
Anna berdiri dan pergi ketempat lain, ia duduk di ayunan taman bunga rumah Nathan. Nathan yang melihat Anna marah ia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.
"Cih...dasar cewek lagi ngambek bukannya dibujuk malah ditinggalin. Nyebelin banget sih!!" Ucap Anna.
Anna menggerutu sendiri, ia melipatkan tangan nya di depan dada. Sampai akhirnya Nathan datang membawa sebatang coklat.
Nathan duduk disamping Anna, kemudian ia menyuapkan coklat kepada Anna. Dengan ragu dan masih kesal Anna memakan coklat itu.
"Hmmmm...jangan marah dulu, aku mau ngecek keadaan perusahaan. Nanti aku anterin kamu ke rumah Cicil, bagaimana??" Ucap Nathan sembari tersenyum.
"Ngapain??" Jawab Anna dengan nada marah.
"Ku dengar...dia mau punya baby. Dan katanya kangen banget sama kamu!!" Jawabnya.
"Ah benarkah...wah hebat banget. Oke besok aku mau kerumahnya!!" Ucap Anna terkejut.
Nathan tersenyum lalu ia mengacak-acak rambut Anna.
"Soal Cicil aja kamu semangat banget!!" Ucap Nathan.
"Iya dong dia kan temen aku, masa harus aku abaikan sih!!" Jawab Anna.
"Iya deh terserah apa kata Nana aja!!" Ucap Nathan sambil mencubit hidung Anna.
Pagi berikutnya...
"Eh...dia masih tidur rupanya!!"
"Aku bangunin gak ya???"
"Hmmm dia begitu cantik!!"
Nathan datang kerumah Anna untuk menjemputnya. Namun Anna masih belum terbangun, dan akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kamar Anna.
Nathan mengusap pipi lembut Anna, ia tersenyum manis. Merasakan ada sentuhan lembut di pipinya, Anna terbangun dari tidurnya.
"Hoaammm...!!" Anna membuka mata.
"Ah...kamu kok bisa ada di sini sih??" Tanya Anna terkejut.
"Bisa dong!!" Jawab Nathan.
" Ya sudah cepat bersiap, atau aku tinggalin kamu nih??" Lanjutnya.
"Eh iya iya...tunggu sebentar!!" Ucap Anna sembari bangun dari tempat tidur nya.
"Hmmm...Anna...Anna!!" Nathan geleng-geleng kepala.
Ponsel berdering...
Nathan membuka ponsel Anna, dan ia mendapati pesan dari seorang pria. Ada begitu banyak pesan dari berbagai pria disana, namun tak ada satu pun yang dijawabnya.
"Aneh...banyak sekali pesan tapi cuma pesan dari cewek dan gue aja. Apa dia benar-benar mencintaiku ya??" Pikir Nathan.
Anna telah selesai bersiap, ia menemui Nathan. Setelah sarapan mereka berdua berangkat bersama.
Dirumah Cicil...
"Nah udah sampai nih. Aku jalan dulu ya, kamu hati-hati!!" Ucap Nathan.
"Eh kenapa harus hati-hati. Seharusnya kamu yang hati-hati!!" Jawab Anna.
"Ya sudah, aku jalan dulu ya. Bye honey...!!" Pamit Nathan.
"Eh...lebay banget sih, ya sudah hati-hati ya!!"
Nathan melajukan mobilnya, Anna melambaikan tangannya. Anna masuk kerumah Cicil, mereka asyik mengobrol.
__ADS_1
"Aku dengar kamu mau punya bayi ya!!" Ucapnya.
"Ah...iya baru 1 Minggu!!" Jawab Cicil.
"Wah...pasti lucu!!" Anna terkagum-kagum.
"Hahaha...kamu kapan mau nikah nih??" Sahut Cicil.
"Hmmm...aku gak tau, masih nunggu Nathan nya aja!!" Jawab Anna.
"Terus sekarang Nathan kemana??" Tanya Cicil.
"Dia lagi ngecek kondisi perusahaan nya!!" Jawab Anna dengan malas.
Sore harinya...
Nathan menjemput Anna dirumah Cicil.
"Ngapain aja tadi??" Tanya Nathan.
"Hmmm cuma ngobrol-ngobrol biasa aja!!" Jawab Anna.
"Oh ya...gimana perusahaan kamu??" Lanjutnya.
"Ya...banyak pengkhianat perusahaan, dan aku sudah pecat mereka juga memasukan mereka ke penjara!!" Jawabnya.
"Oh begitu ya...".
"Setelah kejadian waktu itu apakah aku akan hidup bahagia bersamanya??" Pikir Anna.
"Apakah akan ada kehidupan yang jauh lebih baik lagi??"
"Apa yang sebenarnya aku inginkan, selalu ada rasa ragu di hatiku. Namun ada juga rasa percaya diri!!" Batin Anna.
Minggu berikutnya...
Hari ini adalah hari wisuda, semua mahasiswa dan mahasiswi hadir di kampus mereka. Hari yang dinanti-nantikan oleh Nathan.
"Emangnya kenapa Nath??" Tanya Kai.
"Ya gue mau tunangan lah!!" Jawab Nathan.
"Dipikiran lo cuma itu aja deh. Bikin iri aja lo!!" Ucap Kai memalingkan mukanya.
"Sabar broo...pasti ada yang mau sama lo!!" Ucap Nathan sembari menepuk bahu Kai.
"Hmmm gue mah udah sabar dari dulu Nath!!" Ucap Kai.
"Ya lo banyakin berdoa lah!!" Sahut Nathan.
"Nathan!!!" Teriak Anna.
"Gue pergi dulu ya Kai!!" Pamit Nathan.
"Yoi...jangan lupa undang gue ya!!" Jawabnya.
"Siap!!"
Nathan menghampiri Anna yang menunggunya.
"Ada apa??" Tanya Nathan.
"Gak ada apa-apa, cuma pengen gandengan aja!!" Ujar Anna sambil mengaitkan tangannya ke tangan Nathan.
Mereka berdua tersenyum bahagia...
"Nanti kita tunangan, kamu mau apa??" Tanya Nathan.
__ADS_1
"Hmmm...aku cuma mau coklat!!" Ucap Anna dengan wajah manisnya.
"Ck...kamu ini gak romantis banget!!" Nathan memalingkan wajahnya.
"Eh...aku gak bermaksud begitu, kan kamu tanya aku mau apa, ya aku jawab kalo aku mau coklat!!" Jelas Anna.
"Hmm iya deh aku beliin!!" Nathan pasrah.
Sesampainya mereka di minimarket, Anna mengambil beberapa bungkus coklat favoritnya. Nathan tercengang melihat tindakan Anna yang mengambil coklat sebanyak itu.
Nathan tersenyum melihatnya, ia senang jika Anna senang.
"Udah belinya??" Tanya Nathan.
Anna tersenyum kemudian menjawab "Iya udah!!".
Nathan membuang nafas perlahan...
"Haduh...dia gak takut diabetes apa. Makan yang manis-manis kayak gitu??" Pikir Nathan.
Setelah membayar Nathan membawa pergi Anna ke danau, dan bersantai disana sambil menikmati udara segar.
"Nath??" Panggil Anna.
"Hmmm??" Jawab Nathan ia membaringkan kepalanya dipundak Anna.
"Seperti apa ya kehidupan di kekaisaran Tiongkok itu??" Tanya Anna.
"Hmmm...Entahlah, aku tak tahu memangnya kenapa??" Ujar Nathan.
Anna menggeleng kemudian menatap langit cerah, ia tersenyum sambil memejamkan matanya. Membayangkan seperti apa rasanya hidup sebagai permaisuri.
Tiba-tiba Nathan mencium pipi Anna, sontak saja mata Anna membulat. Ia terkejut dengan kelakuan Nathan, Nathan hanya tersenyum dan pura-pura tak ada kejadian apa pun.
"Nath!!" Panggil Anna lirih.
"Iya Na??" Jawabnya.
"Kalo aku mati, kamu bakalan cari yang lain gak??" Tanya Anna.
"Kok pertanyaannya gitu sih, sudah jelas aku akan mencintaimu sampai mati!!" Jawab Nathan.
"Ya kali aja gak gitu, cowok kan buaya!!" Ucap Anna.
"Buaya buntung hah..!!!" Nathan mencubit hidung Anna.
"Iiihh awas ya kamu, aku kejar kamu!!" Nathan berlari kemudian Anna mengejarnya.
"Ayo kejar kalo bisa!!" Ucap Nathan.
Anna tampak kelelahan lalu ia terduduk di tanah, Nathan berhenti kemudian mendekati Anna.
"Kamu capek??" Tanyanya.
Anna mengangguk setelah itu Nathan ikut duduk disamping Anna. Menyandarkan kepalanya ke pundak Anna.
"Aku juga capek, lebih baik aku lari dari kejaran kamu. Dari pada lari dari kenyataan!!" Celetuk Nathan.
"Hahahaha...kamu ini aneh ya!!" Ucap Anna sambil mencubit lengan Nathan.
**BERSAMBUNG...
TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR
YANG MAU FEEDBACK JUGA SILAHKAN
SILAHKAN KALO ADA SARAN.
__ADS_1
SALAM MANIS AUTHOR
-- I L Y** --