The Cute Wolf

The Cute Wolf
Kucing


__ADS_3

"Dasar...apa semua laki-laki sama seperti mu??" Sahut Anna.


"Sudah...besok kita pulang dari China. Berkemaslah!!' Ucap Nathan melepas pelukan lalu mengelus lembut rambut Anna.


"Ah benarkah...baiklah aku akan berkemas!!"


Keesokan harinya...


"Ayo cepat, nanti kita ketinggalan pesawat!!" Ucap Mama Nathan.


"Iya...iya kami cepat nih!!" Jawab Nathan dengan wajah datar.


Beberapa hari berikutnya, Anna beserta keluarga besarnya telah kembali ke negara F. Suasana bandara yang ramai...


"Anna!!!" Teriak Cicil dan Rose.


Anna menoleh terkejut melihat sahabatnya menjemputnya di bandara. Anna berlari menghampiri mereka sambil melambaikan tangannya.


"Kalian kenapa bisa ada disini??" Tanya Anna yang memeluk mereka berdua.


"Ya aku tahu kamu akan pulang dari Nathan!!" Ucap Cicil.


"Oh ya, gimana kabar kalian dan anak-anak kalian??" Tanya Anna sambil melepas pelukan.


"Ehem...ehem...!!" Nathan pura-pura batuk agar diperhatikan.


"Apaan sih ganggu aja!!" Anna yang sengaja memanas-manasi Nathan.


Nathan mendekat kemudian berbisik...


"Jangan cuekin aku, atau kita lanjutkan kejadian kemarin. Hemmm!!" Seketika wajah Anna berubah merah, ia mendorong pelan tubuh Nathan agar menjauh darinya.


"Iya-iya gak bakalan!!" Jawabnya sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Yuk kita makan. Ma, Pa kalian pulang duluan aja, aku sama teman-teman mau jalan-jalan dulu!!" Ucap Anna yang kembali mengabaikan Nathan.


"Aih...baiklah kalau begitu!!' Ucap keluarga Anna dan Nathan serentak.


"Dasar wanita ini ternyata tidak takut dengan ancaman ku ya!!" Batin Nathan.


Di sebuah kafe, diperjalanan Anna sengaja menelpon Silvia agar ikut gabung bersamanya.


"Hai Mei Lin!!" Sapa Xia He.

__ADS_1


"Ah Xuan...sudah lama kita tak bertemu!!" Anna memeluk Xuan.


"Jangan panggil aku Xuan, sekarang namaku adalah Xia He!!" Tegas Xia He.


"Ah iya...maafkan aku, aku lupa!!" Jawab Anna melepaskan pelukannya.


"Mari kita makan bersama!!" Lanjut Anna.


"Aku senang akhirnya kalian punya baby!!" Sahut Anna senang.


"Toh kau juga akan punya baby, Mei Lin!!" Jawab Xia He sambil menepuk bahu Anna.


"Ya, tapi aku rasa itu akan lama sekali. Urusan Gong Yoo belum selesai, bagaimana pun aku dan Nathan harus bisa mengalahkannya!!" Ucap Anna mendadak lesu, ia meminum tehnya memegang kuat cangkir tersebut. Menundukkan kepala.


"Yah walau bagaimanapun caranya, aku dan Nathan pasti akan hidup dengan tenang!!" Lanjutnya kini dengan senyum pahitnya.


Mendadak semua orang lesu dan saling menundukkan kepalanya. Bagaimana tidak ada perasaan sedih di hati mereka, jika orang yang telah membantu mereka dalam kesusahan. Hanya bisa berharap dan berdoa saja, semoga kelak mereka dapat bersama.


Hari menjelang sore, Anna diantar pulang oleh Xia He namun diperjalanan terjadi sesuatu. Xia He melihat seseorang yang bertingkah tidak biasa, ia pun merasa curiga dengan orang tersebut. Lantas Xia He menelpon Nathan.


"Ah Mei Lin, aku akan pergi menelpon dulu. Kau jalan duluan ke mobil ya!!" Ucap Xia He.


"Baiklah, segeralah kembali aku takut terjadi apa-apa sama kamu!!" Jawab Anna sambil melambaikan tangannya.


Xia He tersenyum, setelah itu ia mengambil ponselnya dan menghubungi Nathan.


"Baik, jaga Mei Lin baik-baik. Aku akan selidiki semuanya!!" Perintah Nathan, ia pun segera memerintahkan orang-orang nya agar menyelidiki Gong Yoo dan rencananya.


Pulang dari kafe, Anna terlihat sangat lelah dan juga lesu. Ia membuka pintu kamarnya dan meletakkan kopernya dilantai. Namun seseorang tiba-tiba bertanya.


"Jadi nyonya muda Jiancheng masih ingat pulang ya!!" Ucapnya sambil bangkit dan menghampiri Anna.


"Tu...Tuan muda Luan!!" Jawab Anna gugup.


Nathan terus melangkah maju dan Anna terus melangkah mundur, sampai akhirnya Anna terpojok ke pintu. Anna gemetar ketakutan, ia tatapnya Nathan sambil menelan ludahnya. Nathan mengangkat dagu Anna dan menatap dalam mata Anna.


Nathan berniat ingin memberi Anna kecupan namun Anna tiba-tiba menangis, dan memasang wajah sedihnya. Andalan Anna setiap ingin meminta sesuatu tapi ditolak, hanya mimik inilah yang paling berguna.


Nathan menarik nafas panjang lalu membuangnya, ia tak pernah tega melihat Anna yang sedih itu. Walaupun sebenarnya ia tahu itu hanya pura-pura.


"Baiklah, apa yang kamu inginkan??" Ucap Nathan.


"Tidak ada, aku hanya sedang memikirkan suatu hal!!" Jawab Anna sambil menunduk.

__ADS_1


"Apa itu, katakan saja padaku!!" Sahut Nathan sambil memegang kedua pipi Anna dan mengangkatnya.


"Sahabatku semuanya sudah punya baby, tapi aku...!!" Ucapnya menggantung, ia turunkan lengan Nathan dari pipinya.


"Oooh...jadi kamu mau punya baby, kalau gitu bagaimana kalau kita buat sekarang??" Tawar Nathan sambil tersenyum jahil.


BUUUUKKKK....


Anna memukul perut Nathan, lalu menyeringai puas. Nathan memegang perutnya yang sakit itu kemudian mendekati Anna dan memeluknya dengan erat.


"Berani sekali ya Nyonya Luan!!" Tegas Nathan yang semakin mengencangkan pelukannya.


"Abisnya kamu suka banget bercanda. Kita kan belum menikah masa udah mau punya anak aja, gimana kalau Gong..." Ucapan Anna terhenti.


Nathan melonggarkan pelukannya sedangkan Anna kembali menunduk, Nathan menatap sendu Anna. Ia menghela nafas.


"Jadi itu yang dipikirkan nya!!" Batin Nathan.


Nathan kembali mengangkat wajah Anna lalu mencium lembut bibir Anna. Anna menutup wajahnya menahan kesedihannya sesaat, kemudian mengaitkan lengannya keleher Nathan.


"Jangan khawatir, kita pasti akan menikah!!" Batin Nathan.


Ketenangan mereka tak berlangsung lama, tiba-tiba Kriss mendorong pintu dan membuat Nathan menggigit bibirnya sendiri.


BRRAAAKKK...


Mereka menghentikan kegiatannya, Anna menatap Nathan dan terkejut melihat darah segar mengalir dibibir Nathan.


"Nath...bibir kamu berdarah!!" Ucap Anna cemas.


Kriss hanya memasang wajah tak peduli dan tak tahu apa yang terjadi. Ia memiringkan kepalanya dan bertanya...


"Kenapa berdarah??" Tanyanya.


"Ada seekor kucing mengigit bokongku!!" Jawab Nathan santai.


Anna menahan tawanya sedangkan Kriss mengangguk percaya.


"Mama manggil kalian buat makan malam bersama!!" Ucap Kriss lalu berjalan turun kelantai bawah.


"Sini aku obatin!!" Tawar Anna.


Anna hendak memegang bibir Nathan namun ditahan oleh Nathan.

__ADS_1


"Obatnya lanjutin aja yang tadi oke???" Ucapnya sambil tersenyum jahil dan pergi menyusul Kriss.


BERSAMBUNG🌹


__ADS_2