
"You are always be my sweet talk"
*Febri"
**********
"Feb..." samar-samar suara Nayra memanggilku sembari mengguncang-guncangkan bahuku pelan. Kubuka mataku sedikit menyipit, dan Nayra memberikan ponselku yang berdering bertuliskan "Candra".
Segera saja aku bangun dan menerima panggilan itu, dan Nayra kembali tidur.
"Bii.. kamu baik-baik saja?" Tanya Juna di seberang, aku mengangguk dan mulai bernapas lega.
"Maaf, mengganggu tidurmu yaa?" Tanyanya, kulihat jam yang bertengger di dekat meja riasku, jam 11 malam.
"Ekheemmm tidak.." jawabku dengan suara serak, jelas terdengar aku berbohong, tapi aku merasa tidak terganggu, justru aku senang.
"Besok malam kita bertemu di lapang tempat biasa kita bertemu ya, aku rindu.." ajaknya.
Sembari tersipu aku mengiyakan ajakannya, setelah itu dia bercerita mengenai kegiatannya hari ini yang sempat terkendala kejadian Hikma, namun yang ia tekankan adalah bagaimana harinya bersama kegiatan kampusnya, terdengar menyenangkan jika Juna yang bercerita, tawanya renyah dan aku bahagia mendengarnya, saat ini aku hanya menjadi pendengar yang baik untuk kisah Juna. Bukankah mendengarkan keluh kesahnya adalah salah satu cara yang baik untuk membahagiakan hubungan antara kita? Karena hubungan dijalani tidak sendiri sendiri.
"Bii.." panggilnya, jujur saja aku memang agak mengantuk, dan panggilan itu membuatku kembali fokus.
"Hmm?" Jawabku.
"Besok beli makanan yang banyak ya.. haha.. kangen ngemil sama kamu.."
"Ahaha.. enak aja! Kamu yang beliin yeeyy.." jawabku "emang kangen banget ya?" Godaku.
"Yaudah beli masing-masing aja deh.. iya.. kangen..." gumamnya.
"Iyaa.." jawabku.
"Iya apa?" Tanyanya.
"Iya aja.."
"Iya kangen?"
"Mmm..."
"Eh udah ya, kalo gamau bilang kangen aku tutup, aku mau nugas dulu.."
"Ehh.. ehh! Kok gitu sih?!"
"Kamunya gamau ngaku.. hahha"
"Kalo ngaku udahan ga?"
"Hmm tergantung.."
"Knapa tergantung?"
"Mm.. ngaku ga?"
__ADS_1
"Ih iyaa.. ngaku nih ngaku.." jawabku.
"akuu....kaaa.."
"Kalo deket udah aku sun kamu.. hahaha.. gemes.." katanya.
"Ihh apaan siih?? ahahaa.." aku tertawa.
"Udah ya.. nugas dulu.. daaaghh..." panggilannya berakhir begitu saja.
"Eh?" Kagetku, kubuang napasku dan kusimpan ponsel untuk selanjutnya tidur, namun ia bergetar dan nama Juna kembali muncul. Sebuah pesan singkat segera kubaca.
"Jangan banyak mikirin aku, biar aku aja yang mikirin kamu.. tapi aku mau mikirin tugas dulu, udah beres tugas aku mau tidur, udah tidur aku mau kuliah, nanti lagi deh mikirin kamunya kalo udah beres kuliah.. "
Ehlaaah... aku terkekeh membacanya, dasar Candra!
**************
Dddrrrrrtttt dddddrrrrttttt
Ponselku bergetar, aku melihatnya, ternyata sebuah pesan dari nomer yang tak aku kenal.
dari siapa ya?
Ku buka pesan itu, pesan yang tak ku duga.
Selamat pagi Febri,
*Hallo, ini mamanya Juna.. Save ya nomernya, hehe :**
Ku balas pesan itu dengan ramah, dan memperkenalkan diri padanya. Tak lama, ia membalas pesan itu.
Febri, mama boleh telpon?
"Aduuhhhh... Gimana nih?" aku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal.
"kenapa Febb..?" Nayra bertanya dengan masih setengah sadar, mungkin aku cukup ribut dan membangunkannya.
"Eh, Nay.. Ini mama Juna mau nelpon aku, aku kudu kumaha?" (**Harus bagaimana?) bingungku.
"oooh.. Mama kak Juna baik kok, dia gakkan ngapa-ngapain kamu kok.. Mama kak Juna itu wanita yang santai, hehe" jelas Nayra.
"lho.. Kok kamu tau Nay?" kagetku.
"ahaha.. Kan dulu aku sama kak Juna pernah satu SMA, dan tiap ada rapat orangtua pasti aku ketemu sama mamabkak Juna" jelasnya.
"terus gimana Nay?"
"yaa.. Kalem aja Feb.. Aku juga kalo ngobrol sama mama kak Juna, malah ngerasa ngobrol sama temen atau kakak kelas.. Ehehehe" Nayra seakan menerawang waktu SMA nya.
Aku menarik napasku, dan mengetik pesan untuk mama Juna "iya boleh ma.."
Tak lama pesan itu sampai, nomer itu memanggil. Waahh beneran langsung nelpon, uhuhuu
"Hallo?" kataku memulai obrolan.
__ADS_1
"Assalamualaikum Febri.. Sedang apa?" tanyanya dari seberang.
"mau siap-siap ke kampus ma.. " jawabku.
"ooh.. Iya bagus febb, hehe kamu rajin.. Kata Juna kamu semester 4 ya? Beda setahun dong sama Juna"
"ehehehee.. Iya ma.."
"Oiya Feb, kapan atuh maen ke rumah Mama? Juna bilang mau ngajak kamu ke rumah, tapi belum terus.. Mama penasaran sama kamu, mama cuma liat dari foto aja.. Mama mau liat langsung"
Yaampun, baru awal ngobrol udah ngajak ke rumah aja, aduh..
Eh, tapi Nayra benar, mama Juna kedengarannya ramah dan mudah akrab..
"nanti ya ma.. Kalo Juna yang ajak ehehe" jawabku serba salah.
"ahahaha iya, nanti mama bakal minta Juna buat ajak kamu ke rumah"
"hehe iya ma.. Siap"
"Feb, nitip Juna yah di kampus.. Beberapa waktu ini dia kayak yang banyak pikiran kalo pulang ke rumah, kan mama jadi khawatir. Mama tanyain juga jawabnya gak tentu.. Kadang gara-gara urusan organisasi di kampus, kadang gara-gara mantan tunangannya itu"
Dhegh!
"eh? Mantan tunangan ma?"
"Iya, neng Hikma itu lho Feb.. Mama kadang ga ngerti aja maunya dia apa. Awalnya mama suka sama dia tuh, orangnya baik, amis budi, cantik, sempurna lah pokoknya. Tapi gatau deh, Juna pengen udahan, bilangnya neng Hikma berubah gak kayak dulu lagi. Mama juga sempet diteror sama SMS ga jelas yang banyak banget, ngomongin Juna, ngomongin kejelekan Juna. Padahal kan yang lebih tau Juna kan mama, dia jadi sok tau banget.. Jadi ya udah, mama juga gak suka dan gak mau sama yang kayak gitu mah"
Aku hanya ber-oo-ria saja mendengarkan cerita mama Juna.
"iya Feb.. Lagian yang mutusin buat batalin pertunangamn juga dari keluarga neng Hikma nya, alesannya juga agak aneh, masa yah gara-gara Hikmanya gamau nerusin. Katanya Juna selingkuh sama temennya di SMA, padahal Juna bilangnya cuma temen, dan temen perempuannya juga bilang deketnya gara-gara ada project yang sama, tugas dari ekskulnya.. Tapi da ya, Mama mah selama Junanya ngomong bener dan baik-baik mah mama bakal dukung, mama percaya sama Juna soalnya mama ngedidik Juna buat jadi laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, laki-laki jentelmen.. Ahahhaa, lagian keluarga neng Hikma juga akhirnya nerima aja keputusan sepihak neng Hikma nya, ya mama mah ga masalah"
Ahh.. Apa mungkin ketika Juna sama Juli ya?
"Sabar ya mah.. "
"iya Feb.. Eh udah disave Belum Feb nomer mama?"
"hehee udah ma.. "
"oke oke, yaudah yah.. Nanti cerita-cerita lagi, mama mau beres-beres rumah dulu" katanya mengakhiri obrolan "Semangat kuliahnya ya Feb.."
"eh.. Iya ma.. Makasih ya udah mau sharing sama Febri, Makasih ma semangatnya"
Dan panggilanpun diakhiri.
Aku membuang napasku lega, aku tersenyum. Nayra ikut tersenyum.
"gimana? Baik kan mama kak Juna? Ahahha.. " Tanya nya. Aku mengangguk.
Syukurlah... Ini awal yang baik.
***********
__ADS_1