The Future Queen

The Future Queen
Akhirnya Semua Tahu


__ADS_3

" Cepat Lesly, kau lama sekali..."


" Iya.." Jawab Lesly


Almira dan Lesly pergi menuju taman kecil dekat kediaman mereka. Taman itu terdapat pondok dan dekat dengan kolam ikan koi. Disana mereka berdua sering bersantai menikmati hari.


" Akhirnya sampai juga, mana bekal yang kamu bawa?" Tanya Almira sambil membongkar bungkusan makanan yang dibawa Lesly.


"Kau sangat tidak sabaran ya Mia?"


"Hahahahaa....aku kan lapar, kau tau.. Aku kemaren kelelahan berlatih pedang"


Lesly tertawa mendengar jawaban Almira.


"Hei kau tau, bibi Lea cerita kalau Nagie membuat sesuatu hal yang tidak terpuji kepada Roselyn" Ujar Almira sambil mengunyah kue sus apel buatan Lesly.


"Maksudnya perbuatan tidak terpuji?"


"Kau kan tau, kalau Roselyn ke sini karena menulis tentang Kerajaan Assiria"


"Hem...lalu?"


" Kemaren saat Roselyn mengerjakan tulisannya di taman istana, Nagie menumpahkan air minumnya ke tulisan Roselyn dan membuat kertasnya rusak!!"


"Ah...aku tidak percaya kak Nagie berbuat seperti itu"


"Pegawai istana yang melihat kejadian itu, kau tau lagi... Semua orang di istana ini tau kejadian itu"


"Mengapa kak Nagie seperti itu?"


"Entahlah.... Mungkin dia tidak menyukai Roselyn"


Tak terasa sudah menjelang sore mereka berbincang-bincang. Ketika dijalan mereka bertemu Nagie dan dua dayangnya.


"Wow.... Dua selir berkumpul bersama..ckckckck.." Ujar Nagie sambil melipat tangannya.


"Seorang Nagie jam segini apa yang dilakukannya?" Ujar Almira


"Apa aku harus memberitahukan kemana diriku pergi?!"


"Apa kau ingin menyiram seseorang lagi? Uppssss" ujar Almira sambil menutup mulutnya.


"Apa kau bilang?!" Suara Nagie meninggi.


"Ayo Mia kita pergi" Lesly menarik lengan Almira dan mengajaknya pergi.


"Dasar selir!!!!!!" Teriak Nagie


"Kau pun selir, Nagie.. Jangan bermimpi jadi Ratu!!" Jawab Almira dengan nada meninggi.


---------------------------------------------------------


Ya... Kabar mengenai Nagie dan Roselyn terdengar semua kalangan Istana hingga akhirnya sampailah ke telinga Ratu Karina.


Pagi ini Ratu Karina berkeliling istana memantau para pegawai istana mengganti tanaman dan bunga di sekitar istana.


"Salam Yang Mulia" ujar seorang wanita yang melewati Ratu.


"Salam Countess Mary, apa kabar?"


"Baik Yang Mulia, hari ini bunga yang diganti berwarna putih ya yang mulia?"


"Iya betul, karena sudah memasuki musim panen raya"


"Oh iya Yang Mulia, kau tau suatu kabar?"

__ADS_1


"Kabar apa Countess Mary?"


Countess Mary menceritakan kejadian di taman tempo dulu.


"Yang Mulia, sepertinya Duchess Nagie sudah sangat kelewatan.. maaf saya permisi Yang Mulia"


Ratu hanya mengangguk. Ratu Karina sangat tidak menyukai keluarga Nagie, karena kelicikan mereka hingga mereka mendapatkan posisi sampai saat ini di kerajaan.


"Cecil..."


Ratu Karina memanggil dayang Cecil yang sedang membereskan meja riasnya.


"Iya Yang Mulia.. Ada apa?" Jawab Cecil


"Aku bertemu Countess Mary, dia bilang Nagie menyiram Roselyn apakah benar?"


Cecil mengiyakan kabar tersebut dan mengulang cerita dari Countess Mary.


"Panggilkan Aldrick untuk makan siang nanti, ada yang ingin aku sampaikan dengannya" Perintah Ratu


"Baik Yang Mulia" Jawab Cecil.


'Benar-benar tidak terpuji' Gumam Ratu Karina.


---------------------------------------------------------


Tringgg....tringggg...tringgg


Aldrick sedang berlatih pedang. Latihannya terhenti karena ratu memanggilnya.


"Aku sudahi dulu latihan ini Dhion, ratu memanggilku"


"Baik kawan"


Istana Barat tempat kediaman keluarga kerajaan.


"Duduklah nak, kita makan siang bersama" ujar ratu tersenyum


"Anakku, bagaimana perjalanan ke Provinsi Ator tempo kemaren? Tanya Raja.


"Lumayan menyulitkan, sepertinya kita harus mengerahkan budak untuk membuat jalan menuju kesana ayah"


"Ya betul, lakukanlah nak.."


"Sudahlah yang mulia, jangan bicara tentang pekerjaan saat makan siang" Ujar ratu sambil memegang tangan raja.


"Hahaha...baiklah sayang..." Jawab raja.


Setelah mereka selesai makan siang. Raja kembali ke ruang kerjanya, hanya tersisa ratu dan pangeran.


"Aldrick, ibu mendengar kabar tidak baik di istana ini" ujar ratu sambil membersihkan mulutnya dengan serbet.


"Kabar tidak baik apa itu ibu?" Tanya Aldrick penasaran


"Tentang Nagie yang menyiram Putri Roselyn"


"Apaaaa?! Menyiram Roselyn?"


"Aldrick, ibu harap kamu bisa mendidik selirmu. Selirmu sangat-sangat tidak baik perilakunya... Ibu sangat tidak suka" Ratu menggelengkan kepalanya tanda ketidaksukaannya dengan Nagie.


Aldrick terdiam mendengar perkataan Ratu.


"Ibu pergi dulu, ada yang ingin ibu kerjakan"


Aldrick hanya tersenyum menjawab Ratu.

__ADS_1


Setelah ratu pergi, Aldrick bergegas menuju kediaman Nagie.


Sesampai di kediaman Nagie, Aldrick mengetok pintu gerbang kediaman Nagie dengan keras.


"Nagieeeeee!!!!" Panggil Aldrick


Pintu kediaman Nagie terbuka, keluar dayang dari balik pintu.


"Mana Nagie?" Tanya Pangeran


"Aaa...ada didalam pangeran"


"Nagie dimana kau!!"


"Ada apa sayang? Mengapa kau berteriak?"


"Apa yang kau pikirkan Nagie!!? Mengapa kau menyiram Putri Roselyn?!!" Tanya Pangeran dengan nada marah.


"Menyiram? Siapa menyiramnya? Aku tidak menyiramnya.. aku tidak sengaja menumpahkannya" Jawab Nagie.


" Perbuatanmu memalukan!!! Kau tau siapa yang kau siram itu? Kau tau?!!!! Itu Putri Kerajaan Nagie bukan budak!!!! PUTRI KERAJAAN!!!!" Kali ini nada bicara pangeran mulai meninggi.


"Aa... Aku.. aku tidak sengaja Aldrick..." Jawab Nagie. Air mata terlihat keluar dari matanya.


Nagie tidak menyangka bahwa Aldrick akan semarah itu padanya.


"Nagie, kelakuanmu sangat-sangat memalukan. Ratu sampai tau kejadian ini. Seluruh istana tau kejadian ini. Mengapa kau mempermalukan aku!!! Mempermalukan keluarga kerajaan!!!"


Aldrick tidak bisa menahan amarahnya pada Nagie. Semua luapan emosinya keluar


"Aldrick... Ma...maafkan aku.." Nagie berusaha meraih tangan Aldrick tapi Aldrick menepis tangannya.


Aldrick pergi meninggalkan Nagie yang menangis seorang diri.


Setelah dari kediaman Nagie, Aldrick pergi menuju kediaman Roselyn.


Tok...tok..tok..


Dari balik pintu, ternyata Roselyn yang membukakan pintu.


Aldrick menarik tangan Roselyn dan memeluknya.


"Kalau ada yang mengganggumu, katakan padaku"


Roselyn bingung dengan perkataan Aldrick.


Aldrick masih memeluknya dan tidak melepaskan pelukannya.


"Aldrick kau tidak papa?"


Aldrick melepaskan pelukannya.


"Ah tidak papa. Aku hanya ingin menyapamu.."


"Hm... Iya, kau mau masuk?" Ajak Roselyn.


"Tidak... Aku akan pergi... Besok aku akan kemari, tulisanmu masih belum selesai kan?"


Roselyn mengangguk.


"Aku kembali ya.. Katakan padaku apabila ada yang mengganggumu."


Aldrick mencium punggung tangan Roselyn dan pergi.


Roselyn hanya terdiam sambil bertanya-tanya.

__ADS_1


Apa yang terjadi?


__ADS_2