The Diary : You Are My Activist

The Diary : You Are My Activist
Episode 31 : The Clue II


__ADS_3

"Setiap teka teki memiliki petunjuk"


*Author*


γ€€


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


γ€€


γ€€


Benda apa ini?


Kenapa Hikma memberikanku ini? Apa maksudnya?


γ€€


Drrrrttt dddrrttt


γ€€


Ponselku bergetar tepat di atas meja belajar yang berantakan, segera saja aku menerima panggilan yang ternyata dari Juna.


"Malam ini aku ke kostmu..." ucapnya singkat sebelum ia memutuskan telpon tanpa menunggu jawabanku.


Lho bukannya besok malam ya?


Kulihat jam kecil diatas meja, jarumnya menunjuk angka 5. Segera saja aku menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Kupatutkan diriku di depan cermin, walau bagaimanapun Juna bilang akan datang malam ini, dan aku harus siap meski aku tak tahu apa yang akan dia lakukan.


Kupoleskan pelembab itu di wajahku perlahan, pandanganku berpindah ke benda kecil yang sempat mencuri perhatianku sebelum mandi tadi, benda pemberian Hikma.

__ADS_1


Jadi, apa ya maksud dari benda itu?


γ€€


Kruuuuuukkkkkkk


Perutku berbunyi, aku baru ingat aku belum makan dan aku tak menyimpan bahan makanan di kamarku. Kuhubungi Yuni untuk mengajaknya ke supermarket membeli makanan, namun Yuni ternyata sedang tak ada di kostan, maka kuhubungi anak yang lain dan mendapati satu orang yang mau mengantarku ke supermarket.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hal pertama yang aku cari ketika pertama kali masuk ke supermarket itu adalah mie instan, segera kuambil beberapa mie instan kesukaanku.


"Teh, mau masak apa gitu?" Tanyanya.


"Mie goreng aja, laper banget soalnya, hehe.." jawabku.


"Eh.. gimana kalo beli nasi goreng aja di depan supermarket?" Usulnya.


"Mang, ingin nasi goreng ya, pedes satu sedeng satu.." pesanku, Listi mengajakku duduk dan mengobrol denganku.


"Kak, tau gak.. hari ini aku ketemu sama kak Hikma.." ungkap Listi.


"Hmmmmm.." aku yang tengah sibuk dengan ponselku hanya menanggapinya ringan.


"Sama kak Juna.." terusnya.


Lagi, Aku hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Kak Feb gak cemburu?" Tanyanya.


Kenapa harus cemburu? Aku menggeleng, aku membuka aplikasi chat-ku dan Juna memenuhinya dengan seruntutan kata-kata yang kasar.

__ADS_1


γ€€


Lho knapa ini? Juna kenapa? Kok tiba-tiba..Β 


Aku menghapus pesan menyakitkan itu, moodku tiba-tiba memburuk dan aku lebih baik mengobrol dengan Listi.


"Terus gimana Lis?" Tanyaku tanpa niat ingin tau apa yang dilakukan oleh Hikma dan Juna.


"Mereka berantem, sebenernya sih gatau gimana-gimananya mah, Listi juga cuma lewat aja.." jawabnya.


Tak berapa lama nasi goreng tersaji di hadapan kami menunggu untuk mengisi perut yang mulai kelaparan. Listi segera saja melahap nasi goreng miliknya, dan aku hanya tersenyum melihat anak itu.


Tak lama setelah selesai makan, kami pulang dan ketika sampai di depan rumah kost, aku menemukan Juna sedang duduk di depan kamar kostku yang remang-remang, dia mendapatiku membuka gerbang dan segera bangkit menghampiriku dengan wajah yang tak kupahami. Wajah lelah, wajah yang penuh kebingungan.


γ€€


Kenapa dengan wajah itu? Apa dia baik-baik saja?


γ€€


"Bi.. kamu baik-baik aja kan?" Tanyanya sembari menggenggam tanganku, tangannya dingin dan sedikit bergetar.


"Aku baik-baik saja, aku tak apa-apa.. kenapa kak? Ada apa kak?"


"Syukurlah kalau begitu... " katanya, "boleh kita bicara?"


Haruskah aku mengizinkan ia untuk bicara? Β Mungkin saja ia mau menyampaikan sesuatu yang bisa menjelaskan apa yang Mengganjal dalam hatiku beberapa waktu ini..Β 


Aku mengangguk, segera mengisyaratkan Listi untuk meninggalkan kami untuk obrolan yang diinginkan Juna.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2