
Beberapa jam kemudian...
"Ah..kamu lagi ngapain??" Tanya Anna.
"Ah aku lagi bikin skripsi" Jawab Nathan.
"Sini kamu juga harus buat, biar cepet selesai. Duduk disini ranjang nya lumayan luas, cukup buat kita berdua!!" Nathan tersenyum.
"Baiklah.." Anna membalas senyuman Nathan.
Mereka berdua duduk bersama dan membuat skripsi masing-masing.
Nathan tampak lesu, kemudian Anna bangun dari duduknya dan mengambil semangkuk bubur dimeja. Anna mulai menyuapi Nathan, dengan senyum manisnya Nathan mencium tangan Anna.
"Terima kasih!!" Ucapnya.
Anna tersenyum manis, telepon berbunyi...
Suara musik...
"Ya ada apa??" Tanya Nathan.
Tuan muda Tuan besar ingin menemui anda dan juga Nona Reyhanna. Ucap seseorang dibalik telepon.
"Ah baiklah.." Jawab Nathan.
Sambungan telepon putus...
"Kamu mau kemana??" Tanya Anna heran melihat Nathan yang bangun dari ranjang.
"Aku mau keluar sebentar!!" Jawab Nathan.
"Ah tunggu kamu masih harus istirahat!!" Cegah Anna.
"Aku sudah cukup istirahat, lagi pula aku ini kan cowok!!" Jawab Nathan sambil mencubit hidung Anna.
"Iiishh...ya sudah sini aku lihat lukamu!!" Ucap Anna.
Nathan membuka bajunya, lalu Anna melepaskan balutan perban yang ada ditubuh Nathan. Setelah terlepas semua Anna tercengang...
"Kenapa diam, ngiler ya??" Canda Nathan.
"Eh...tidak...tidak sudah cepat berbalik aku akan mengoleskan obat dilukamu!!" Sangkal Anna.
Nathan berbalik sambil menahan tawa...
"Sudah selesai, hmm tolong ambilkan perban itu??" Suruh Anna.
Nathan mengambilkannya...
"Apa benar kamu tidak apa-apa??" Tanya Anna cemas.
"hmmm...iya aku tidak apa-apa. Kamu jangan khawatir!!" Jawab Nathan.
Setelah selesai memasang perban, Nathan menarik lengan Anna dan menempelkannya di dadanya.
"Ah apa ini??" Pikir Anna.
"Jangan cemaskan aku. Kalau kamu takut pejamkan matamu dan sebutkan namaku, maka aku akan ada disampingmu. Meski pun aku jauh dari mu!!" Ucap Nathan.
"Nath...jangan pergi, jangan tinggalin aku!!" Anna memeluk Nathan lalu air mata jatuh ke pipi Anna.
Nathan berbalik lalu ia mengusap air mata Anna, memeluknya kemudian mencium keningnya.
__ADS_1
"Na kamu harus janji akan lupakan ini!!" Perintah Nathan.
"Lupakan apa!!" Tanya Anna bingung.
Nathan mendekat ke wajah Anna, sontak saja wajah Anna memerah. Nathan tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha...kamu pikir aku mau ngapain sampai-sampai wajahmu merah begitu!!" Ucap Nathan.
"A..aku gak mikir apa-apa!!" Anna memalingkan wajahnya.
Cuuuppp....
Kecupan manis dipipi Anna, wajah Anna kembali memerah. Lalu ia mengerucutkan bibirnya sambil memegang kedua pipinya.
"Huuufff!!" Anna menghela nafas panjang.
"Aku takut Nath...aku sangat takut!!!" Ucap Anna.
"Tenang aku akan selalu ada disampingmu!!" Ucap Nathan menenangkan Anna.
"Nah...sekarang kamu siap-siap. Papa mau ketemu sama kamu!!" Ucap Nathan.
Anna melepaskan pelukannya...
"Baiklah...aku ke toilet dulu!!" Jawab Anna.
"Oke...aku tunggu di depan!!" Ucap Nathan.
Anna menganggukkan...
Beberapa menit kemudian...
Anna keluar dan menemui Nathan...
"Ah sudah selesai??" Tanya Nathan.
"Ah iya, kemarin waktu kejadian itu rasanya rambut panjang ku menghambatku jadi aku potong saja. Apa kamu marah??" Ucap Anna.
"Tidak...kamu cantik!!" Jawab Nathan.
"Ya sudah ayo jalan!!" Lanjutnya.
Sesampainya dirumah Nathan...
Mereka duduk diruang tamu, disana Papa Nathan telah menunggu mereka. Tak hanya itu keluarga Anna juga ada disana.
"Nah kalian sudah sampai, kami sebenarnya mau membicarakan tentang acara pertunangan kalian!!" Papa Nathan membuka percakapan.
"Iya benar itu, jadi kedua belah pihak telah memutuskan bahwa pertunangan kalian dilaksanakan 3 bulan lagi!!" Lanjut Papa Anna.
"Hmmm Nathan gk setuju Pa!!"
"Kenapa??" Tanya kedua ayah.
"Terlalu lama, 2 Minggu lagi kan acara wisuda. Bagaimana kalau setelah acara wisuda aja??" Jawabnya.
"Ah.. sudah lah terserah kalian saja!!" Jawab kedua Ayah.
"Ok berarti kalian setuju??" Tanya Nathan.
Semuanya mengacungkan jempol...
"Tapi kalo ada urusan yang mendadak, terpaksa harus diundurkan!!" Sahut Papa Nathan.
"Hmmm kok gitu sih Pa!!" Tegas Nathan.
__ADS_1
Papa Nathan memberi isyarat mata, ia menyuruh Nathan mengingat-ingat kejadian sebelumnya. Nathan menghela nafasnya.
Pertemuan selesai Anna dan Nathan pergi ketaman belakang.
"Putri Mei Lin aku mencintaimu!!" Celetuk Nathan.
"Iya tau!!"
"Masa??"
"Iya!!".
Nathan membaringkan tubuhnya dan paha Anna ia jadikan sebagai bantal. Anna menoleh ke arah Nathan kemudian tersenyum manis, ia elus nya kepala Nathan.
Nathan begitu terlelap sampai-sampai ia hampir saja tidur. Namun Anna memukul tangan Nathan dan membuatnya terbangun.
"Kenapa mukul sih, aku lagi berusaha untuk tidur!!" Ucap Nathan dengan nada marah.
"Kamu jelek kalo tidur!!" Sahut Anna.
Nathan memonyongkan bibirnya kemudian ia berkata "Tapi kamu cantik kalo lagi tidur!!".
"Itu bagus dong!!" Anna menyeringai.
"Bisa gitu yak. Nanti besok aku ada urusan lagi, jangan cari aku ya!!" Ucap Nathan.
"Loh kok gitu sih, tadi aja kamu bilang, kamu gak akan ninggalin aku. Sekarang kamu bilang mau pergi lagi!!!"
"Nyebelin!!" Lanjutnya.
"Anna dengerin aku dulu!!" Sela Nathan.
"Apa!!" Bentak Anna.
Anna bangun dari duduknya, dan berjalan ke depan. Nathan menahan tangan Anna kemudian memeluknya dari belakang, Nathan berusaha menahan kesedihannya. Namun ia tak dapat menyembunyikannya dari Anna.
"Apa dia sedih??" Pikir Anna.
Air mata jatuh dipipi Nathan, dengan cepat ia mengusapnya kemudian tersenyum sendu.
"Ini urusan penting, aku mohon kamu mengerti itu!!" Ucapnya.
"Huuufff...seharusnya aku sekarang jalan bersamamu. Tapi keadaannya berbeda!!" Anna kecewa.
"Kita bisa jalan berdua lain kali, tapi sekarang aku harus benar-benar pergi!!" Jawab Nathan.
Anna berusaha melepaskan pelukan Nathan namun pelukannya begitu erat sampai-sampai Anna tak dapat melepaskan diri.
Nathan begitu terpuruk setelah kejadian kemarin, ia begitu khawatir dengan keselamatan Anna. Nathan terus merutuki dirinya sendiri, ia terus menyalahkan dirinya. Ia sangat menyesal.
"Andai waktu bisa ku putar kembali, aku ingin semuanya tidak terjadi. Aku ingin menjadi orang biasa dan mencintainya sepeti biasa!!" Batin Nathan.
Air mata terus mengalir, Anna merasakan air mata Nathan. Nathan semakin erat memeluk Anna ia tak ingin berpisah dengannya.
"Mengapa kau sembunyikan kesedihanmu, seharusnya kau bagi rasa sakitmu padaku!!" Batin Anna.
"Ah...sudahlah lupakan saja, aku mengerti kamu sibuk!!" Ucap Anna.
Nathan terkejut ia tersadar dari lamunannya kemudian melepaskan pelukannya. Anna berjalan menuju arah ayunan, lantas ia duduk sambil menjernihkan pikirannya.
"Aku rasa ini sudah saatnya, aku tak ingin kehilangannya. Dia cahayaku, dia selalu menerangi ku. Aku akan mengakhirinya!!" Pikir Nathan.
**SEKIAN DULU YA KAKAK² SEMUANYA. UP DATE AN NYA NANTI NYUSUL YA.
HATUR NUHUN KA SADAYANA TOS MAMPIR KA CERITA ABDI. MANGGA BILIH AYA SARAN LIKE NA TEU KEUNGING HILAP, LAMUN HEUNTEU GE TEU NANAON.
__ADS_1
SAMPURASUN**