
"Kamu marah sama aku??" Tanya Nathan dengan nada penuh hati-hati, takut jika Anna semakin marah.
"Iya!!" Jawab Anna singkat.
"Lagian kamu, sepanjang jalan gak pernah perhatiin aku. Aku tanya kamu gak jawab, kesel tau!!" Lanjut Anna dengan nada jengkel, ia melipat tangannya di depan dada.
"Kan lagi fokus nyetir, Nana!!" Jawab Nathan sambil mencubit kecil pipi Anna.
"Iiisshh...jangan panggil aku Nana!!" Ucap Anna sedikit membentak dan menurunkan tangan Nathan yang mencubit pipinya.
"Terus, aku harus panggil kamu apa!?" Tanya Nathan sembari menopang dagu.
"Hmmm...sayang, my darling, my honey, my baby, my love, atau my wife??" Lanjut Nathan.
"Ih, kagak usah kayak gitu sih. Terlalu lebay tau gak!!" Jawab Anna gemas.
"Iya-iya, ya sudah mari kita beli!!" Balas Nathan sembari menarik tangan Anna masuk kedalam toko ponsel.
Beberapa minggu kemudian
Kediaman Gong Yoo...
"Apa, mereka semua mati??" Tanya Gong Yoo dengan nada marah sambil memukul meja kerjanya.
__ADS_1
Anak buah Gong Yoo tak berhasil mendapatkan harta tersimpan milik kekaisaran Luan. Bahkan sebelum mereka sampai tujuan, ada yang terluka. Karena ruang bawah tanah tersebut terdapat banyak jebakan, agar tak ada yang dapat masuk kedalam.
Hanya ada satu cara untuk masuk kedalam, yaitu dengan menggunakan kunci rahasia milik kekaisaran Luan.
Gong Yoo kesal dan sangat marah dengan hasil yang diperoleh anak buahnya. Ia tak habis pikir, mengapa mereka bisa gagal dalam menjalankan tugasnya kali ini.
Kediaman Nathan...
"Mami mertua, aku bantuin ya!!" Pinta Anna berniat membantu mama mertuanya memasak.
"Iya sayang, tentu saja boleh!!" Jawab mama mertuanya.
Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai memasak dan membawanya kemeja makan. Semua anggota keluarga telah bersiap di meja makan.
"Iya sayang!!" Jawab Nathan yang tiba-tiba muncul dari belakang Anna dan memeluknya.
"Iiih...Nathan lepasin sih, aku mau makan tau!!" Ucap Anna merengek, meminta agar Nathan melepaskan pelukannya.
"Iya deh, duduknya disamping aku ya!!" Pinta Nathan sambil menarik lengan Anna dan duduk bersebelahan.
Selesai makan Nathan dan Anna pergi ketaman belakang rumah Nathan.
DRRRRTT...DRRRRTTT...
__ADS_1
Nathan mengambil ponselnya kemudian mengangkat telpon.
"Halo Noan, ada apa??" Tanya Nathan.
"Gawat bos, sepertinya Gong Yoo akan menyerang kembali!!" Jawab Noan.
"Yang benar saja, bukankah sudah kuberikan peta itu. Kenapa dia ingin menyerang lagi??" Nathan mulai khawatir, ia takut Anna akan terluka lagi.
Nathan terdiam kemudian menoleh ke arah Anna yang sedang asyik bersenandung. Nathan tersenyum kemudian kembali menelpon.
"Sepertinya anak buah Gong Yoo gagal dalam mengambil harta tersebut, bos!!" Jawab Noan dengan nada cemas.
"Baiklah, kau dan yang lain bersiap saja. Kita akan tunggu kedatangannya kali ini!!" Ucap Nathan memberi perintah.
Setelah berkata demikian, Nathan menutup sambungan telpon. Lantas Anna bertanya "Apa yang terjadi??".
"Gong Yoo akan kembali menyerang, anak buahnya gagal mengambil harta tersimpan itu!!" Jawab Nathan sambil menatap langit.
"Kenapa dia bisa gagal??" Anna kembali bertanya.
"Karena, ruang bawah tanah tersebut terdapat banyak sekali jebakan. Gong Yoo dan anak buahnya sama sekali tak mengetahui kalau ada jebakan. Ya, mereka dengan entengnya masuk tanpa berhati-hati!!" Jawab Nathan sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Anna.
"Lalu bagaimana caranya masuk kedalam??" Anna terus bertanya, hingga membuat Nathan terkekeh pelan.
__ADS_1
**MATA NE**