
"Masa-masa pendekatan memang selalu menyenangkan! "
*Author*
*********
Bunyi Alarm membawaku kembali ke dunia nyataku, kubuka mata yang rapat ini dan bangkit menuju kamar mandi. Hari ini aku harus ke kampus pagi-pagi, ada tugas UKM yang harus aku kerjakan secepatnya.
Pukul tujuh pagi aku bergegas menuju kampus dan tetiba disana aku langsung menuju sekre-ku, ku temui Sora yang tengah mengotak-atik laptopnya, ia pasti sedang mengerjakan tugas juga. Kuhampiri dia dan kusapa.
"Pagi Sora.. maaf terlambat.." kataku, laki-laki itu hanya mengangguk dan tetap fokus pada pekerjaannya, ia memberikan secarik kertas padaku dan kubaca segera.
"Deadline pengirimannya hari ini jam 9? Aduh.. aku belum mengedit beberapa karya anggota yang lain.." gumamku, segera ku buka laptopku dan mengerjakannya bersama Sora.
Ponselku berbunyi, sebuah notifikasi pesan tampak dan Adi muncul di layar itu. Sebuah pesan ajakan sarapan padaku, segera aku balas bahwa aku sedang deadline pengiriman karya sastra UKM-ku dan tak bisa ikut sarapan bersamanya, namun ia membalas akan menungguku hingga aku selesai mengerjakan tugasku. Ku buang napasku dan ku teruskan deadline ku.
Mentari mulai meninggi, cahayanya mulai masuk ke area sekre dan hangatnya pun menyapa kulitku yang sedang mengerjakan tugas di luar sekre.
Ponselku kembali berbunyi dan sebuah pesan dari Juna muncul, ia menanyakan kabarku dan mengajakku keluar malam ini. Segera kubalas pesan itu dan mengiyakan ajakan Juna, aku sudah sangat merindukannya, aku tak sabar untuk menunggu malam.
Pukul 9 pagi aku menyelesaikan tugasku dibantu oleh Sora dan beberapa anak sastra lainnya. Meskipun aku anak UKM sastra namun kemampuanku dalam sastra sangat kurang dan masih sangat rendah jika di bandingkan dengan Sora -ketua UKM sastra-
Aku meregangkan tubuhku dan keluar area sekre untuk menikmati cahaya mentari yang masih baik untuk kesehatan tulang, kubiarkan hangatnya mentari menelusup ke dalam kulitku dan merelaksasikan tubuhku yang kaku.
Ponselku kembali bergetar dan sebuah pesan masuk dari Adi, ia menanyakan tugasku dan ku jawab 'telah selesai'. Tak lama ia mengatakan bahwa ia menungguku di kantin kampus sekarang, aku pamit pada Sora dan bergegas menuju kantin, merealisasikan ajakan Adi.
Seseorang melambai dengan sebuah senyuman ketika aku sampai di area kantin, segera aku menghampirinya dan menyapanya.
__ADS_1
"Maafkan, lama ya??" Tanyaku sembari duduk di hadapan Adi.
Sosok itu menggeleng sambil tersenyum "mau pesan apa??" Tanyanya.
"Mm.. bubur aja deh.." aku menyapu pandanganku di daerah kantin itu, Adi melambai dan memanggil penjual bubur, yang dipanggil mendekat.
"Pesan apa mas Adi?" Tanyanya ramah, ternyata ia mengenal Adi.
"Buburnya dua, yang satu extra kecap ya.." katanya.
Aku menatapnya,
apakah ia ingat jika aku senang sekali dengan kecap? Atau mungkin kini dia suka kecap?? Ahh.. entahlah..
Beberapa menit kemudian pesanan datang dan Adi menyerahkan mangkuk bubur dengan extra kecap padaku, ia benar masih ingat jika aku suka bubur dengan extra kecap?
"Kesukaanmu dulu Nas.." ia tersenyum dan segera berkutat dengan buburnya.
"Hehe.. sekarang juga masih suka kok Di.." aku terkekeh dan ikut berkutat dengan buburku.
"Adi dapet dari mana kontak Line aku?" Tanyaku di sela-sela suapan bubur itu.
"Dari mama kamu Nas.. hehhe" jawab Adi.
"Lho.. Adi punya kontak ibu??" Kagetku.
"Hehhe.. iya.. dari mama.." jawabnya, ia memberikan sebagian kerupuknya padaku.
"Haha kamu kan suka kerupuk Nas.." katanya, tawanya renyah dan aku tersenyum menanggapinya.
__ADS_1
"Haha Adi masih inget aja.." tawaku. Beberapa saat aku terpikirkan Juna dan BEMnya, aku juga memikirkan Adi, karena penasaran dan aku merasa dekat dengan Adi, ku beranikan diri bertanya padanya "Adi nyalonin jadi ketua BEM ya?"
Ia berhenti sejenak dan kembali melahap buburnya "iyaa.. kenapa?" Tanyanya.
Aku menggeleng, "ga nyangka yaa.. temen aku maen di sawah sama di kebun sekarang mau jadi ketua BEM.." kataku.
Ia tersenyum "panggilan jiwa Nas.. ketambah ada Juna sama Haru dan Juna yang ikut nyalonin jadi ketua, kan seru.. hidup itu seperti sebuah kompetisi Nas.. itu yang bikin aku jadi semangat.." jawabnya.
Aku hanya tersenyum menanggapi jawaban Adi, kini ia sudah banyak berubah dan aku senang jika kini ia menjadi lebih baik lagi.
Adi banyak berubah, ia kini tumbuh tinggi dan senyumannya sangat hangat, giginya yang dulu ompong dan hitam kini berjajar rapi dan bersih, dulu ia terkena polip hingga hidungnya selalu meler dan beringus namun sekarang hanya ada kumis tipis dan bibir penuh yang membuatku bangga pernah punya teman seperti Adi dulu.
"Nas.. nanti malem ada acara ga?" Tanya Adi ketika kami selesai makan, senyumannya terpampang nyata di depan mataku,
ahh.. hangat sekali senyumannya..
Segera aku mengingat Juna,
"Ada janji Di.. kenapa?" Tanyaku.
"Mau ngajak jalan.." jawabnya mantap masih dengan senyumannya.
"Aku udah ada janji Di.. maaf ya.." sesalku.
"Ahhahaha iya gapapa kok Nas.. masih ada yang lain kok yang bisa aku ajak jalan.." katanya enteng,
ahh syukurlah kalo begitu..
"Makasih ya udah nemenin sarapan.." ia bangkit, ia menghampiri tukang bubur itu dan membayarnya "Nas.. buburnya udah aku bayar.." katanya, "aku duluan ada kuliah bentar lagi.." ia melambai dan menjauh dari kantin.
__ADS_1
"Yaah.. bertemu teman lama.. apa salahnya..?" Aku bangkit dan meninggalkan kantin dan segera menuju kelas yang akan dimulai setengah jam lagi.
************