
"Pertemuan setelah pertengkaran memanglah sulit, namun jika tak pernah ada lagi penjelasan, itu hanya akan menyisakan kesalahpahaman"
*Author*
*********
Nayra menggenggam tanganku untuk pulang dan kembali ke villa tempat kami menginap, langit telah gelap dan rembulan mulai menampakkan dirinya dengan anggun.
Aku menjatuhkan diri pada kursi yang ada di balkon kamar kami yang berhadapan langsung dengan pemandangan super indah ala luar negeri yang tak kalah cantiknya. Keringat membasahi punggung dan dadaku, angin semilir mendinginkan keringat itu dan membawaku seakan melayang.
Ponsel.. Ahh.. iya, ponselku!
Selama seharian ini aku tak menyalakan ponselku, namun aku ingat ibu dan aku harus tahu kabarnya hari ini. Ku ambil ponsel itu dan menyalakannya.
Biip
Ponsel menyala, beberapa notifikasi muncul dan semuanya dari Juna, sembilan pesan menumpuk di inboxku. Aku membukanya dan membacanya satu persatu.
Pesan 1
Aku akan menunggumu malam ini di hutan kecil jam 7..
Pesan 2
Bi..
Pesan 3
__ADS_1
Bi.. kamu gak matiin ponselnya kan?
Pesan 4
Bi.. apa pesanku sampai?
Pesan 5
Bi.. malam ini temui aku, aku mohon.. ada sesuatu yang ingin aku sampaikan?
Pesan 6
Bi.. apa kau membenciku?? Tolong jawab..
Pesan 7
Aku akan menunggumu..
Bi.. aku udah di tempat..
Pesan 9
Kamu dimana?
Kulihat jam di kamar menunjuk angka 7 dan aku segera saja keluar kamar menuju tempat yang Juna pinta.
Dhegh!
Tunggu.. Apa itu benar dari Juna?
__ADS_1
Aku ragu dan berhenti melangkah keluar villa, aku ingat jika Hikma bisa melakukan apapun sesuka hatinya tanpa berpikir panjang. Aku mencoba menepis pikiran burukku dan mulai berjalan kembali menuju hutan kecil di belakang villa itu, aku sudah menyiapkan diriku untuk kemungkinan terburuk yang terjadi jika kelak memang Hikma yang menjebakku.
Lampu temaram berpendar di kegelapan hutan kecil buatan itu, beberapa sumber cahaya mulai berkedip-kedip menyeramkan membuatku takut dan ingin kembali.
Kubuka ponselku dan mencoba menghubungi Juna, bunyi sebuah nada dering terdengar samar di telingaku, aku mencari asal suara itu, aku tahu benar nada panggil Juna untukku adalah musik yang kini berbunyi karena aku yang dulu mengaturnya.
Ku sapu pandanganku dan rasakan sedikit demi sedikit bunyi itu berasal dari mana, aku hanya mendengarnya namun aku tak yakin dari mana asalnya. Bunyi itu berhenti, suara di seberang sana membuatku terhenyak. Segera saja aku bertanya pada Juna tentang keberadaannya, namun Juna tak kunjung menjawab.
Beberapa detik terasa hening dan mencekam, aku benci berada pada posisi seperti ini, aku tak mau, sungguh!
"Febri?" Suara di seberang jelas adalah suara Juna "tunggu disana, aku sudah melihatmu.. diamlah.."
"Kamu dimana??" Tanyaku, aku mulai terisak ketakutan, aku sungguh takut suasana seperti ini. Beberapa burung terbang tiba-tiba dari pohon satu ke pohon lainnya, dan aku yakin itu adalah burung hantu karena suaranya yang.
Whooo whooo
Burung hantu yang entah berada di pohon yang mana itu seakan memanggil-manggil.
"Aku di belakangmu.." katanya,
Aku berbalik dan mendapatkan dirinya tengah memegang ponselnya, panggilanku diakhiri.
Segera saja ku tanyakan mengenai apa yang akan ia sampaikan padaku malam ini. Ia hanya diam membisu dan perlahan-lahan menghampiriku, ia menarikku dan memelukku hangat.
Perasaan apa ini?? Kenapa ini begitu nyaman??
Aku hanya menikmati pelukan itu, napasnya berhembus di rambutku hingga terasa dingin. Jantungnya terasa berdebar-debar, ia terengah-engah.
"Aku rindu..." bisiknya seduktiv di telingaku, aku merinding dan begidik mendengar kata-kata itu.
__ADS_1
Ya Tuhan... apa yang aku lakukan? Kenapa aku menerima pelukannya? Tapi aku merasa sangat nyaman.. Arrghhh! Jadi, apakah sebenarnya yang terjadi disini??
💙**********💚