
Tiiitttt...tititi....
Suara mobil di depan membuat Anna terbangun dari tidurnya..
"Duh siapa sih ganggu aja hari Minggu gue". Anna turun ke bawah dan membuka pintu.
"Nih mobil Lo gue anterin" Anna heran kenapa Nathan bisa tau alamat rumahnya.
"Oh iya thanks ya. masuk dulu yuk".tawar Anna Nathan membalas dengan senyum.
"Gue mandi bentar gak apa-apa kan nih teh nya" tanya Anna sambil meletakan secangkir teh hangat.
"Iya gak apa-apa" Anna berjalan menuju kamarnya. ia mandi dengan cepat, selesai mandi Anna mencari Nathan.
"Nath Nathan Lo dimana " teriak Anna, Nathan tengah duduk ditaman belakang Anna
"Disini udaranya sejuk" ucap Nathan .
"Sini Lo duduk" Anna tersenyum dan menuruti perintah Nathan.
Mereka asik ngobrol, tertawa bersama, baru kemarin mereka kenalan kini udah akrab banget. Mereka keluar buat jalan-jalan berdua, kebetulan mama sama papa Anna lagi keluar liburan berdua. Anna sendirian dirumah.
"Hmmm lo pernah pacaran gak??" Tanya Nathan.
"Belum!!" Jawab Anna.
"Kalo gue punya pacar, gue mau dia bisa melindungi gue dari bahaya!!" Lanjut Anna.
Skip di kafe
"Na Lo kenapa waktu itu gak lari. padahal kan Lo tau didepan Lo ada mobil" tanya Nathan penasaran.
"Gue trauma Nath, dulu gue pernah tabrakan sampai gue koma dirumah sakit. Gue gak mau gitu lagi, sekarang gue belajar buat hilangin masa lalu itu. Sekarang gue bisa nyetir mobil sendiri" jawab Anna.
"Hmmm itu memang harus, lo harus lupain masa lalu dan hidup dengan damai di masa depan!!" Ucap Nathan.
"Iya kakak ipar gue juga bilangnya gitu!!".
Nathan hanya mengangguk saja. Tak lama Cicilia datang dengan Ros dan melihat Anna bersama laki-laki. Cicilia menghampiri Anna.
"Hey Na Lo lagi ngapain" Anna terkejut
"Eh cil Lo kok ada disini sih. ini gue lagi ngobrol-ngobrol aja" jawab Anna
"Ini gue nemenin Ros belanja." jawab cicil
"Eh Na itu pacar Lo ya" bisik cicil
"Bukan lah" jawab Anna.
"Sini kalian duduk!!" Lanjutnya.
Mereka asyik mengobrol, Nathan hanya terdiam menyaksikan Anna. Terkadang ia tersenyum saat melihat Anna tersenyum, ada sebuah perasaan yang tak terduga dari lubuk hati Nathan.
__ADS_1
"Ooh ya udah gue lanjut jalan ya bye Na " pamit cicil.
"Bye cil Ros ".
Pulang kerumah
"Thanks udah dianterin" kata Nathan
"Iya sama-sama. Gue jalan lagi ya, bye".
Nathan melambaikan tangan nya. Sampe rumah ternyata mama papa nya udah pulang, Anna merasa hari ini sungguh asik bisa ngobrol dan bercanda bareng teman baru.
Dia gak nyangka cowok dingin itu bisa ramah juga. Tapi tetep aja dingin gak ada hangat-hangatnya ketawa pun gak lepas ada yang ditahan.
Ke akraban Anna dengan Nathan membuat iri siswi kampus nya. Karena banyak yang mengagumi Nathan si cowok cool dan dingin itu. Namun semuanya tak ada yang berhasil masuk ke dalam hatinya.
Nathan sendiri merasa tidak nyaman dengan cewek-cewek yang selalu menggangu nya. Sampai akhirnya ia bertemu Anna dan merasa dirinya berbeda. Dari sebelumnya ada perasaan aneh muncul tiba-tiba di hatinya.
Sanggupkah Nathan menjalani semua ini, akan kah Anna menerima nya.
Minggu pagi yang cerah. Anna bangun dari tidurnya, mendengar suara mama nya Anna bergegas mandi dan bersiap.
Suara seseorang yang tengah ngobrol dengan papa nya, membuat hati Anna penasaran.
Anna berjalan turun dari lantai, tampak lah seorang pria tampan dan gagah yang ia kenal. dia adalah Jonathan teman barunya.
"Hay juga" jawab Anna dengan senyuman manis diwajahnya.
Kemudian kedua nya jalan ke sebuah tempat, tujuan Nathan kerumah Anna adalah untuk mengajak nya jalan-jalan, namun dia sedikit ragu akan jawaban Anna nanti.
Sampai lah mereka disebuah taman di daerah kota E.
"Hmmmm ada apa Nath Lo ngajak gue kesini" tanya Anna penasaran
"Sebenernya guee...gue...hmmmm".....
"Gue suka sama lo, lo mau kan jadi pacar gue??" Tanya Nathan.
Anna tersenyum kemudian mengangguk...
Pagi berikutnya...
Anna pergi ke sebuah minimarket, dan saat perjalanan pulang ia bertemu dengan Cicil. Lantas Anna menghampirinya kemudian mengobrol bersamanya.
Cicil melihat sebuah luka ditangan Anna, ia merasa cemas kemudian menanyakan apa yang terjadi.
"Ah ya...tangan gue hanya tergores saja. Lo gak perlu cemas Cil!!" Jawab Anna.
"Apa yang disembunyikan nya, kenapa dia terlihat menyembunyikan sesuatu??" Pikir Cicil.
Kemudian Anna pamit pulang, namun Cicil mengikuti Anna pulang. Dia merasa cemas terjadi sesuatu terhadap Anna.
__ADS_1
Di sebuah gang, muncul seorang preman ia memaksa Anna menyerahkan dompetnya. Namun Anna menolaknya, Cicil yang melihat kejadian tersebut hendak menghampiri Anna, namun...
Satu pukulan mendarat diperut preman tersebut. Pukulan kedua mendarat dimukanya, Cicil terkejut bukan main. Ia tak menyangka Anna sehebat itu, kemudian preman tersebut lari setelah babak belur dipenuhi luka.
Anna tampak kelelahan, ia jatuh tersungkur. Cicil menahan tubuh Anna, seketika Anna terkejut melihat Cicil. Namun ia merasa lemas dan pusing, Cicil menelpon Nathan dan membawa Anna pulang kerumahnya.
"Tante...kenapa Anna gak pernah ngasih tau kami kalau Anna itu pandai bela diri??" Tanya Cicil.
"Tante yang suruh, Tante cuma takut Anna menjadi sombong!!" Jawabnya.
"Begitu ya Tan..!!" Ucap Cicil lirih.
"Apa Anna juga yang udah buat Evans babak belur??" Pikir Cicil.
Anna terbangun, ia melihat ke sekelilingnya. Dikamarnya ada Mama Anna, Cicil dan juga Nathan. Anna bingung mengapa mereka semua berada dikamarnya.
"Anna!!" Teriak Cicil.
"Cicil??" Ucap Anna lirih.
"Kenapa lo sembunyiin semuanya dari gue??" Tanya nya.
"Maaf Cil, gue cuma gak mau aja lo khawatir!!" Jawab Anna.
"Huufff...ya sudahlah yang penting lo gak apa-apa!!" Cicil menghela nafas lega.
"Gue dicuekin nih!!" Sahut Nathan.
"Ahahaha...kalau begitu Mama pergi dulu ya!!" Ucap Mama Anna.
"Maaf-maaf udah dicuekin!!" Ucap Anna dan Cicil bersamaan.
"Gue hampir gak percaya kalo Anna bisa bela diri!!" Ucap Nathan.
"Kenapa gak suka ya??" Tanya Anna.
"Hahahaha....Nathan kayak nya bakalan iri deh sama lo!!!" Sahut Cicil.
"Hmmm...ya gak gitu juga sih, yang pasti aku bakalan lindungin kamu kok!!" Ucap Nathan sembari mengelus puncak kepala Anna.
"Wih...mendingan gue cabut aja deh!!" Ucap Cicil.
"Jomblo bubar ah!!" Lanjutnya.
"Hahahaha...Cicil jangan gitu dong!!" Sahut Anna.
"Gue masih ada kerjaan dirumah, gue pulang dulu ya!!" Pamit Cicil.
"Iya makasih ya Cil, lo bisa suruh pak Jupri buat anterin lo!!" Jawab Anna.
Cicil mengangguk dan melambaikan tangannya.
"Tan, Cicil pamit pulang ya!!" Pamit Cicil.
"Iya hati-hati ya, Pak tolong anterin Cicil pulang ya!!" Ucap Mama Anna.
"Baik nyonya!!" Jawab Pak Jupri.
bersambung:(
__ADS_1