The Cute Wolf

The Cute Wolf
Liontin


__ADS_3

Beberapa jam berlalu, kini hari sudah sore.


TOK..TOK..TOK..


"Iya sebentar!!" Anna membuka pintu.


"Nathan, ada apa??" Tanya Anna setelah ia tahu bahwa Nathan lah yang datang.


Nathan tak peduli dengan pertanyaan Anna, ia langsung menarik Anna masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.


"Eh, mau ngapain sih. Kok pintunya di kunci??" Tanya Anna keheranan melihat tingkah Nathan.


"Biar kagak ada yang ganggu!!" Jawab Nathan cepat lalu mendudukkan Anna di pangkuannya dan memeluknya dari belakang. Menyandarkan kepalanya di bahu Anna.


"Kamu kenapa??" Tanya Anna lembut sembari mencium punggung tangan Nathan.


"Tidak apa-apa, aku hanya merindukanmu saja!!" Jawab Nathan lemas.


Kemudian Nathan melihat luka di pipi Anna dan juga pergelangan tangan Anna.


"Lukamu...aku hampir lupa!!" Ucapnya.


"Sini, duduk di sini!!" Lanjutnya sambil menepuk tempat disebelah Nathan.

__ADS_1


Anna duduk kemudian Nathan pergi kelantai bawah dan mengambil kotak obat.


Beberapa menit kemudian Nathan tiba sambil membawa kotak obat, lalu Nathan memulai mengoleskan obat luka di pergelangan tangan Anna.


"Nah, sudah selesai!!" Ucap Nathan.


"Nathan??" Panggil Anna saat Nathan hendak pergi.


"Ada apa, sayang??" Tanya Nathan yang kemudian mendekati Anna, lalu duduk dilantai.


Anna tersenyum melihat tingkah Nathan yang seperti seekor hewan peliharaan. Kemudian Anna ikut duduk di hadapan Nathan, ia mengaitkan lengannya di leher Nathan.


"Aku mencintaimu!!" Ucap Anna manis.


"Pinjaaaaammm!!!" Jawab Anna dengan wajah imut.


"Hahaha...yasudah kamu siap-siap ya, kita pergi beli ponsel baru buat kamu!!" Ucap Nathan sembari mengelus lembut dari rambut ke pipi Anna.


"Iya, tapi jangan kayak gini. Geli tauuu!!" Jawab Anna sambil memegang tangan Nathan yang terus mengusap lembut pipi Anna.


"Hahahaha...iya-iya, cepet sana siap-siap!!" Sahut Nathan sambil mengangkat Anna dan berdiri, kemudian pergi keluar kamar Anna.


Selesai bersiap Anna duduk di meja riasnya, berdandan ala Anna yang hanya mengoleskan sedikit lipstik berwarna peach dan olesan tipis bedak. Anna memasukan bedaknya ke dalam laci dan menemukan sebuah kotak kecil, ia mengambilnya dan menaruhnya diatas meja.

__ADS_1


"Ini kan kotak kalungku!!" Ucapnya lantas Anna membuka kotak tersebut.


Nampaklah sebuah kalung liontin berbandulkan bintang kecil dengan ukiran tulisan china kuno. Anna memakaikan kalung tersebut, setelah itu keluar dan menemui Nathan yang sedari tadi menunggunya.


"Kenapa lama sekali??" Tanya Nathan dengan nada sedikit marah dan sambil bertolak pinggang.


"Maaf deh, sudah ayo cepat pergi!!" Jawab Anna dengan santainya tanpa memperdulikan tatapan Nathan.


Nathan menghela nafas perlahan, mencoba memaklumi sikap Anna terhadapnya. Lantas ia pun naik ke dalam mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang. Ditengah perjalanan Anna sesempatnya berbicara dan mengganggu Nathan yang tengah menyetir.


"Nathan, aku mau pinjam ponsel kamu boleh ya!!" Pinta Anna sambil menatap kearah Nathan, namun Nathan tak memperhatikannya. Ia malah fokus untuk menyetir, karena merasa diacuhkan Anna pun mengambil sendiri ponsel Nathan dan memainkannya.


"Nathan, baju ini bagus gak??" Tanya Anna sambil menunjukkan gambar pakaian yang ia maksud.


"Hmmmm!!" Jawab Nathan hanya dengan deheman saja, lantas Anna memonyongkan bibirnya. Kesal dengan jawaban yang dilontarkan Nathan.


Tak lama kemudian mobil pun berhenti, Anna dengan cepat keluar dari mobil dan membuat Nathan keheranan. Nathan keluar dan menyusul Anna, ia memegang tangan Anna berniat menghentikan langkahnya.


"Tunggu Nana!!" Ucap Nathan sambil membalikan badan Anna.


"Eh, itukan kalung liontin...." Pikirnya.


"Apa??" Tanya Anna dengan nada malas.

__ADS_1


**MATA NE**


__ADS_2