The Diary : You Are My Activist

The Diary : You Are My Activist
Episode 14 : The Explanation


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Untukmu yang pernah hadir..


🌹


Dariku yang sempat memilikimu..


🌹


Kamu adalah penenang dan pengacau hatiku..


🌹


Kamu seperti langit tinggi yang tak mampu ku gapai meski aku menginginkannya..


🌹


Kita seperti sepasang sepatu yang selalu berdampingan tapi tak bisa bersatu seutuhnya..


🌹


Aku mencintaimu,


Sungguh..


🌹


Apakah kita bisa bersama?


🌹


Apakah kita bisa berjalan bergandengan dengan bebas?


🌹


Apakah bisa?


Apakah mungkin?


🍁***********🍁


γ€€


Rasa hangat menjalar ke sekujur tubuhku yang menegang karena ketakutan, napasku mulai teratur dan ototku mulai menenang.


"Aku rindu.." bisiknya,


Aku hanya terdiam mendengar bisikannya, menikmati hangat tubuhnya yang juga mulai menenang.

__ADS_1


"Knapa kamu menghilang begitu saja Bii?" Tanyanya, aku mengerutkan dahiku.


Bukannya dia yang memintaku untuk pergi dari hidupnya?


Segera aku melepaskan pelukannya dengan paksa, aku menatapnya. Wajahnya yang kalem hanya tersinari remang-remang dan matanya terlihat sayu, ada apa sebenarnya ini??


"Kamu yang memintaku untuk putus denganmu kan?" Tanyaku.


Ia menunduk dalam, saat-saat hening seperti ini yang aku benci, saat-saat hening yang tanpa arah.


"Hikma yang memintaku Bii.." jawabnya, aku mengerenyitkan dahi semakin dalam.


"Maksudmu?" Kagetku,


Huh, bagaimana bisa?


"Ketika itu Hikma mengamuk di rumahnya dan orangtuanya memintaku untuk datang, Hikma yang memintanya. Dia marah dan ingin membunuhmu, dia akan membunuhmu jika aku tak bersamanya saat itu juga..." jelasnya.


"Aku pernah janji padamu untuk tetap bersama kan?" Tanyanya, aku mengangguk mengingatnya.


"Aku serius Bii.." ia menggenggam tanganku dan membawaku ke sebuah tempat, sebuah gubuk buatan yang temaram, kami duduk di balkon gubuk itu dan meneruskan penjelasan Juna.


"Lalu bagaimana dengan Hikma?" Tanyaku bersimpati.


"Ketika aku lulus SMA, aku sudah bertekad untuk meninggalkannya dan memulai hidupku yang baru, aku tak tahu lagi.. rasanya aku tak ingin berurusan lagi dengan Hikma, dia bukan Hikma yang dulu aku cintai, dia berubah.. dia menjadi posesif dan arogan.. aku tak paham.. atau entah aku yang tak mengenalnya dengan baik.." ia menggeleng dan mencoba menjelaskan "sejak aku masuk kuliah Hikma memang tak ada kabar, namun setahun kemudian ia kembali, ia masuk kampus yang sama denganku. namun sikapnya berubah baik dan ia seperti sosok Hikma yang dulu aku sayang Feb.. sayangnya aku telah memilikimu dan aku tak bisa kembali padanya, aku tak bisa.." setitik bening itu mencair melewati pipinya.


Aku menyekanya dan mencoba memeluknya, mengelus tengkuknya supaya ia bisa lebih tenang.


Untuk beberapa saat suasana hening menguasai kami, aku hanya bisa memeluknya dan menenangkannya yang kini masih terisak pilu. Ahhh... Juna ...


Andai saja aku mampu memutar kembali waktu, akan kuputar ketika kamu belum pernah bertemu dengan gadis bernama Hikma itu, akan kucegah dirimu untuk bertemu dengannya.


Ddddrrrttt ddddrrrttt


Sebuah nada panggil masuk di ponsel Juna, aku sangat yakin itu ponsel Juna karena itu nada panggil favoritku di ponsel Juna. Ia mengambil ponsel dan melihatnya beberapa saat, pandangannya datar dan seperti enggan untuk mengangkatnya, ia mencoba kembali dan mengatur nafasnya.


"Hallo Hikma? kenapa?" Tanyanya.


"Ahh Sudah kuduga..." gumamku


"Aku sedang cari angin, ngopi di warkop.." jawabnya, ia menatapku seolah berharap aku mengerti, dan aku mengangguk.


Aku tak percaya ada gadis senekat dia hadir diantara kisah kasihku bersama Juna, ia sangat menyulitkan hubungan kami dan itu menyebalkan.


Dddrrrttt ddddrrrttt


Ponsel bergetar di dalam celana jeansku, kulihat layarnya, sebuah pesan dari Hikma.


Aku tahu kau sedang bersama Juna, lihat saja hukumanmu nanti dasar prek!!*

__ADS_1


Dhegh!


Kenapa gadis itu bisa tahu? Darimana ia tahu.?


γ€€


Aku mengitarkan pandanganku ke sekeliling area itu, namun hampir semuanya gelap dan aku tak dapat melihat apapun.


Damn! Kenapa aku harus diteror oleh gadis gila macam Hikma? Ya Tuhan.. bagaimana ini?


Segera aku mematikan ponselku ketakutan.


"Bii??" Juna memanggilku, aku menatapnya dan mencoba tenang.


"Kenapa?" Tanyanya, ada sebuah tatapan khawatir di mata Juna, ia mengelus rambutku. Aku menggeleng dan mencoba tersenyum.


Suasana hening, pikiranku melayang entah kemana, aku hanya menundukkan kepalaku dalam, sebenarnya aku ingin menangis, aku lelah diteror seperti ini, Juna milikku, namun gadis itu juga memilikinya, ini menakutkan.


Tapi... Juna memintaku untuk bertahan, dan aku juga ingin bersamanya. Kami ingin bertahan bersama-sama.


"Bii.. mulai hari ini, apapun yang Hikma lakukan tolong bertahanlah.." Juna mengenggam tanganku "untukku, untuk kita.."


"Aku takut Juna.." aku mulai terisak, Juna mendekapku hangat namun aku tolak.


"Kenapa Bii?" Kagetnya.


"Hikma melihat kita, ia bilang aku sekarang sedang bersamamu.." jawabku jujur, angin dingin menyapa kulit leherku dan hembusannya membuat rambutku menari manja.


"Ia hanya sedang menggertak..." jawab Juna mantap.


"Tapi... " aku menengadah menatap Juna, cairan itu meleleh dari mata sipitku, rasanya menyebalkan.


"Tidak apa-apa.." Juna merangkulku dan mengecup keningku "tenanglah, aku dipihakmu.." bisiknya. Ia seperti berusaha untuk menenangkan diriku.


Hatiku menjadi hangat dan kubenamkan kepalaku di dadanya, kupeluk tubuh tegapnya itu, mencoba menikmati detak jantungnya yang tenang meski hatiku begitu kalang kabut dihantui gadis bernama Laras Hikma itu.


*********


Juna melambai dan aku segera masuk ke dalam villa, jam dinding di ruang resepsionis menunjuk angka 11 dan tak ada seorangpun yang menjaga meja itu.


Kuketuk pintu kamar bernomor 12 itu dan kudapati Nayra yang membukanya dengan setengah tertidur, ia menggisik matanya dan membiarkanku masuk. Kukunci kembali pintu itu dan segera ke kamar mandi.


Ahh.. maaf Β Nay.. aku mengganggumu malam-malam begini..


γ€€


Kubersihkan diriku dan segera bergumul dengan selimut tebal dan tubuh Nayra yang meringkuk seperti kucing dengan dengkuran khasnya.


Goodnight.. Thank you Nay, Β thankyou Candra..

__ADS_1


*****


__ADS_2