
Malam tiba...
Anna berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya, dan akhirnya ikatan tersebut lepas. Kemudian ia melepaskan ikatan dikakinya, setelah terlepas semua Anna mencari cara agar dapat bebas.
"Ah, kalau aku pergi lewat pintu itu pasti disana banyak penjaga. Aku akan keluar lewat jendela saja!!" Pikirnya.
Anna naik keatas ventilasi udara, kemudian membuka kacanya dan keluar lewat sana.
"Uurgghh...ventilasi ini sangat sempit!!" Ucap Anna pelan kemudian turun kembali.
"Aiihhh...sepertinya aku harus lewat sana!!" Ucapnya sambil menunjuk kearah jendela yang telah usang.
Akhirnya ia keluar dari gudang tersebut, kemudian mengendap-endap hendak keluar dari tempat itu dan pergi menemui Nathan. Namun Anna taj sengaja menginjak sebuah botol bekas, sampai-sampai ia ketahuan oleh penjaga gudang tersebut.
KRRAAKKK...
"Hey siapa disana??" Ucap penjaga.
Penjaga tersebut mencari-cari sumber suara tadi, kemudian ia mendapati Anna yang tengah berlari menjauh. Ia pun segera memanggil bantuan dan mengejar Anna.
"Hey kau, jangan lari!!" Teriak penjaga.
Anna tak peduli ia terus lari menjauh dari mereka, ia pun terhentikan oleh badan besar Jou sang asisten pribadi Monica.
Jou menangkap tangan Anna kemudian melilitkannya kebelakang punggung Anna.
"Aaahhh... sakit tau!!" Anna merintih kesakitan.
"Jangan berusaha untuk kabur, karena tak ada jalan lain. Lagi pula aku mana mungkin membunuhmu!!!" Ucap Gong Yoo yang berjalan mendekati Anna.
__ADS_1
"Nona manis, sebaiknya kau memberi tahuku dimana peta itu berada!!" Ucap Gong Yoo sambil memegang dagu Anna.
"Aduuuhhh...emang dasar pikun, kan saya sudah bilang saya tidak tahu. Kenapa anda terus bertanya dan menahan saya disini??" Jawab Anna.
"Bawa dia kembali!!" Ucap Gong Yoo sambil berbalik pergi.
"Mau sampai tenggorokanku kering pun, aku tak akan memberi tahumu dasar tua!!" Batin Anna.
Pagi berikutnya...
"Noan bagaimana??" Tanya Nathan ketika Noan pulang setelah menyelidiki Gong Yoo.
"Tak ada informasi apa pun Tuan!!" Jawab Noan agak ragu.
"Huuuffff....semoga dia baik-baik saja!!" Ucap Nathan lemas kemudian jatuh terduduk dikursi kerjanya.
"Nona manis, silakan makan ini!!" Jawab pria tua yang sudah sangat tua dan tua dan tua dan tua.
"Gimana mau makan, tangan aja masih diikat!!" Jawab Anna seolah-olah menghina pria tua tadi.
"Nona, kalau dilihat dari dekat cantik juga ya dan bodymu juga sangat uwuw!!" Ucap pria tua itu tanpa memperdulikan tatapan tajam Anna.
Pria tua itupun mendekati Anna hendak memegang pipi Anna, namun...
BUUUKKKK...
KRAKKK....🥚🍳
"HUAAAA...TELURKU PECAH!!!" Ucapnya merintih kesakitan setelah Anna menendang buah telurnya (Ingat ya telur).
__ADS_1
"Hehehe...!!" Anna tertawa puas dengan hasil kerjanya.
"Dasar kau..." Ucapnya yang hendak menampar Anna namun ditahan oleh Gong Yoo.
"Apa yang kau lakukan Weiner!!" Ucap Gong Yoo dengan tatapan menyeramkan seakan ingin melahap kepala Weiner.
"A...aku...aku hanya main-main saja dengannya saudaraku!!" Jawab Weiner dengan mimik wajahnya yang dibuat-buat agar tampak menyedihkan.
"Iih...udah tua masih aja me**um!!" Ucap Anna kesal.
"Hey, apa katamu hah!!" Bentak Weiner.
"Dia tidak salah, dasar bodoh!!" Gong Yoo memberi jitakan kuat dikepala Weiner.
Weiner merintih kesakita lalu pergi meninggalkan Anna dan Gong Yoo sambil berkumat-kamit kesal.
"Kalau kau ingin bebas dari kehidupanmu yang sekarang, maka kau harus beri aku peta itu dan aku akan membebaskan kalian!!" Ucap Gong Yoo sambil bertolak pinggang.
"Ya ampun Tuan...saya sudah mengatakan bahwa saya tidak tahu-menahu soal peta tersebut!!" Ucap Anna.
"Ingatlah itu baik-baik, jika kau ingin bebas!!" Setelah berkata demikian Gong Yoo pergi keluar dan meninggalkan Anna.
"Aaahhh... sakit!!!" Anna merintih kesakitan.
"Apa yang harus kulakukan, aku tak mungkin mengatakan keberadaan peta itu. Meski aku ingin terbebas dari beban hidup ini!!" Batin Anna kemudian Anna menangis.
"Halo!!" Ucap Nathan.
***MATA NE***
__ADS_1