The Cute Wolf

The Cute Wolf
Meledak


__ADS_3

"Cih, pangeran tidak usah bercanda untuk menghibur saya. Berikan saja harta anda kepada saya!!" Jawab Gong Yoo sembari tersenyum sinis.


"Anna ayo cepat lari!!" Sahut Nathan.


Nathan menarik tangan Anna, ia membawa lari Anna. Sebelumnya Nathan memberi kode pada pengawalnya agar mengurusi Gong Yoo dan anak buahnya. Sementara Nathan dan yang lainnya berlari mencari tempat yang aman.


Sampailah mereka dilorong kedua, Nathan menghela nafas. Ia sangat lelah berlari.


"Ambil ini, dan lari lah sampai ke ujung lorong ini!!" Ucap Nathan sambil memberikan kunci rahasia tersebut kepada Anna.


"Tapi Nath, kamu gimana. Masa kamu ditinggal disini??" Tanya Anna cemas.


"Gak apa-apa sayang, aku akan baik-baik saja kok. Nanti setiap lorong ada kata sandinya!!" Jawab Nathan mencoba meyakinkan Anna agar ia berani.


"Kata sandinya, soal matematika waktu ujian kelulusan kuliah kamu!!" Lanjut Nathan memberi petunjuk.


"Tapi Nath, aku gak mau pergi tanpa kamu!!" Ucap Anna membantah.


"Anna, aku gak bakalan kenapa-napa. Kamu cepat pergi sebelum Gong Yoo datang!!" Sahut Nathan sambil mengusap lembut puncak kepala Anna.


"Gak, aku gak mau ninggalin kamu!!" Anna terus merengek sambil menangis dan membuat semua orang sedih.


"Anna percaya padaku, aku akan baik-baik saja. Sekarang kamu pergi yah!!" Nathan berusaha membujuk Anna agar segera berlari.


"Enggak Nathan, aku gak mau!!" Tolak Anna sambil menggelengkan kepalanya.


"Huuuu..hiks...hiks...hiks!!" Anna menangis sejadi-jadinya.


"Anna, percaya padaku ya. Nanti tunggu aku dikuil, oke??" Ucap Nathan dengan nada lembut.


Anna menatap sendu Nathan sambil menangis. Ia terus menangis ketakutan, takut jika Nathan akan terluka.


"Bos, Gong Yoo berhasil melewati lorong pertama!!" Ucap Noan memberi kabar.


"Anna, doakan aku ya. Dan segeralah berlari, nanti aku menyusul!!" Sahut Nathan dengan senyum manisnya.


"Ta...tapi..tapi Nathan...a..aku!!" Ucap Anna tak kuasa menahan tangis, ia tak sanggup berkata-kata lagi.


Nathan menatap Anna kemudian dengan mendadak ia menci*m lembut bibir Anna. Berniat menghentikan tangis Anna dan membuatnya merasa lebih baik


Namun hal itu malah membuat Anna semakin menangis...


"Haiisss...mau perang malah romantis-romantisan. Bos gak ada akhlak!!" Batin Noan menggerutu.


Beberapa menit kemudian, Nathan melepaskan ci*mannya. Ia kembali menatap Anna, kemudian mengelus lembut pipi Anna dan setelah itu mengambil senjata yang dipegang Noan.


Anna mundur perlahan berusaha untuk tidak menangis, kemudian ia mengusap air matanya dan berlari menuju lorong selanjutnya. Sedangkan Nathan yang sedari tadi berusaha menahan air matanya, kini keluar dan Nathan tak sanggup lagi untuk berdiri.


Nathan sempoyongan dan akhirnya ia menyandarkan tubuhnya didinding lorong. Ia menunduk kemudian menatap langit-langit.


"Aku tak boleh menangis!!" Batin Nathan.


Kemudian ia kembali tegak dan mengusap air matanya. Kini Nathan kembali tegar dan menjadi Nathan yang kejam.


"Biasanya bos tak histeris seperti tadi, sepertinya ia sangat mencintai nona Anna!!" Pikir Noan kagum dengan sikap Nathan yang menangis histeris.


Sementara itu...


Anna, Xia He, Silvia dan para pengawal lainnya berlari menuju kuil tersebut. Mereka telah sampai di lorong kelima, hanya tinggal lima lorong lagi dan akhirnya tampaklah kuil tersebut.


"Sandi ini, ternyata sangat mudah...!!" Ucap Anna pelan, ia sangat lelah berlari sepanjang waktu.


Di sisi lain, Nathan tengah berusaha melawan pasukan Gong Yoo. Ia hampir saja terluka namun berkat bantuan Jay, ia terselamatkan.


Pertarungan semakin memanas saat Nathan bersembunyi karena kekurangan tenaga. Ia mengambil nafas terlebih dahulu sebelum kembali bertarung.


"Anna doakan aku!!" Batin Nathan yang terus mengucap kalimat yang sama.


"Pangeran anda ingin lari kemana, sudahlah sebaiknya anda menyerah saja!!" Ucap Gong Yoo yang berhasil menyusul Nathan.


"Jangan harap kau dapat mengambilnya!!" Jawab Nathan yang tak mau kalah.


Pertempuran kembali terjadi, bahkan semakin menjadi-jadi. Jino tewas dalam pertempuran yang membuat Nathan semakin marah, Jino adalah pengawal pribadi Nathan yang paling setia. Dan kini ia gugur dalam pertempuran, tentu saja Nathan sangat marah.


Namun Anna terus berusaha berlari, dan berfikir memecahkan sandi setiap lorong. Dan akhirnya sampailah ia di lorong terakhir, setelah ia berhasil membukanya tampaklah sebuah kuil kuno, disana terdapat banyak benda-benda jaman dulu.

__ADS_1


"Nathan..." Ucap Anna lirih, ia terduduk lemas memandangi lorong yang baru saja ia lewati berharap Nathan akan muncul dengan selamat.


Silvia mencoba menenangkan Anna, ia duduk disamping Anna dan memeluknya dari samping.


"Anna, Nathan pasti baik-baik saja. Kamu jangan khawatir!!" Ucapnya.


Kini yang tersisa hanyalah enam orang, Nathan, Noan, Owen, Gong Yoo dan kedua anak buahnya.


DOR...DOR..DOR..


Entah menembak kearah mana, namun yang pasti itu tak berhasil mengenai Nathan.


Noan dan Nathan berhasil menembak Anak buah Gong Yoo, dan pada akhirnya Gong Yoo terluka akibat pukulan dari Nathan. Senjata Gong Yoo terlepas dari tangannya, dikarenakan ketika ia menatap anak buahnya yang terluka. Nathan mengambil kesempatan tersebut untuk menendang Gong Yoo, dan berhasil membuatnya jatuh pingsan.


Setelah Gong Yoo pingsan, Nathan bersama yang lain berlari menyusul rekannya.


Anna terus duduk sambil menangis dipelukan Silvia. Nathan datang sambil sempoyongan, ia sangat lelah karena terus berlari.


Anna menatap kedepan sambil mengusap air matanya, ia tatap Nathan kemudian berlari kepelukannya. Sementara Silvia ia masih terduduk lemas, tanpa ia sadari air matanya mulai menetes. Ia terus menunggu, dan menunggu.


Sampai akhirnya tampaklah Noan yang membopong Owen, Noan mendudukkan Owen dan Silvia dengan cepat berlari kepelukan Noan.


"Noan, kau baik-baik saja??" Tanya Silvia sambil menangis.


"Tentu saja, tapi kenapa kamu memelukku??" Ucap Noan yang berbalik bertanya.


"Ah, maafkan aku!!" Dengan segera Silvia melepas pelukannya dan membalikan wajahnya.


Namun terdengar suara dan muncul cahaya merah...


TUUTT..TUUTT...TUUUTTT..


"Anna apa kamu menginjak sesuatu??" Tanya Nathan sambil melepas pelukan Anna.


"Tidak, bukan aku tapi kamu!!" Jawab Anna.


Lantas Nathan menatap kebawah, dan kembali menatap Anna...


"Gawat, semuanya cepat ikuti aku. Tempat ini akan meledak!!" Ucap Nathan menyuruh semua orang untuk berlari mengikutinya.


"Cepat semuanya, masuk kedalam!!" Tegas Nathan memperingati semua orang.


SEPULUH...


SEMBILAN...


DELAPAN...


TUJUH...


ENAM...


LIMA...


EMPAT...


TIGA...


DUA...


SATU...


DUUUAAAARRRRR....


**MATA NE**


Episode terakhir...


Tempat tersebut kemudian meledak dan hancur berkeping-keping, namun semua orang berhasil keluar dengan selamat. Akan tetapi Gong Yoo tak diketahui keberadaannya.


"Nathan, kenapa kita keluar dari dalam rumah??" Tanya Anna ketika perjalanan pulang ke negara asal mereka.


"Karena sebenarnya jalur menuju kuil tersebut adalah rumah itu!!" Jawab Nathan dengan nada santai.


"Kenapa tidak lewat sana saja!!" Ucap Anna, Xia He, dan Silvia dengan serentak.

__ADS_1


"Karena sebelumnya aku menyelidiki Gong Yoo, dan aku tahu dia akan mengikuti kita. Makanya aku pilih jalur masuk kedalam gua, dan dengan mudah kita berhasil melawannya!!" Jawab Nathan, namun tak didengar oleh yang lain. Mereka terlelap dalam tidurnya.


"Cih, susah payah aku jelasin. Merek malah tidur tapi kalo si cantik ini aku tak marah!!" Ucap Nathan sambil mengusap lembut pipi Anna.


SATU BULAN KEMUDIAN


Pagi yang cerah, burung-burung berkicau memeriahkan hari yang bahagia ini, begitu pun dengan hembusan angin pagi yang begitu sejuk.


Tampak banyak orang yang berlalu lalang kesana kemari, sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


"Nyonya, ini ditaruh dimana??" Tanya seseorang.


"Taruh disebelah sana saja!!" Jawabnya.


Nampaklah seorang gadis cantik tengah menatap ke arah luar jendela, ia tengah memperhatikan orang-orang yang tengah bekerja. Ia juga terkekeh pelan melihat tingkah ibundanya.


Hari ini adalah hari pernikahan Anna dan Nathan, kedua belah pihak sibuk menyiapkan segala sesuatunya.


Nathan juga ikut sibuk menyiapkan hadiah yang akan ia bawa ke acara pernikahan nya.


Beberapa jam kemudian, Nathan tengah menunggu Anna di atas pelaminan.


Tak lama kemudian Anna datang dengan didampingi oleh kedua anak perempuan, ia tampak sangat cantik memakai gaun pengantin. Ia cantik bak seorang dewi.



Anna naik keatas pelaminan dibantu oleh Nathan.


"Baiklah saya akan mulai acaranya!!" Ucap penghulu.


"Nona Reyhanna, apakah anda bersedia dan menerima segala kekurangan yang dimiliki Nathan??"


"Saya bersedia!!" Jawab Anna mantap.


"Dan tuan muda Nathan, apakah anda bersedia dan menerima segala kekurangan yang dimiliki nona Reyhanna??"


"Saya bersedia!!" Jawab Nathan agak gugup.


"Dengan ini saya nyatakan, bahwa kalian sah sebagai suami istri!!"


PROK..PROK..PROK..


Suara tepuk tangan para tamu undangan bergemuruh, mereka turut bahagia. Noan dan Silvia mereka juga ikut bahagia, perlu lara readers tahu bahwa Noan dan Silvia menjalin hubungan spesial, mereka akan segera menyusul Anna dan Nathan.


Anna melemparkan seikat bunga tersebut dari belakang, dan berhasil ditangkap oleh Noan. Noan memberikan nya kepada Silvia.


Sementara Xia He, ia terus merenung sendirian.


"Aku punya informasi penting!!" Ucap Nathan menghampiri Xia He.


"Aku mencari informasi tentang Hongli, dan aku juga menemukan keluarganya. Kau pergilah kesana!!" Lanjut Nathan.


"Benarkah, terima kasih Nathan!!" Sahut Xia He senang.


Namun kedatangan seorang pria mengejutkan semua orang disana. Pria yang terlihat kumuh dan pakaian yang sobek akibat terbakar. Semua tamu undangan mengejek dan mengata-ngatai pria tersebut.


"Kalian akan aku bunuh!!" Ucap pria tersebut.


Nathan memberi kode pada Noan, dan dengan cepat Noan mengangguk paham.


"Nathan di..dia Gong Yoo!!" Ucap Anna dengan nada gemetar.


"Apa yang harus kita lakukan??" Lanjutnya.


"Kita pikirkan berapa anak yang akan kita buat, setelah itu memilih kemana kita akan bulan MADUUU!!" Ucap Nathan semangat sambil mengepalkan tangan keatas.


Anna geleng-geleng kepala, dan Gong Yoo cedera akibat pukulan dari Noan beserta teman-temannya.


Semua orang tertawa melihat Gong Yoo yang terluka, semua berakhir dengan bahagia...


**SAYONARA**


 


THE END

__ADS_1


 


__ADS_2