
Hari pertunangan...
Disebuah hotel mewah dan megah, tampak begitu banyak tamu kehormatan. Para pengawal menjaga ketertiban, dan tetap waspada. Anna memakai gaun cantik dengan hiasan bunga di kepalanya. Tampak anggun bak seorang putri kerajaan.
Pertukaran cincin dimulai...
"Reyhanna...apakah kamu mau menikah denganku??" Tanya Nathan sembari berlutut dan menunjukan sepasang cincin ditangannya.
Dengan rasa gugupnya, Anna menjawab
"Ya...aku mau!!" Ucapnya kemudian.
Tepuk tangan para tamu bergemuruh, teriakan para tamu yang ikut bahagia kala itu. Nathan berdiri dan meraih tangan Anna, memasangkan cincin dijari manis Anna. Hal yang sama dilakukan Anna.
"Wah...Nathan dan Anna cocok banget..." Seru para kaum wanita.
"Wiiih...cantik banget deh Anna...!!" Seru para laki-laki tak mau kalah.
Nathan memeluk Anna, mereka sungguh bahagia. Kedua belah pihak keluarga juga ikut berbahagia, saatnya pengambilan foto bersama.
Cicil dan Ros juga hadir di acara tersebut, mereka sangat bersyukur akhirnya Anna akan menikah. Kedua sahabatnya itu kemudian berfoto dengannya.
Namun hal tak terduga menimpa mereka.
Seseorang menerobos dan masuk kedalam, ia mendekati Anna dan Nathan. Kemudian...
Doooorrrrr....
Satu tembakan dari pria tersebut, setelah menembak pria tersebut berlari. Para pengawal Nathan segera menyusul nya, Ros yang membawa bayi nya bersembunyi dikamar.
"Ros kamu cepat masuk ke kamar, Evans Lindungi anak dan istrimu!!" Tegas Cicil.
"Cil aku ngejar orang itu dulu ya!!" Ucap Raffy kemudian ia mengejar pria tersebut.
Semua tamu menjerit, mereka berhamburan keluar dari hotel...
Sedangkan...
Nathan menatap ke arah Anna, Anna tersenyum kemudian jatuh pingsan. Peluru tersebut berhasil mengenai bagian perut kiri Anna. Sontak membuat Nathan cemas, kemudian Nathan menggendong Anna dan berlari membawanya kerumah sakit.
Cicil yang melihat Anna terluka, mendadak lemas ia mengikuti Nathan kerumah sakit.
Suasana rumah sakit begitu hening, hanya ada suara tangisan dari Mama Anna. Nathan berdiri sambil menundukkan kepalanya, sedangkan Cicil menenangkan Mama Anna.
Sampai akhirnya suara panggilan telepon memecah keheningan, Nathan segera mengangkat nya.
Setelah itu ia mengepalkan tangannya, kemudian berjalan keluar. Cicil mengikuti Nathan keluar.
"Tante...Cicil tinggal sebentar gak apa-apa kan??" Tanyanya.
"Gak apa-apa kok nak, terima kasih ya!!" Jawab Mama Anna.
Cicil tersenyum kemudian mengangguk dan pergi menyusul Nathan.
Sampailah ia di suatu tempat, sebuah rumah kecil yang gelap dan tak berpenghuni tersebut terdapat anak buah Nathan dan seorang pria yang tengah berlutut.
Nathan memukul wajah pria tersebut, ia menyiksanya kemarahan Nathan memuncak. Kepedihan nya tak tertahankan.
__ADS_1
"Berani-beraninya kau mencelakai tunangan ku!!" Ucap Nathan setelah berhenti memukul.
Cicil merasa kenal dengan pria tersebut, sesaat sebelum Nathan memukulnya lagi Cicil menahan tangannya, kemudian mendekati pria tersebut.
Plaaaakkk....
Tamparan yang amat teramat panas dan pedih itu Cicil tumpahkan pada pria tersebut.
"Kau...Alvaro bukan??" Tanya Cicil dengan nada marah.
Nathan tercengang...
"Berani sekali kau mencelakai Anna!!" Cicil menamparnya lagi.
"Ma...maaf kan aku, tadinya aku pikir peluru tersebut akan mengenai Nathan!!" Ucapnya kemudian.
"Kenapa kau lakukan itu!!" Bentak Nathan.
"Karena aku mencintainya tapi dia sama sekalu tak mencintaiku. Bahkan pesan yang aku kirim sama sekali tak dibalasnya. Aku mohon maafkan aku, maaf kan aku. Aku sungguh menyesal!!" Jawab Alvaro.
"Kau harus mendekam di penjara!!" Tegas Cicil.
Pagi berikutnya, Anna mulai siuman semalam Mama Anna menelpon dan memberi tahu bahwa operasi Anna berjalan lancar.
Semalaman Nathan menunggu Anna, ia begitu khawatir dengan keadaannya. Anna membuka matanya.
"Nathan..!!" Lirih Anna.
Nathan terbangun dan menatap Anna, kemudian tersenyum dan memeluk Anna.
Anna tersenyum manis dan membalas pelukan Nathan.
Pagi berikutnya setelah keluar dari rumah sakit...
Nathan menemui Anna, pagi yang indah dan cerah sungguh asyik untuk jalan-jalan pagi. Lari pagi bersama teman, keluarga, atau pun pasangan sangatlah asyik.
Di sebuah taman...
"Na...kamu mau ikut gak??" Tanya Nathan membuka percakapan.
"Emangnya mau kemana??" Tanya Anna.
"Aku rencananya mau liburan ke China, ya sekalian ajak kamu dan keluarga kamu juga kesana!!"
"Kamu mau ikut kan??" Lanjutnya.
"Hmmm...boleh deh aku ikut, asalkan sama kamu aku ikut aja!!" Jawab Anna sembari tersenyum manis.
"Manis bener pacarku ini!!" Ucap Nathan sambil mencubit pipi Anna.
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, suasana taman yang belum terlalu ramai. Membuat mereka serasa dunia milik berdua.
Pulang dari taman. Nathan memberikan sebuah kalung liontin cantik berbentuk bintang, dan terdapat ukiran tulisan Tiongkok kuno disana. Sungguh cantik dipakai oleh wanita yang cantik.
"Aku punya hadiah buat kamu!!" Ucap Nathan.
Nathan mengambil sebuah kotak di dalam sakunya, lalu ia membuka kotak tersebut dihadapan Anna.
__ADS_1
"Wah..kalungnya bagus banget Nath!!" Seru Anna girang.
"Aku pakai kan ya!!" Ucap Nathan.
Nathan memakaikan kalung tersebut.
"Selera Nathan bagus juga!!" Pikir Anna.
One week later...
Hari ini keluarga Nathan dan Anna akan pergi berlibur ke China, Nathan harap-harap cemas. Ia takut jika Gong Yoo akan pergi ke China juga.
Di Negara China...
Mereka telah sampai ditujuan, Nathan memilih tempat penginapan di Villa pribadinya. Setelah selesai berkemas, mereka semua pergi berkeliling berburu makanan dan hiasan khas Tiongkok.
"Aku mau bawa kamu ke suatu tempat, kamu pasti suka!!" Ucap Nathan.
"Ah..dimana itu aku mau kesana!!" Jawab Anna girang.
Nathan tertawa dan mengusap lembut puncak kepala Anna, mereka berjalan sampai akhirnya.
"Kalau kita jalan pasti nanti capek, bagaimana kalau kita naik sepeda aja??" Tanya Nathan.
"Hmmm boleh juga!!"
Nathan memanggil pengawalnya dan meminta mereka untuk membawa sebuah sepeda. Setelah sepeda itu sampai, Nathan memboncengi Anna.
Sampailah di suatu tempat yang indah, udara yang begitu sejuk. Juga pemandangan yang begitu indah, air danau yang begitu jernih cocok sekali untuk menenangkan pikiran.
Danau Xi Hu
"Wah Nath...bagus banget disini juga sejuk banget..." Seru Anna girang.
Anna merentangkan kedua tangannya ke samping, menghirup udara segar. Anna menutup matanya, dan menikmati suasana di danau Xi Hu.
"Nath...bagaimana kalau Gong Yoo juga ada disini??" Tanya Anna.
Nathan memeluk Anna dari belakang, ia menyandarkan kepalanya di pundak Anna. Dengan nada lirih ia berkata.
"Jangan khawatir, aku ada disini!!" Jawabnya.
Anna tersenyum...
"Nath...meskipun terlihat tenang, tapi didalam hatimu ada sebuah keraguan. Aku tahu kau hanya ingin membuatku bahagia, tapi lain kali jangan sembunyikan kerisauan mu. Karena aku dapat merasakan nya, aku tahu siapa dirimu. Sekuat apa pun dirimu, kau tak akan mampu menampung semua beban sendiri!!!" Lirih Anna dalam hatinya.
OKE TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR.
MOHON SARAN DAN BANTUAN NYA.
SALAM MANIS AUTHOR...
-- I L Y --
__ADS_1