
Tok..tok..tok..
"Rantiiiiiiiiiii, bukaa pintunya" teriak Nagie.
"Baik nyonya"
Seorang wanita muda pergi berlari membuka pintu. Yang datang adalah Pangeran Aldrick.
"Selamat malam pangeran.."
"Siapa datang Ranti?" Teriak Nagie
"Pangeran Aldrick nyonya"
Nagie bergegas keluar sambil menyisir rambutnya dan mengenakan wewangian. Rupanya yang datang adalah suaminya.
" Sayang, kau datang?.. Lama kau tak datang kemari" sahutnya lembut berbanding terbalik dengan teriakannya tadi.
"Willy merindukanmu" lanjutnya
Pangeran tak menjawab. Dia hanya masuk dan mengganti pakaiannya.
"Aku lelah hari ini, aku ingin beristirahat"
"Ah..iya.. kau ingin secangkir teh atau ramuan untuk penghilang letihmu sayang?"
"Tak usah repot-repot, aku hanya ingin tidur"
Pangeran Aldrick pergi kekamarnya meninggalkan Nagie sendiri.
Senyum Nagie yang indah berubah. Dia seperti marah, tapi dia tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Mengapa sikap Pangeran seperti itu terus padanya? Padahal apapun sudah dilakukannya agar Pangeran bisa menyukainya.
Duchess Nagie adalah anak dari Duke Victor dan Duchess Elizha. Duke Victor adalah kaki tangan dari Raja Martien. Salah satu petinggi Kerajaan Assiria.
Atas permintaan Duke Victor kepada raja, sehingga Nagie bisa menjadi selir pangeran. Duchess Elizha berusaha bagaimana caranya agar Nagie bisa menjadi Ratu.
__ADS_1
Berbagai macam cara Nagie dan keluarganya agar Keluarga Kerajaan tunduk dan patuh pada mereka.
Setelah Nagie menjadi Duchess dan menikah dengan pangeran.
Keluarga Nagie menjadi sombong, mereka merasa tingkat mereka ada di atas bangsawan-bangsawan lainnya.
Nagie merupakan selir Pangeran Aldrick pertama.
Setelah dirinya menjadi Selir Pangeran. Kesombongannya menjadi bertambah, bahkan dirinya berani berkata kepada bangsawan lainnya bahwa dia akan menjadi Ratu Assiria.
Selama 6 tahun pernikahannya dengan Aldrick, mereka dikaruniai seorang anak bernama Willy Beth.
Entah mengapa, Pangeran Aldrick tidak pernah mengakui Willy anaknya.
Kukuuruuuuuyukkkkkkkkk
Pangeran Aldrick bangun dan dia bergegas membersihkan dirinya.
"Sayang, kau sudah bangun?"
"Hmm"
Tanpa berkata-kata, Aldrick menuju meja makan dan mulai makan.
" Hmm.. Willy ada kegiatan di sekolahnya..ayah dan ibunya harus hadir.. maukah kau pergi sayang?"
Pangeran Aldrick langsung berhenti menyuap makanannya. Matanya sinis memandang Nagie.
"Kau tau siapa aku?" Tanya Pangeran
"Iya aku tau!!"
"Mengapa kau memaksaku untuk menghadiri anakmu? Seorang pangeran menghadiri acara anak selir?"
"Tapi Willy anakmu!!"
"Aku selesai makan" Aldrick pergi mengambil jubahnya dan pergi.
__ADS_1
Braakkkk...
Pintu rumah ditutup keras oleh Pangeran Aldrick. Dia teramat marah.
Setiap Aldrick ke kediaman Nagie. Yang ada selalu perang mulut antara keduanya.
"Suatu saat kau akan tunduk Aldrick lihat saja " gumam Nagie.
"Ayo pergi" kata Aldrick kepada pengawalnya Dhion.
"Ah secepat itukah kau? Berkelahi lagi?"
"Aku tak tahu apa yang dipikirkan Nagie, segalanya sudah dia dapatkan tapi tak pernah cukup untuknya membuatku muak!!!"
"Sudahlah, lebih baik kita berlatih pedang saja. Sepertinya keahlianmu mulai berkurang pangeran tampan?" Ejek Dhion.
"Kau akan minta ampun Dhion lihat saja"
"Aku minta ampun? Hahahahahahahahahaa...."
"Ngomong-ngomong aku tidak melihat Putri Roselyn pagi ini?"
Pangeran mencari setiap sudut taman siapa tahu bertemu wanita cantik tersebut tapi tak ditemuinya juga.
"Hei Pangeran Tampan, kau sudah tak marah lagi? malah mencari Putri kerajaan jauh itu"
"Ahh... tidak seperti itu Dhion, aku hanya ingin melihatnya saja"
"Mungkin putri itu tak mau lagi ke taman istana karna takut kau kagetkan lagi hahahahahaha..."
"Lancang kau pada pangeranmu ini Dhion!!"
"Uppss maafkan aku Paduka..hahahaha.."
__ADS_1
Mereka tertawa bersama sampai ke lapangan latihan, sedangkan Nagie di kediamannya semakin marah karena Aldrick.