The Diary : You Are My Activist

The Diary : You Are My Activist
Episode 17 : Adi


__ADS_3

Sebuah senyuman yang terpatri di bibirmu menjadi penghapus gundahku


*******


 


Kakiku melangkah namun pikiranku tak beranjak dari Adi yang baru saja ku lihat beberapa saat lalu.


Adi.. Dia juga anak BEM??


Aku tak menyangka ternyata kita berada di tempat yang berdekatan.


"Hey Feb.." suara Nayra menggoyahkan pikiranku, ia membawa sebungkus makanan entah dari mana lalu menyodorkannya padaku.


Kami duduk di depan perpustakaan sembari berbincang ringan dengan cemilan yang tersedia. Kuungkapkan rasa kagetku pada Nayra tentang Adi, aku juga menceritakan Adi dari awal sewaktu aku dan dia masih kecil.


"Bagus dong kamu ketemu sama Adi di sini.. kalian kan bisa nostalgia.." ungkap Nayra.


 


Ahh.. benar juga,


Kenapa harus bingung? Harusnya aku senang ada Adi di sini, aku bisa berteman dengannya.

__ADS_1


***********


 


Beberapa hari ini aku mulai disibukkan oleh kuliah dan tugas-tugas pertama semester empat ini, semua dimulai dan aku harus mengerjakannya.


Tak ada kabar dari Juna, ia juga tak menelpon dan mengirim pesan barang satu kalipun. Aku mulai merasa rindu dan kuhubungi dia pertama, aku mengirim sebuah pesan padanya, menanyakan kabarnya dan sedang sibuk apa ia sekarang.


Oya, aku sudah mengganti nomerku dengan nomer yang Juna berikan waktu itu. Aku mulai merasa tenang karena tak ada lagi nomer yang menerorku dengan buasnya.


Beberapa waktu berlalu, tak ada pesan balasan darinya, ponselku berdering hanya menunjukkan notifikasi grup dan iklan layanan yang memberondong.


Ahh.. aku mulai bosan ketika aku sudah malas mengerjakan tugasku.


"Kak, kemaren Listi lewat ke depan sekre BEM dan liat kak Juna lagi berantem sama kak Hikma.. dia nangis-nangis, itu kenapa ya kak? Listi kaget lho.. ternyata kak Hikma juga deket sama kak Juna ya??" Tanyanya.


Dhegh!


Hikma dan Juna bertengkar? Apa jangan-jangan itu karenaku?


Aku menggeleng dan menjawab Listi seadanya, hatiku berkecamuk, muncul sebuah pertanyaan besar di benakku. namun perutku sudah sangat lapar dan meminta untuk diisi, segera saja aku memasak nasi goreng dan makan bersama Mika dan Listi.


"Kenapa kak Juna jarang ke sini ? Kuliah udah hampir tiga minggu tapi belum liat kak Juna ngapel lagi" tanya Mika polos.

__ADS_1


"Lagi sibuk Mik.." jawabku sekenanya, aku tak tahu harus jawab apa karena Juna tidak menghubungiku selama hampir seminggu ini.


"Oya yaa.. kan Kak Juna nyalon.." Listi memainkan ponsel pintarnya, ia memperlihatkan kiriman-kiriman di wall facebook nya. Photo Juna terpampang jelas bersama seorang laki-laki bertuliskan visi-misi dengan nomer urut 1.


Aku tersenyum, mungkin akhir-akhir ini ia sibuk dengan pencalonannya menjadi ketua BEM.


Ku scroll lagi ponsel Listi dan aku melihat Adi bersama seorang laki-laki dengan visi-misinya dengan nomer urut 3.


Adi.. Ikut mencalonkan menjadi ketua BEM?? Ahh.. ini kejutan ke sekian untuk hari ini..


Setelah selesai makan aku kembali ke kamar dan mengecheck ponselku, beberapa notifikasi muncul dan salah satunya dari Juna, ia membalas pesanku sekitar 10 menit yang lalu. Ia meminta maaf karena ia sedang sibuk dengan pencalonan ketua BEM nya, ia memintaku untuk tetap menjaga kesehatan dan tidur yang cukup. Ku balas dengan kata semangat dan terima kasih pada Juna, setidaknya rasa rinduku sudah sedikit terobati oleh pesan singkat yang manis itu.


Setelah berbunga-bunga dengan Juna, Kubuka notifikasi lainnya yang belum sempat aku buka. Sebuah pesan dari...


Adi?


Dia menambahkanku di Line dan mengirim sapaan singkat padaku, aku senang aku bisa bertemu lagi dengan teman masalaluku yang ternyata juga kuliah di tempat yang sama.


Segera aku balas pesan itu dan kami mulai berbincang ringan, Adi yang sekarang memang bukan lagi Adi yang dulu selalu bermain bersama denganku, ia berbeda, sangat terasa berbeda dilihat dari caranya membalas pesan Line-ku, ia menyenangkan dan ku pikir dia kini lebih humoris jika dilihat dari candaan-candaan yang ia lontarkan dalam chat kami.


Tugas yang tadinya akan ku kerjakan mendadak aku tinggalkan, ku lemparkan tubuhku diatas kasur dan mulai menikmati obrolan kami hingga aku tak sadar jika aku mengantuk dan tertidur.


***********

__ADS_1


__ADS_2