
"Noan, apa yang diinginkan mata-mata itu??" Tanya Nathan cemas.
"Entahlah Tuan, yang pasti mereka sekarang mengincar Nona Anna!!" Seru Noan yang juga cemas.
"Ck...sial!!" Umpat Nathan ia bergegas masuk ke dalam mobilnya lalu menyusul Xia He yang membawa Anna pergi menjauh dari mata-mata tersebut.
"Anna tunggu aku!!".
Disisi lain...
Sebuah mobil menghimpit mobil Xia He dan menghadang mobil Xia He, karena kesal Xia He turun dan memarahi pemudi mobil tersebut. Sebaliknya rekan yang berada di dalam mobil tersebut memanfaatkan kesempatan untuk menculik Anna.
Mereka membuka pintu mobil Xia He dan menarik paksa Anna untuk turun dari mobil.
"Hei lepaskan dasar bodoh!!" Ucap Anna berusaha membebaskan diri, sedangkan Xia He berusaha membantu Anna namun ia juga ditahan oleh rekan-rekan nya yang lain.
"Diamlah...kau pasti akan baik-baik saja!!" Jawab penculik tersebut.
Xia He menginjak kaki pria yang menahannya kemudian berlari mencoba membebaskan Anna, namun ia kembali ditangkap dan didorong kasar oleh mereka. Mereka bergegas masuk ke mobil lalu melaju kencang meninggalkan Xia He yang berteriak histeris.
"Mei Lin!!!" Teriaknya sambil terduduk lemas.
__ADS_1
Xia He mengambil ponsel nya kemudian memberitahukan Nathan tentang kejadian Anna diculik.
Nathan menitikkan air matanya, ia mendadak bisu tak berani berkata-kata lagi.
"Payah...!!" Ucapnya lirih.
"Dasar payah...payah...payah.. payah!!" Ucapnya lagi sambil membentur-benturkan kepalanya ke setir mobil.
"Payah...kau payah Nathan, kau sama sekali tak bisa menjaga dia. Payah memang lemah!!" Nathan terus merutuki dirinya sendiri, ia terus menangis sedih.
Xia He yang masih terhubung dengan ponsel Nathan pun mendengar ucapan Nathan yang menyalahkan dirinya. Ia menarik nafas perlahan kemudian menghembuskan nya.
"Andai saja aku tak pulang kerumah dan membawa Anna jalan-jalan. Mungkin kejadiannya akan berbeda!!" Ucap Nathan lirih sambil terus menunduk lesu.
"Hey, walaupun kau ada disampingnya semua ini tak akan berubah. Karena ini adalah takdir dan sekarang bukan waktunya untuk bersedih, kejar mereka dan bawa kembali Mei Lin, Luan!!" Ucap Xia He berusaha membuat Nathan bangkit.
Nathan tersadar ia mengangkat kepalanya, kemudian tersenyum dan menghapus air matanya.
"Kau benar Xia He, kau obati saja dulu lukamu. Aku akan pergi melacak keberadaan Gong Yoo!!" Ucap Nathan.
"Baiklah, ingat selalu untuk berhati-hati Gong Yoo sangat licik. Kau harus mempersiapkan rencanamu dengan baik!!" Xia He menutup sambunga setelah Nathan berkata "Baik!".
__ADS_1
Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Yang ada dipikirannya saat ini adalah Anna, ia harus bisa membawa Anna pulang.
"Anna...bertahanlah!!" Ucapnya kemudian melaju kencang.
Sementara itu Anna dibawa pergi kesebuah tempat terpencil, ia dikurung disebuah gudang kosong yang sudah tak terawat tersebut.
"Hey, lepaskan aku bodoh!!" Ucap Anna berusaha membebaskan diri.
"Diamlah, cepat ikat dia!!" Ucap penculik tersebut.
"Hey lepaskan aku, kalian akan aku bunuh tau!!" Ucap Anna yang terus meronta.
"Coba saja kalau kau bisa!!" Ucap seorang wanita yang datang secara mendadak.
"Lihat, tangan dan kakimu telah terikat. Lalu bagaimana caramu membunuh mereka??" Ucapnya seolah-olah menghina Anna.
"Heh, meski tangan dan kakiku diikat tetap saja aku bisa membunuh kalian dasar bodoh!!" Ucap Anna yang menantang wanita tersebut.
"Hey, bukankah kau ini...."
***MATA NE***
__ADS_1