The Cute Wolf

The Cute Wolf
Pengganggu


__ADS_3

"Duh ponselku dimana sih, dicari-cari gak ketemu. Pusing banget deh!!" Ucap Anna panik, ia terus mencari kesana kemari.


Nathan telah selesai memasak dan masuk kekamar Anna sambil membawa semangkuk bubur hangat.


"Anna makan dulu ya!!" Ucap Nathan lembut.


Namun langkahnya terhenti karena melihat Anna yang sibuk bolak-balik mencari ponselnya.


"Nyari apa sih, serius bener??" Tanya Nathan sembari meletakkan bubur tersebut.


"Nyari ponsel ku, apa kamu melihatnya??" Tanya Anna.


"Gimana mau liat, semenjak kamu diculik aku tak pernah melihatmu. Apalagi ponselmu!!" Jawab Nathan sambil menepuk jidat.


"Sudahlah, ayo makan. Nanti aku beli ponsel baru buat kamu!!" Lanjutnya sambil duduk ditepi ranjang.


Anna mengangguk kemudian naik keatas kasur dan duduk disana.


"Aaaaaa!!" Ucap Nathan sambil menyodorkan sesendok bubur.


"Gak, aku gak mau makan!!" Tolak Anna sembari menepis pelan tangan Nathan.


"Kenapa, aku udah susah payah buatnya!!" Sahut Nathan murung.


"Aku mau makan ayam bakar, tapi kamu yang buat!!" Ucap Anna sambil memasang wajah imutnya.

__ADS_1


Nathan menghela nafas perlahan, ia menurunkan sendoknya. Lalu menaruh mangkuk tersebut di tepi nakas.


Nathan mendekat ke arah Anna.


"Makan dulu buburnya, nanti aku buatin ayamnya!!" Tegas Nathan dengan tampang menyeramkan.


Anna bergidik ngeri melihat tampang Nathan yang seolah-olah ingin menerkam kepalanya. Anna menelan ludah.


"Iya-iya, aku makan!!" Jawab Anna cepat sambil mendorong pelan tubuh Nathan.


Nathan tersenyum puas, ia ambil kembali mangkuk tersebut dan menyuapkan sedikit demi sedikit bubur untuk Anna.


Setelah 3 sendok masuk ke mulut Anna, Nathan menghentikan tangannya. Ia melihat noda kecil di tepi bibir Anna, biasanya kalau laki-laki melihat itu akan langsung membersihkannya. Namun Nathan berbeda, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Anna.


"A...apa yang kamu la..kukan??" Tanya Anna gugup melihat Nathan yang tiba-tiba mendekatinya.


BRAKKKK...


"ANNAAA!!" Teriak Xia He tanpa ia sadari bahwa ada pemandangan yang tak seharusnya ia lihat dan ganggu.


Nathan menghentikan aksinya, dan menatap kesal ke arah mata Anna. Memberi kode bahwa ia kesal karena Xia He mengganggunya.


Xia He melangkah mundur perlahan.


"Ma...maaf sudah menganggu!!" Ucap Xia He menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Anna menahan tawanya, ia menatap Nathan lalu mendorongnya agar menjauh darinya.


"Tidak Xia He, kemarilah!!" Jawab Anna.


Nathan bangkit kemudian berjalan keluar dari kamar Anna, Xia He yang ingin melangkah pergi pun tak jadi. Sampailah Nathan tepat di hadapan Xia He, ia menatap Xia He dengan tatapan tajam.


"Matilah aku!!" Batin Xia He.


Xia He melangkah mendekati Anna sedangkan Nathan melangkah keluar. Xia He duduk di tepi ranjang.


"Anna..." Ucapnya lirih sambil memegang tangan Anna.


"Aku minta maaf karena waktu itu, aku membiarkanmu di bawa pergi oleh mereka!!" Lanjutnya sambil menatap sendu Anna.


"Oh ayolah, kau tak bersalah sedikitpun Xi!!" Jawab Anna sembari menepuk pelan punggung telapak tangan Xia He.


"Mei Lin, apa kau memanggilku Xi??" Tanyanya penasaran dengan panggilan Anna kepadanya.


"Hahahaha...iya apa kau tak menyukainya??" Jawab Anna sekaligus bertanya.


"Aku suka saja, apa yang kau berikan!!" Jawab Xia He sembari tersenyum manis.


"Kedepannya aku akan melindungimu, Mei Lin!!" Lanjut Xia He dengan semangat 45.


"Hahaha...iya mohon bantuannya ya!!" Jawab Anna dengan senyum manis.

__ADS_1


**MATA NE**


__ADS_2