
Malam yang sunyi, ketenangan yang amat langka. Suasana yang begitu damai, angin berhembus menembus kamar Anna.
"Hmmm...udaranya dingin banget!!!" Ucap Anna sambil menggigil.
"Kalau dingin kenapa gak ditutup jendelanya??" Suara Nathan membuat Anna terkejut.
Nathan memeluk Anna dari belakang, memberikan kehangatan buatan. Menikmati udara malam yang sejuk dan ketenangan kala itu.
"Lihatlah betapa indahnya bintang-bintang itu!!" Ucap Nathan menunjuk kearah langit.
"Iya kamu benar!!" Anna ikut takjub.
"Tapi cuma satu yang menurutku paling cantik!!" Sahut Nathan.
"Oh ya..bintang apa itu??" Tanya Anna penasaran.
"Kamu!!" Jawab Nathan.
Anna tersipu malu, wajahnya memerah. Nathan tertawa kecil melihat tingkah Anna.
Cuupp...
Kecupan lembut mendarat di pipi Anna. Seketika wajah Anna bertambah merah, Nathan melepaskan pelukannya dan menutup jendela.
"Yuk kita tidur. Aku mau tidur bareng kamu!!" Ucap Nathan.
"Eh..emmm apa i..itu kenapa!!" Ucap Anna terbata-bata.
"Aku mau tidur bareng kamu!!" Ucap Nathan kemudian.
Nathan membaringkan tubuhnya di kasur Anna.
"Yuk..sini!!" Ajak Nathan.
"Hmmm...tapi kamu jangan macam-macam ya!!!" Perintah Anna.
"Iya gak bakalan macam-macam. Cuma satu macam aja!!" Canda Nathan.
"Nathaaannn...!!" Teriak Anna.
"Hahaha...bercanda, udah yuk tidur!!!" Ajak Nathan sekali lagi.
Dengan ragu Anna mengangguk dan berkata.
"Ah...emmm baiklah!!"
Akhirnya Anna tidur dengan Nathan, selepas Anna membaringkan tubuhnya. Nathan memeluk Anna.
"Ah...Nathan aku gak bisa nafas nih!!!" Ucap Anna lirih.
"Eh maaf-maaf!!" Jawab Nathan.
Mereka tidur berhadapan, Nathan meraih tangan Anna. Kemudian ia menciumnya sekilas, lalu tertidur sambil menggenggam erat tangan Anna.
"Aku tahu kau takut. Aku tahu kau cemas, kau tak akan pernah bisa menyembunyikan semuanya dariku!!" Batin Anna.
Keesokan harinya...
Anna terbangun dengan perut yang terasa sakit, dengan cepat ia berlari ke kamar mandi. Nathan yang merasakan ada sebuah guncangan hebat, ikut terbangun dan menyusul Anna. Ia khawatir Anna kenapa-napa.
"Anna kamu gak apa-apa!!!" Tanya Nathan.
Anna membuka pintu, dengan ragu Anna meminta Nathan untuk membelikan pembalut.
"Emmm...Nath anu...itu...kamu bisa tolongin aku gak!!" Tanya Anna gugup.
"Tolongin apa Na??" Nathan bertanya balik.
"Emmm...aku...itu lagi..emmm...datang bulan!!" Jawab Anna malu.
__ADS_1
"Oh begitu, ya sudah aku belikan dulu. Kamu tunggu disini ya!!!" Ucap Nathan.
Nathan mengambil jaketnya lalu berlari menuruni tangga, membuat keluarga nya penasaran apa yang terjadi sebenarnya.
"Nathan kamu mau kemana??" Ucap ibu Nathan.
"Kenapa buru-buru nak??" Tanya Ibu Anna.
Mereka berdua lantas mengangkat bahu dan saling berpandangan.
Nathan pergi kesebuah supermarket, lalu ia bertanya kepada pelayan tentang pembalut wanita.
"Permisi..apakah ini dapat membuat iritasi??" Tanya Nathan.
"Ah...tidak Tuan ini anti bakteri!!" Jawab pelayan tersebut.
"Kalau begitu tolong bungkus 10 pak ya!!" Ucap Nathan.
"Ah apakah ini untuk pacar anda Tuan??" Tanya pelayan itu sambil memasukan pembalut ke kantung plastik.
"Iya itu benar!!" Jawab Nathan tak menghiraukan pertanyaan pelayan tersebut.
Beberapa menit kemudian...
Nathan kembali dengan sekantung plastik besar berisi pesanan Anna.
"Nathan kamu dari mana sih??" Tanya Ayah Nathan.
"Pergi buru-buru, pulang buru-buru juga. Memangnya ada apa sih??" Tanya Ayah Anna.
"Gak ada apa-apa kok Papa Papa...!!" Jawab Nathan.
Dikamar Anna...
Tok..tok..tok..
"Anna sayang...ini pesanan kamu!!" Ujar Nathan.
"Ah ya...!!" Jawab Anna kemudian ia menutup kembali pintu kamar mandinya.
Dengan lelahnya Nathan duduk di tepi kasur. Menunggu Anna selesai bersiap.
Beberapa saat kemudian...
Anna keluar dari kamar mandi, lalu ia menghampiri Nathan.
"Makasih ya Nath, kamu emang pacar yang baik!!" Ucap Anna dengan wajah cerianya.
"Hahaha iya sama-sama sayang!!" Jawab Nathan sembari mengacak-acak rambut Anna.
"Nath...kamu gak malu apa beli kayak gituan di negeri orang??" Tanya Anna.
"Kenapa harus malu, kan cuma beli itu doang. Lagian petugas disana juga bilangnya aku ini memang pacar yang perhatian!!" Ucap Nathan membanggakan diri.
"Oh benarkah??" Tanya Anna.
"Iya, oh ya masa aku udah beliin semua itu gak ada imbalannya sih??" Ucap Nathan.
"Hmmm ya udah kamu mau apa??" Tanya Anna.
"Cium!!" Jawab Nathan dengan cepat.
"Gak..aku gak mau!!" Tolak Anna.
"Ya udah!!" Nathan merajuk.
"Hmmm iya deh, sini!!" Ucap Anna kemudian.
Dengan gembira Nathan menghampiri Anna dan mendekatkan wajahnya ke wajah Anna.
__ADS_1
Cuupp...
Satu kecupan manis dan cepat itu mendarat di pipi Nathan. Nathan membalas kecupan Anna di bagian yang sama.
Pipi Anna seketika berubah merah...
Selesai bersiap Anna dan Nathan pergi bersama, mereka mengunjungi ke berbagai tempat menarik di China.
Dari mulai tembok besar China dan lain sebagainya.
"Seandainya kalau aku jadi raja, kehidupan ku bagaimana ya??" Tanya Nathan.
"Kehidupan sebagai keturunan bangsawan atau kekaisaran itu sangatlah tidak menyenangkan!!" Ucap Anna.
"Mereka begitu kejam, salah sedikit hukumannya gak main!!" Lanjutnya.
"Kalau kehidupan masa depan kita gimana??" Goda Nathan.
"Pikir sendiri!!" Jawab Anna.
Nathan tersenyum lalu ia merangkul Anna.
"Nathan sampai kapan kita bertarung terus??" Tanya Anna lirih.
"Suatu saat nanti pasti akan berakhir, hanya saja saat ini kekuatanku belum cukup!!" Jawab Nathan.
"Kekuatan?? Memangnya kamu punya ilmu sihir gitu??" Tanya Anna.
"Iih..bukan gitu Nana, yang ku maksud kekuatan itu adalah dukungan dari orang lain!!" Jawab Nathan.
"Ooh begitu ya??" Ucap Anna.
"Iya, sekarang aku lagi ngumpulin bala bantuan. Karena aku takut mereka akan mengincar kamu, aku gak mau kamu tersiksa!!" Ucap Nathan sambil menundukkan kepalanya.
Anna beralih tempat, ia berada di belakang Nathan. Lalu Anna memeluk Nathan seraya memberi kekuatan padanya.
Angin berhembus seperti mengikuti perasaan mereka berdua, kesedihan keduanya sungguh tak tertahankan. Apa lagi jika ditambah dengan kekecewaan.
Air mata jatuh ke tangan Anna, Anna menoleh ke arah Nathan. Lalu dia berkata,
"Loh Nathan yang dingin dan cuek ternyata bisa nangis juga ya!!" Ucap Anna.
"Ck..siapa bilang aku ini dingin??" Balas Nathan.
"Aku cuma males bicara aja sama orang lain!!" Lanjutnya.
"Halah ngaku aja lah Nath!!" Anna mengibaskan tangan kanannya.
"Itu bener Nana cantik!!" Ucap Nathan.
Nathan mencubit gemas pipi Anna, dan membuat Anna jengkel.
"Ck..iishh jangan dicubit nanti kelihatan gendut!!" Ucap Anna.
"Hahahaha iya deh aku gak akan cubit kamu, sebagai gantinya aku akan cium kamu aja!!" Sahut Nathan.
Anna memukul lengan Nathan pelan.
"Iiihh gak gitu juga kali!!" Ucap Anna.
**SEGINI DULU YA KAK
MOHON SARANNYA KAK.
YANG MAU FEEDBACK JUGA SILAHKAN.
YOROSHIKU ONEGAISHIMASU
SALAM MANIS AUTHOR
__ADS_1
-- I L Y** --