
"Ini adalah kali pertama Juna berani membawaku pada teman-temannya, aku senang ia mulai mau terbuka perihal aku"
*Febri*
"Ketika seorang laki-laki 'tertutup'mulai mengenalkanmu pada dunianya, ia telah bersedia menerima semua konsekuensi tentangmu"
*Author*
**********
Juna menggenggam tanganku dan membawaku ke sekre, dia memintaku duduk di depan sekre dan kami berbincang.
"Ada apa ini Juna??" Aku merasa heran.
"Ngga.." dia menggeleng dan tersenyum "yaa ini sekre aku Feb.." katanya.
Aku tahu Candra-kuu..
Beberapa orang berlalu lalang di sekre, seorang gadis menyapa Juna.
"Kak Juna, siapa nih?" Tanyanya ramah.
"Febri, pacar kakak.." katanya tanpa beban, ia menggenggam tanganku. Aku tersenyum seadanya.
"Ohh.. hehhe.." gadis itu hanya tersenyum, entah senyuman apa.
"Ini Santika, Bii.." Juna memperkenalkan gadis itu "tingkat dua anak departemen aku.."
"Febri.." aku menyodorkan tanganku padanya, ia menyambutku ramah.
"kakak, aku masuk dulu ya.." pamitnya.
Juna mengangguk, ia kembali fokus padaku, ia tersenyum memandangku, yang dipandang hanya terkekeh.
"Mm.. bisa ga kamu gak gitu banget? Hehhe" aku menutup matanya dengan tanganku, ia tersenyum.
"Iyaa.." jawabnya, "pinjem hp dong Bii.." pintanya.
__ADS_1
"Buat apa ahh??" Tanyaku investigativ.
"Pinjem ajaa.." Juna menatapku manja,
Iiihh.. jangan gitu dong, nanti aku ga bisa nolak..
Kurogoh ponselku dan memberikannya. Dia memberikan ponselnya juga padaku "nih punya aku.." katanya.
Aku menerimanya, sebuah ponsel sederhana dengan merk yang tak terkenal. Kubuka ponsel yang kuncinya masih manual itu, wallpapernya seorang wanita paruh baya bersama dirinya, ahh ibunya mungkin, lagipula wajahnya ada sedikit mirip.
Aku mulai masuk ke kehidupannya, aku klik galerinya. Ada beberapa photo dirinya dan banyak photonya bersama mahasiswa lainnya, ahh.. anak BEM yang lain mungkin, ada Santika juga disana.
Aku tersenyum melihat photo-photo konyolnya. Juna sedang tidur, mengobrol, Bermain, dan Aku tertegun, ada beberapa photo selfie Hikma.
Apakah selama ini Hikma selalu memegang ponsel Juna? Apakah Hikma tahu tentangku dari ponsel Juna?
Segera aku melihat kontaknya, tak ada namaku. Aku terdiam, tidak mungkin!
Semakin penasaran aku melihat kotak pesannya, aku hendak meng-klik kotak pesannya tapi..
"Mm.. Juna, boleh buka inbox??" Pintaku.
Dhegh!
20 pesan dari Hikma belum ia buka, aku ingin membukanya tapi.. haruskah?
Aku mencoba mengabaikan pesan itu, dan mencari nomorku namun aku tak menemukannya, ada isi pesan yang mirip dengan pesan terakhirku dengan nama kontak 'Bintang'
Ahh.. ternyata kontakku bernama Bintang
Aku tersenyum, tapi disitu hanya ada satu pesan. Mungkin Juna menghapus semuannya.
"Bii.." panggilnya, aku mengalihkan pandanganku pada Juna, dia memotretku beberapa kali.
"Ahh.. Junaa.." aku memukul pahanya kesal, ia malah tertawa.
__ADS_1
"Sini deh.." Juna menggeserku dan aku duduk di sampingnya, ia mengarahkan ponselku standby untuk selfie
"senyum Bii.." pintanya. Aku spontan memberikan senyuman terbaikku di depan kamera, dia memotret kami hingga beberapa kali.
Ahh.. berdebar-debar, apalagi ini di depan sekre dan di dalam ada beberapa anak BEM yang notabene juga teman-teman Hikma sedang berbincang.
Dddrrtt dddrrrttt
Ponsel Juna berdering, sebuah panggilan masuk, ku lihat nama pemanggilnya "Hikma.." aku memberikannya pada Juna, ia menerima panggilan itu dan memintaku untuk diam. Aku mengangguk.
"Iya, besok? Mm.. oke.. besok jam 8, oke.." ia menutup panggilannya.
Aku mengerutkan keningku, ia bangkit dan masuk ke sekre berbincang dengan beberapa orang disana. Sepertinya aku harus segera pergi, suasananya sedikit berbeda dan Juna mengembalikan ponselku.
"Juna, sepertinya aku harus pergi.." pamitku.
Ia mengangguk, aku memberikan senyumanku, berharap Juna bisa menerima energi positiv-ku, ia membalas senyumanku dan mengelus rambutku.
Seorang lelaki lewat di hadapanku, menoleh menatapku dengan tanda tanya, aku terdiam menatapnya tak percaya. Lelaki itu membereskan rambutnya yang masih basah, senyumannya hilang, Aku menelan ludahku.
Adi.
Adi?
Adi!?
Kejutan untuk ke sekian kalinya dalam hari ini..
Ya Tuhan..
Ia masuk ke dalam sekre itu dan bergabung dengan lainnya.
Adi juga anak BEM??
Aku segera meninggalkan sekre setelah mendapat lambaian dan senyuman Juna.
Adi?
__ADS_1
Aku tak percaya!!
🍀**************🍀