahkan sampai berkali-kali ia mencoba menghubungi Nathan. Namun ponsel nya selalu tidak aktif. Gelisah dan cemas itulah yang dirasakan Anna bahkan ia juga merasa marah pada Nathan.
Sampai Akhirnya ia menemui Kai dan Sandy untuk menanyakan keberadaan Nathan.
" Kai, Lo liat Nathan gak??" Tanya Anna cemas.
" Gak..gue juga dari pagi gak ngeliat dia tuh, malahan dia gak masuk hari ini!!" jawab Kai.
Anna merasa sangat khawatir, ia takut Nathan kecelakaan.
Ia khawatir Nathan kenapa-napa, ia takut kehilangan Nathan. Sepanjang hari ia mencari Nathan, akhir-akhir ini Nathan sering terluka dan menghilang entah kemana.
Teman-temannya pun tak ada mengetahui keberadaanya. Biasanya Anna akan diberi tahu Nathan kalau ia akan pergi, tapi tidak untuk hari ini.
Berulang kali Anna mencoba menelepon Nathan, namun tak dapat dihubungi ia juga bertanya pada semua orang, namun tak seorang pun tahu.
" Nath...lo dimana!!" lirih Anna
" Gue khawatir...gue takut kehilangan elo!!"
Anna menitikkan air matanya.
"Awas aja kalo gue ketemu sama lo, gue cincang lo!!" Ucap Anna mencoba menghibur diri.
Hari sudah gelap, Anna terus mencari keberadaan Nathan. Sesekali ia bertanya pada seseorang dijalan. Sementara Anna mencari Nathan, keluarga Anna mencari keberadaan nya.
"Duh...udah jam segini Anna masih belum kembali juga!!" Ibu Anna merasa cemas.
"Ma...sudahlah lagi pula Anna itu sudah dewasa. Mungkin saja ia tugas dan masih harus menyelesaikannya!!" Ucap Papa Anna.
Kriss yang tengah berada dirumah Anna pun mencoba menghubungi teman dekat Anna, namun tak ada yang tahu keberadaan.
Sampai akhirnya Kriss mencoba menghubungi Silvia.
Di sebuah gang sempit dan sepi...
" Hai nona manis...kenapa jalan sendirian, marilah ikut dengan kami!!" Ucap seorang pemuda yang kelihatannya ingin mencelakai Anna.
" Ayolah Nona...kami tidak akan menyakitimu!!" ucap pemuda kedua.
Ketiga pemuda itu mencoba merayu Anna, dan ingin membawa Anna pergi. Namun...
__ADS_1
"Benarkah ucapan kalian??" tanya Anna dengan nada polos.
Ketika pemuda pertama hendak memegang tangan Anna, dengan gerakan yang cepat Anna menendang alat vital pemuda tersebut.
Pemuda tersebut merintih kesakitan, tak rela teman nya kesakitan. Mereka menangkap Anna dan bertarung sekuat tenaga mereka, Anna sempat kewalahan karena harus melawan 3 pria sekaligus. Akhirnya Anna berhasil mereka tangkap, Anna mencoba melepaskan diri namun cengkeraman kedua pemuda itu sangat kuat. Sehingga Anna tak mampu untuk bisa lepas.
"Hei...gadis manis. Lumayan juga pertarungan mu, tapi tetap saja kau tak bisa mengalahkan kami. Hahahaha!!" Ucap pemuda itu dan dijawab tawa para teman-temannya.
"Ah...lepaskan aku, lepaskan aku!!" Teriak Anna.
"Sudahlah kami tak akan melepaskanmu!!" Jawabnya.
"Menyebalkan!!" Batin Anna.
Cowok di depan Anna mencoba menyentuh pipi Anna namun tangan cowok tersebut digigit oleh Anna.
"Aarrggghh...dasar. Gigi mu ternyata tajam juga ya!!" Ucap cowok tersebut.
"Mungkin akan cocok bila digunakan untuk memotong daging rusa!!" Lanjutnya kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Apa yang sebenarnya kalian inginkan??" Tanya Anna.
"Tentu saja kami ingin bersenang-senang!!" Jawab ketiga cowok itu.
"Cuih..menjijikan!!" Anna membuang ludahnya.
"Apa maksudmu, apa kau ingin mati hah??" Tegas cowok tersebut lalu ia menyuruh kedua temannya untuk membawa Anna.
" Ah...ini kesempatanku. Hehehe!!" Pikir Anna.
" Hei...kamu tolong aku, Disini ada perampok. Tolong....Polisi tolong aku!!". Ucap Anna berpura-pura menangis.
" Hah...percuma saja kau teriak. Tak akan ada yang menolong mu. Kau tau itu!!!" Tegas pemuda yang berada di depan Anna.
"Benar itu, lagi pula kami tidak takut pada polisi!!" Ucap cowok di sebelah kiri Anna.
" Benarkah?? Lalu siapa yang sedang berdiri disana itu!!" Ucap Anna dengan santai.
Ketiga pemuda itu lantas melihat kearah yang ditunjukan Anna.
Dengan memanfaatkan kelengahan ketiga pemuda itu, dengan cepat Anna menghajar kedua pemuda yang memegang kedua tangannya. Sontak mereka terjatuh lemah tak berdaya, Anna berhasil mengalahkan keduanya. Hanya tinggal satu yaitu ketua mereka.
" Hei...aku tak melihat apa-apa disana. Apa kau mencoba untuk menipu kami!!" Ucapnya sambil berbalik menghadap Anna.
__ADS_1
Namun ia terkejut melihat teman-temannya terbaring di tanah dengan tak berdaya. Pemuda tersebut mencari keberadaan Anna.
" Kau mencari ku. Pemuda jelek!!" Ledek Anna. Dan....
Buuukkkk.....
Anna memukul kepalanya dengan menggunakan sebuah balok kayu.
"Hah...sombong aja lebih, otot nya aja ilang kalian!!" Anna tersenyum sinis.
"Huuuff...kira-kira siapa orang yang sedang bersembunyi itu ya!!" Ucap Anna.
Anna berhasil mengalahkan mereka semua. Hanya tinggal satu orang. Pria yang bersembunyi dibalik tembok di depan Anna.
" Halo...gawat Tuan. Nona dalam bahaya!!!" Ucap pria tersebut penuh kekhawatiran.
Pria tersebut hendak meneruskan ucapannya, namun terpotong dan sambungan telepon pun terputus. Anna mengaitkan tangannya di leher pria tersebut, sontak dia terkejut melihat Anna yang tiba-tiba berdiri dibelakangnya.
Ia berusaha melepaskan tangan Anna, namun terlalu kuat untuk dilepaskan. Anna tersenyum pahit, kemudian ia memukulkan kepalanya ke kepala pria tersebut.
Duuuggg...
"Apa yang kau lakukan disini??" Tanya Anna.
Pria itu hanya terdiam berusaha untuk tidak mengatakan apa pun. Kemudian Anna mengikat tangan pria itu.
"Apa kau tak bisa bicara!!" Tegas Anna.
"Jawab aku siapa dirimu, dan mengapa kau ada disini!!!" Ucap Anna dengan nada marah.
Disisi lain...
"Pa sepertinya Anna mencari Nathan!!" Ucap Kriss setelah selesai menelpon Silvia.
Semua anggota keluarga terkejut...
"Apa mengapa Anna mencari Nathan, apa Nathan diculik??" Tanya Mama Anna semakin khawatir.
"Ma...jangan bilang begitu dong!!" Ucap Audrey.
"Mama khawatir mereka berdua kenapa-napa Drey!!" Ucapnya tersedu-sedu.
"Ma sudahlah...Mama harus yakin kalau Anna akan baik-baik saja!!" Audrey mencoba menenangkan Mama mertuanya.
"Kriss, Papa mau bicara sama kamu!!" Ucap Papa Anna.
Kriss mengangguk...
--------------------------------------------------
"Cepat katakan siapa kamu??" Anna tak mau menyerah.
Sedangkan pria tersebut hanya terdiam saja.
"Aduh...bagaimana ini Nona Reyhanna menemukanku, aku harus bagaimana. Kalau aku kasih tahu nanti Tuan Muda pasti marah besar padaku!!" Batin pria tersebut.
"Apa kau tak bisa bicara!!" Bentak Anna
__ADS_1