
"Katakan..!!!Siapa kamu, dan kenapa kamu memata-matai ku??" Tanya Anna.
Pria itu hanya terdiam lalu ia menengok ke arah para preman yang hendak membawa Anna.
"Apa!!! Mereka semua kenapa bisa terbaring ditanah??" Pikir pria itu.
Pria itu merasa khawatir dengan keadaan Anna.
"Cepat katakan!! kamu siapa??" bentak Anna.
"Maaf Nona...anda tidak apa\-apa kan. Saya hanya diperintahkan untuk melindungi Nona!!" Jawabnya.
"Melindungi??? Siapa namamu dan siapa yang menyuruhmu??" tanya Anna lagi.
"Nama saya Noan Nona...dan saya diperintahkan oleh Tuan muda Nathan!!" Jawab Noan.
"Uuh...aku keceplosan!!" Pikir Noan.
"Apaaa...!!! Dimana Nathan, kenapa dia menyuruhmu untuk melindungi ku??" Tanya Anna dengan wajah terkejut.
"Saya tidak berani memberi tahu Nona...saya berjanji tidak akan memberi tahu kebenarannya kepada anda!!" Tegas Noan.
"Kenapa??....Kenapa begitu...aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan Nathan. Kenapa???" Tanya Anna sambil menangis, lalu ia terduduk ditanah.
"Kenapa gak ada yang mau ngasih tau aku dimana Nathan!!" Ucapnya lirih.
"Nona bangunlah...Tuan muda Nathan pasti baik\-baik saja Nona..." Ucap Noan berusaha menenangkan Anna.
Anna melihat sebuah pistol yang berada di pinggang Noan. Dengan cepat Anna mengambil pistol tersebut dan menodongkan nya ke arah Noan.
"Katakan dimana dia....atau aku akan membunuhmu!!" Ancam Anna.
" Lebih baik saya mati Nona...dari pada anda dalam bahaya karena saya memberi tahukan yang sebenarnya!!" Tegas Noan.
"Cih...menyebalkan!!" Pikir Anna.
"Baiklah...jika kamu tidak mau memberi tahu aku...maka aku akan bunuh diri!!" Ancam Anna, lalu Anna membalikan arah pistol dari arah Noan ke kepala Anna.
"Tidak Nona...saya mohon jangan lakukan itu!!!" Sahut Noan.
"Kalau begitu...katakan dimana Nathan!!!" Tegas Anna.
"Baiklah...akan saya katakan, tetapi anda harus meletakan pistol itu!!" Suruh Noan.
Di waktu yang bersamaan...
"Pangeran bagaimana ini??? kita kehabisan tenaga!!" Tegas Albert pengawal pribadi pangeran.
"Panggil bantuan...sebelum mereka datang kita harus bisa melawan musuh!!" Tegas Pangeran.
"Baik!!!" Seru para pengawal.
Perkelahian terjadi, banyak korban yang berjatuhan mereka rela berkorban demi menjaga Pangeran agar tetap hidup. Dengan sisa tenaga yang ada, mereka melawan musuh dengan cara apapun. Karena mereka yakin mereka pasti akan menang.
Pangeran merasa lelah, ia kewalahan menghadapi musuh-musuhnya. Pangeran jatuh terduduk ditanah, namun ia berusaha untuk bangkit kembali.
Pertarungan selesai, hanya menyisakan Pangeran dan Huan Qin. Mereka berdua saling berkelahi, Pangeran terjatuh lemas. Dia sangat lelah, tak mampu untuk berdiri lagi.
__ADS_1
---------------------------------------------------------------------
"Baiklah Nona...Tuan Muda Nathan, dia berada disebuah hutan Pinus. Saat ini beliau tengah bertarung melawan musuh yang ingin merebut kekuasaan Tuan Muda Nathan!!!" Jawab Noan.
Anna terkejut, begitu banyak pertanyaan di benaknya. Ia ingin sekali mengungkapkan pertanyaan tersebut, namun ia tak memiliki cukup waktu.
"Apa yang terjadi, dan antarkan aku kesana sekarang!!" Perintah Anna.
"Baik tetapi Anda harus memakai ini!!" Ucap Noan sembari memberikan sebuah pistol.
Anna bersiap-siap menuju tempat Nathan berada.
"Nathan setelah aku menemukanmu, kau harus jawab semua pertanyaan ku. Aku akan datang membantumu, tunggu aku Nathan!!" Batin Anna.
---------------------------------------------------------------------
"Sudahlah Pangeran...tak ada gunanya engkau melawan!!" Ucap Huan Qin.
"Serahkan saja semuanya padaku. Dan aku akan membiarkan mu tetap hidup!!" Lanjutnya.
Sang Pangeran menatap Huan Qin dengan penuh amarah, ia tak akan menyerahkan apa yang dia miliki.
"Aku tak akan menyerahkan nya padamu, ini milik ku dan aku berhak untuk memilikinya!!" Tegas Pangeran.
"Maafkan aku, aku harus meninggalkanmu. Aku harap kau hidup bahagia dan aman kelak, maafkan aku, maafkan aku!!" Batin Pangeran.
"Jikalau begitu, kau harus mati Pangeran!!" Ancam Huan Qin dengan nada sedikit berteriak. Lalu Huan Qin menodongkan sebuah pistol ke arah kepala Pangeran.
Doooorrrrr....
Huan Qin menghentikan tindakannya, ia melepaskan senjatanya kemudian jatuh terduduk sambil memegangi tangannya yang terluka.
"Apa!!!...kenapa aku masih hidup" Pikir Pangeran.
"Dan mengapa ia jatuh terduduk dengan luka ditangannya??" Pikirnya lagi.
Pangeran memalingkan wajahnya ke belakang, dan terkejut melihat siapa yang datang.
Dengan terengah-engah Anna berhasil menembak Huan Qin, lalu ia berlari menghampiri Nathan.
"Anna..." Pikir Nathan.
Anna berlari menghampiri Nathan. Lalu ia duduk berhadapan dengan Nathan, Anna memperhatikan wajah Nathan yang penuh luka. Air mata Anna menetes lalu Anna memeluk Nathan dan menangis di pelukan Nathan. Nathan membalas pelukan Anna, ia merasa lega dan juga takut. Takut jika Anna akan membencinya.
"Nathan....Kamu kemana aja...Aku...aku..." Ucap Anna terbata-bata.
"Di hatimu...." Canda Nathan, ia berusaha membuat Anna tersenyum.
Anna memukul lengan Nathan, lalu ia menjewer telinga Nathan.
"Dasar ya aku ngomong serius kamu malah bercanda!!" Tegas Anna.
"Berani sekali kamu bercanda dalam situsi seperti ini hah!!" Lanjutnya sambil terus menjewer telinga Nathan.
"Aduh...duh..sakit Na... maaf-maaf aku janji gak bakalan ngulangin itu lagi!!" Ucap Nathan dengan nada merintih.
"Ya udah tapi jangan gitu lagi!!" Ucap Anna lirih dan melepaskan jeweran nya.
"Tapi boong!!" Ucap Nathan lalu tertawa.
__ADS_1
"NATHAANNN!!" Teriak Anna sambil memukul-mukul lengan Nathan.
"Iya-iya maaf, untuk masalah itu aku memang berbohong. Tapi untuk masalah mencintaimu aku bersungguh-sungguh!!" Ucap Nathan.
"Dasar...gombal!!" Anna tersenyum ia lega Nathan baik\-baik saja.
"Aku sayang kamu!!" Celetuk Nathan.
"Udah jangan nangis lagi...aku disini aku pasti jagain kamu!!" Ucap Nathan sambil menghapus air mata Anna.
Anna tersenyum...
Huan Qin kembali berdiri...
"Berani-beraninya kau menembak ku!!" Ucapnya.
"Oh iya, maaf aku telah melupakanmu!!" Ucap Nathan sambil berdiri dan menghadap Huan Qin.
Anna bersembunyi dibalik punggung Nathan, ia takut terjadi sesuatu terhadapnya dan juga Nathan.
"Pangeran cepat serahkan padaku!!" Ucap Huan Qin tak mau menyerah.
"Aku sudah bilang, aku tak akan pernah menyerahkannya padamu. Dan asalkan kau tahu, kau itu hanya dimanfaatkan Gong Yoo!!" Ucap Nathan.
"Apa!!" Batin Huan Qin.
"Tidak itu pasti bohong, dia tidak mungkin memanfaatkan ku!!" Ucap Huan Qin membela Gong Yoo.
Nathan tersenyum sinis seakan-akan sedang menghina Gong Yoo dan merendahkan Huan Qin.
"Ternyata kau sama sekali tak sadar!!" Ucap Nathan.
"Kau mengkhianati aku dan lebih memilih Gong Yoo!!" Lanjutnya.
"Apa kau tahu, orang-orang yang mengikuti ku kelak akan mendapatkan apa yang mereka mau!!" Nathan tersenyum sinis.
"Diam kau...kau sama sekali tak mengerti perasaan kami Pangeran!!" Tegas Huan Qin.
Anna merasa ketakutan, kemudian Huan Qin melihat Anna dan hendak menembaknya.
Dooorrr....
Anna terkejut....
"Apa yang terjadi, siapa yang ditembak??"
"Apa aku mati, mengapa aku menutup mataku??" Begitu banyak pertanyaan yang muncul.
**BERSAMBUNG...
TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR
SILAHKAN YANG MAU FEEDBACK.
SALAM MANIS AUTHOR..
-- I L Y** --
__ADS_1