The Diary : You Are My Activist

The Diary : You Are My Activist
Episode 36 : The Bitter Truth


__ADS_3

"Orang yang bijak akan menerima kejujuran yang pahit dengan niat yang baik, ambil hikmahnya dan lanjutkan hidup dengan sebaik mungkin"


*Author*


 


🍁🍁🍁🍁🍁


 


Sosok itu bersenandung sembari asik memainkan jemariku, kulangkahkan kakiku mengikuti langkah tegapnya, aku tersenyum merasakan aktifnya jemari besar memainkan jemariku. Angin semilir menerpa rambutku dan menerbangkan beberapa helainya, dingin itu menyapa kulit wajahku dan aku menikmatinya. "Bii.." panggilnya.


"iya?" Aku menoleh, menatapnya dalam remang lampu jalan yang kami susuri berdua. Sepi. Padahal ini baru pukul tujuh malam, tapi jalanan kampus sudah sangat lenggang dan tak ada yang lewat barang satu orangpun di dekat lapangan.


"Kamu ga penasaran apa yang terjadi beberapa hari ini..?" Tanyanya.


Lho? Sebenarnya bukan tidak penasaran, hanya saja memang aku lelah terus mengingat hal yang sulit untuk diingat akhir-akhir ini.


"Mmm..." aku hanya membuang napasku pelan.


"Duduklah" pintanya setelah mengelap kursi yang ada di samping lapangan.


"Kenapa ga di rumput seperti biasanya?" Heranku.


"Mau di sana?" Tanyanya "sedikit gelap lho di sana.." katanya sembari melihat ke pudunan rumput di sebelah lapangan "yakin mau gelap-gelapan?" Ia tersenyum nakal menatapku. Aku mengangguk mantap.

__ADS_1


Yaaah.. tak masalah laah.. aku tahu Juna, dia adalah lelaki yang baik meski terkadang jahil.


"Baiklah..." sembari mengambil bungkusan yang sedari tadi aku bawa.


 


*********


 


Langit malam tampak gelap, bulan pun tak menampakkan dirinya memberikan kesempatan untuk bintang menghias tempatnya dengan kedipan-kedipan manja dan cahaya sederhananya. Terdengar Juna membuka kemasan makanan, dia memilih makanan ringan yang akan kami makan malam ini.


"Bii.. mau yang mana? Yang pedas atau yang manis?" Tanyanya.


"Oya, ini untukmuu" Juna mengeluarkan sebuah Apel besar dari tasnya.


"Wow.." aku menerima apel itu "makasih Candra.." aku menikmati apel itu.


"Maaf karena terlalu jauh membawamu hingga titik ini Bii.." katanya hampir berbisik. Aku yang tadinya konsentrasi pada apel, menatap wajah Juna dalam temaram


"maksudmu?" Sungguh ini tiba-tiba dan aku tak mengerti.


"Aku jatuh cinta padamu di tengah jalan.." katanya, sepertinya ia berhenti mengunyah "aku mulai menginginkanmu ketika aku merasa Hikma sudah keterlaluan memperlakukanku dan hubungan kami.."


Sebentar... Jadi aku hadir ketika Juna dan Hikma tengah bersama? Hmm baiklah..

__ADS_1


Aku hanya bisa terdiam. Hatiku mulai begejolak. "Bii.." panggilnya.


"Hmm?" Dengan berat kujawab dia, namun ada setitik rasa kecewa yang mencoreng hatiku.


"Aku tak tahu, yang pasti aku ingin kamu lihat aku.. aku ingin jadi orang yang bisa kamu andalkan, aku ingin kamu butuh aku, karena akupun begitu padamu.." katanya, ia menggenggam tanganku dan mengusapnya lembut. Aku tak berani menatapnya meskipun saat itu gelap


"Bii ..." Panggilnya lagi, kini ia melingkarkan tangan besarnya di pinggangku, menarikku untuk duduk di depannya, meski ada rasa canggung kuturuti saja ia.


"Hmm?"


"Selama ini, apa yang kamu rasakan padaku?" Bisiknya.


Aku hanya terdiam, berhenti mengunyah apel manis di mulutku. "Entahlah Juna.." jawabku, karena akupun terkadang ragu akan apa yang aku rasakan.


Aku bahagia, dan aku selalu ingin bersamanya, sungguh. Namun, apakah itu cinta? Atau nafsu? Atau hanya rasa yang muncul sementara yang satu saat nanti akan hilang seiring berjalannya waktu?


Perlahan tapi pasti tangan Juna melingkar di pinggangku, deru nafasnya yang dingin melewati tengkukku dan membuatku merinding. "Akan kupastikan semua akan baik-baik saja, jadi kumohon jadikan aku milikmu.." bisiknya.


"Sebelumnya, Boleh aku bertanya sesuatu?"


"Hmm.. apa?"


"Selama ini kamu menganggapku apa? Siapa? Dengan banyak hal yang kita lakukan bersama, dengan banyak pengorbanan yang kita pertaruhkan bersama, dengan begitu banyak janji-janji kebersamaan kita.. selama ini, kamu menganggap itu apa?" Tanyaku dengan perasaan yang antah berantah antara kecewa, sedih, bingung dan heran.


Kira-kira apa yang akan ia jawab? 

__ADS_1


__ADS_2