
Anna terkejut melihat Huan Qin yang terjatuh dengan luka tembak di dadanya.
Anna menangis sejadi-jadinya...
Nathan memeluk Anna, pelukan hangat yang Anna rindukan selama ini. Rasa rindu seharian tak bertemu, alangkah bahagianya Anna.
Tiba-tiba para musuh datang menghampiri mereka, sontak membuat Anna dan Nathan terkejut. Anna dan Nathan berdiri.
"Halo Pangeran, bagaimana kabarmu??" Ujar salah seorang dari mereka.
Yakni Gong Yoo mantan pengawal pribadi Nathan. Dia mengkhianati Nathan dan berniat merebut kekuasaan Nathan.
"Hoho... Gong Yoo, pengawal pribadiku. Tumben sekali kamu datang padaku!!" Balas Nathan dengan wajah licik.
"Hah... sudahlah sebaiknya Pangeran menyerah saja, Ryu, Yang serang mereka berdua!!" Ucap Gong Yoo.
Anna terkejut melihat kedua orang yang hendak menyerang mereka.
"Nath...itu...itu orang yang mau nyulik aku!!" Seru Anna.
Pengakuan Anna tersebut membuat Nathan semakin marah, pasukan musuh menyerang mereka berdua.
Doooorrrr
Tembakan ke udara membuat kedua belah pihak terkejut. Mereka menghentikan penyerangan dan berbalik menuju arah suara tersebut.
"Anna, Nathan cepat kemari!!" Panggil ayah Anna.
"Papa!!" Ucap Anna pelan.
---------------------------------------------------------------------
Sebelumnya...
"Apa kamu tahu apa yang terjadi sebenarnya??" Tanya Papa Anna.
"Iya aku tahu, cepat panggil semua pasukan kita akan menghampiri Anna!!" Ucap Kriss.
Sebelumnya Kriss melacak keberadaan Anna dengan menggunakan ponselnya, mereka berangkat mencari keberadaan Anna dan Nathan.
Mereka tahu siapa Nathan yang sebenarnya, dan sejak awal mereka khawatir akan terjadi hal seperti ini.
---------------------------------------------------------------------
keduanya berlari menghampiri Ayah Anna. Ayah Anna membawa pasukan pengawalnya, pasukan musuh kalah jumlah. Gong Yoo berlari meninggalkan tempat itu, ia takut mati karena pertempuran tersebut. Pertarungan berlanjut, Anna, Nathan, Ayah Anna dan pengawal pribadi Anna pergi berlari mencari tempat perlindungan.
Doooorrrrr...
Peluru tersebut mengenai punggung Nathan. Gong Yoo adalah pelakunya, ia berniat menembak Anna namun Nathan yang melihatnya. Dengan cepat memeluk Anna dan melindungi dia.
Owen, ketua pengawal tersebut menembak balik Gong Yoo. Namun tak berhasil karena Gong Yoo telah meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
"Nathan...Papa bawa Nathan kerumah sakit pah!!" Seru Anna sambil menangis.
Ayah Anna membawa Nathan kerumah sakit, Nathan masuk keruang operasi.
Keesokan paginya...
Anna terus menunggu Nathan, setelah operasi selesai. Dokter mengatakan bahwa Nathan dalam keadaan lemah.
"Dok...bagaimana keadaannya??" Tanya Anna
"Pasien dalam kondisi yang lemah, ia hanya butuh istirahat. Operasi berjalan dengan baik, pastikan ia istirahat dengan benar!!" Jawab dokter.
"Baik dok!!"
Anna terus menunggu Nathan, Sampai akhirnya Nathan siuman. Bahkan Anna menginap di rumah sakit, ia menolak pulang.
Nathan membuka matanya, ia merasa sangat pusing dan tak kuasa bergerak. Kemudian ia melihat kesamping, Anna tengah tertidur lelap. Nathan tersenyum.
"Ngantuk banget yaa..." Seru Nathan sembari mengelus kepala Anna.
Karena merasakan adanya sentuhan tangan hangat, Anna terbangun dari tidurnya lalu tersenyum melihat Nathan yang telah sadar.
"Nathan!!" Seru Anna gembira.
"Iya ini aku. Kenapa bangun??" Tanya Nathan.
"Emangnya gak boleh ya!!" Anna memonyongkan bibirnya.
"Boleh serigala manis!!" Ucap Nathan sambil mengelus kepala Anna.
Setelah bercakap-cakap Anna mengambil semangkuk bubur yang diberikan oleh suster, lalu menyuapi Nathan.
"Nath...kenapa Gong Yoo manggil kamu dengan sebutan Pangeran??" Tanya Anna.
"Karena aku emang Pangeran!!" Jawab Nathan bangga.
"Ceritain lah" Rengek Anna.
"Dulu ada sebuah kerajaan Tiongkok kuno, namanya Dinasti Luan. Kerajaan tersebut sekarang udah gak ada lagi, kerajaan tersebut hancur!!" Cerita Nathan.
"Terus kenapa mereka manggil kamu Pangeran??"
"Karena sebenarnya, kerajaan tersebut masih ada namun hanya terdapat kuil nya aja. Di dalam kuil tersebut ada harta berharga milik Dinasti Luan!!" Lanjut Nathan.
"Dulu kakek yang menemukannya dan merawatnya dengan baik, sampai ia menemukan sebuah wasiat bahwa 'barang siapa yang merawat Kuil Luan Jhong maka akan dinobatkan sebagai Raja dan gelar Pangeran kepada anak dan cucu-cucunya' begitulah" Sambung Nathan.
"Jadi kamu ini memang bener Pangeran??" Tanya Anna sekali lagi.
"Iya Nana...setelah Kakek baca wasiat itu, kakek ubah namaku jadi Pangeran Luan Jianheeng. Lalu aku tinggal di cina setelah kakek meninggal dia menitipkan Kuil tersebut padaku!!" Jawab Nathan.
"Nah sekarang aku kembali ke kampung halamanku dan bertemu dengan calon permaisuri cantik!!" Canda Nathan ke Anna.
__ADS_1
"Ada-ada aja sih" Anna tertawa.
"Hmmmm...nama kamu jadi Mei Lin Jianheeng, gimana suka kan. Nanti kamu ikut aku ke cina ya!!" Tawar Nathan.
"Hmmm baiklah aku mau ke toilet sebentar!!" Pamit Anna.
Selepas Anna pergi Kriss datang menghampiri Nathan, kemudian ia menanyakan kabar Nathan.
"Hai Nath!!" Sapanya.
"Kamu apa kabar, apa lukamu sudah sembuh??" Lanjutnya.
"Yah...sepertinya begitu!!" Jawab Nathan.
"Tadinya aku sempat meragukan mu!!" Sahut Kriss.
"Tapi setelah melihatmu mempertaruhkan nyawamu demi Anna, aku rasa aku akan menerimamu!!" Lanjutnya.
"Maaf sudah membuatmu meragukan ku!!" Jawab Nathan sembari tersenyum.
"Yah...aku pikir juga begitu, kau sudah sangat populer di kalangan mafia!!" Ucap Kriss.
"Tapi aku bukan mafia, aku hanya seorang pelajar!!" Sangkal Nathan.
"Iya aku tahu, itu sebabnya kau harus bisa melindungi Anna. Dia memang bisa menjaga dirinya, tapi dia tetaplah seorang wanita lemah!!" Tegas Kriss.
Permintaan Kriss membuat Nathan melamun, ia tahu kalau ia sudah membuat Anna masuk ke kehidupan kejamnya. Rasa bersalah menyelimuti Nathan, ia menahan air matanya. Dan tersenyum pahit.
"Baiklah...aku pasti akan melindunginya!!" Jawab Nathan.
"Walaupun aku tak tahu bagaimana caranya, aku hanya bisa berharap semua ini akan berakhir!!" Batin Nathan.
"Ya baiklah aku pergi dulu!!" Pamit Kriss.
Nathan mengangguk kemudian ia menatap keluar jendela, ia marah pada dirinya sendiri. Rasanya ia telah membuat Anna dalam bahaya, takdir yang telah membuatnya seperti ini.
Kriss masih berada di kamar Nathan, ia lihatnya Nathan dengan tatapan sendu. Ia sangat mengerti perasaan Nathan saat ini, rasa bersalah yang tiada henti.
"Aku harap kau bisa menjaga Anna, karena yang ku tahu kau adalah pria yang hebat Nathan!!" Batin Kriss kemudian ia meninggalkan kamar Nathan.
Tanpa disadari air mata jatuh dari kelopak mata Nathan, rasanya sakit dan pedih. Ia juga berharap semua akan berakhir, namun pada akhirnya semua itu hanyalah khayalan.
Bayang-bayang masa lalu terus hadir di benak Nathan, andai saja ia bukan siapa-siapa Nathan akan hidup dengan damai.
Anna pergi mengganti pakaiannya, juga ia pergi kesebuah minimarket untuk membeli makanan. Ia lihatnya Audrey yang tengah menunggu Kriss, lantas Anna menghampirinya.
"Kak...kakak kenapa ada disini??" Tanya Anna.
"Aku sedang menunggu Kriss, dia sedang menjenguk Nathan!!" Jawab Audrey.
"Ah itu dia!!" Pekik Audrey.
__ADS_1
"Kami pergi dulu, sampai jumpa Anna!!" Pamit Audrey.
Anna melambaikan tangannya...