The Future Queen

The Future Queen
Ketika Kau Membuka Matamu


__ADS_3

"Brakkk"


Terdengar pintu yang di banting dengan keras.


Seorang pria muda keluar melihat apa yang terjadi.


"Ada apa ibu?" Tanya Emilio.


Nafas Barbara cepat, terlihat sekali dia menahan amarahnya. Tidak disangka dia akan dipermalukan seperti itu.


Dirinya melempar sarung tangan kulit dan tasnya dan menghempaskan badannya ke kursi. Emilio diam menunggu ibunya itu bercerita apa yang terjadi.


"Roselyn sekarang semakin lancang" Ujar Barbara membuka pembicaran.


Emilio menghela nafas, dia paham apa yang terjadi.


"Tidak ada kesempatan untukmu menjadi raja, Emilio" Barbara melanjutkan perkataannya.


"Sudahlah ibu, tak usah khawatirkan masalah itu"


"Tidak bisa, Ibu sudah melakukan segalanya agar kamu bisa naik tahta"


Emilio menghela nafasnya lagi, dia sudah bosan dengan kata-kata raja, dan ambisi ibunya.


Sekilas cerita tentang Countess Barbara.


Barbara adalah anak dari bangsawan Count Hairmont dan Countess Anna. Count Hairmont adalah tuan tanah perkebunan anggur dan pemilik kedai anggur terbesar di Loque dan juga pengekspor minuman anggur (Wine) salah satu yang terbaik didunia. Karena jasa Count Hairmont yang menjadikan Loque menjadi negara besar. Barbara muda adalah seorang gadis yang pintar dan berambisi tinggi. Dirinya sudah belajar bisnis sejak usia 10 tahun. Sering menemani ayahnya mengurus bisnisnya hingga saat ini.


Itu yang membuat Raja George menjadikan Barbara sebagai selirnya. Saat itu Raja George sudah menjadi raja dan menikah dengan Ratu Mary


Pada awal mula setelah pernikahan Raja George dan Barbara hingga melahirkan Emilio tidak ada yang mengkhawatirkannya. Roselyn, Rosary dan Emilio saat kecil selalu bersama, diriny tidak masalah.


Barbara berubah saat Raja George mengumumkan bahwa Roselyn adalah calon pewaris tahta tunggal Kerajaan Loque.


Barbara marah, karena kenapa wanita yang menjadi pewaris kerajaan. Harusnya laki-laki, karena sebagai selir utama dirinya melahirkan anak laki-laki jadi harusnya anaknya yang menjadi raja. Dia kecewa.


Bahkan saat raja berkunjung ke rumahnya, dia berusaha meminta pertimbangan raja atas Emilio.


Tapi semua percuma, Raja George mempunyai pertimbangannya sendiri. Hingga hampir 9 tahun Barbara membenci keluarga kerajaan. Dengan ambisinya, dirinya berusaha menghancurkan kepercayaan raja akan calon ratu.


Tetapi gagal, karena Roselyn adalah anak kesayangan Raja George, hingga saat Roselyn pamit ingin berkeliling dunia, dirinya gencar memfitnah keluarga kerajaan dan terutama Ratu Mary yang selalu sakit hati dengan perkataan-perkataan Barbara.


Tiga hari berlalu setelah pertemuan dengan penasehat Loque, kepercayaan rakyat kepada Roselyn tidak berkurang.


Sebenarnya, rakyat Loque menyukai Roselyn karena kebaikan hati dari tuan putri tersebut, tetapi karena hasutan dari Barbara selir utama Raja George sehingga rakyat mulai bingung dengan pilihan mereka.

__ADS_1


--------------------------------------------------


"Kakakkuuuuuuu" Rosary berlari kearah Roselyn dan memeluknya.


Roselyn bingung dengan tingkah laku Rosary tersebut.


"Ada apa?"


"Kau memang kakakku yang paling hebat" Puji Rosary.


"Pasti ada yang diinginkannya?"


"Ihh kakak, kau selalu berfikiran negatif terus padaku... Ssstttt... Kau memang luar biasa"


Roselyn masih belum paham ada apa.


"Itu loh pertemuan kemaren" Ujar Rosary menjelaskan.


"Ohhhh.."


"Hanya ohh?"


-----------------------------------------------


Sudah hampir satu minggu Roselyn berada di Loque, dia ingin kembali ke Assiria sampai tulisannya selesai. Tetapi Raja George masih tidak mengijinkan putri kesayangannya itu pergi.


"Ibu..." Wajah Roselyn muram


"Ada apa sayang? Apa yang terjadi?" Ratu Mary memegang kedua pundak anaknya itu.


"Tidak apa-apa ibu.. " Jawab Roselyn.


"Kau ingin kembali ke Assiria?"


Roselyn menatap ibunya tersebut, terlihat senyum manis diwajah ibunya itu.


"Ibu, bagaimana rasanya hidup bersama selir-selir ayah?"


"Tumben kau bertanya seperti itu?"


Roselyn terdiam menunggu jawaban ibunya.


"Rasanya sebenarnya menyakitkan... Tapi, sebagai ratu.. Ibu tidak boleh mengutamakan perasaan ibu. Semua demi Loque" Ratu tersenyum sambil menghela nafasnya.


"Ada apa, apa ada sesuatu di Assiria?" Tanya Ratu Mary.

__ADS_1


'Deg'


Jantung Roselyn berdetak keras.


"Ibu tau darimana?"


Ratu tertawa mendengar jawaban Roselyn.


"Insting seorang ibu" Jawab Ratu Mary.


"Siapa dia anakku?" Tanya ratu lagi.


"Pangeran Assiria, ibu namanya Aldrick"


"Pangeran?" Ratu terkejut mendengar kata pangeran


"Ada apa ibu?" Tanya Roselyn


"Kau jatuh cinta anakku?"


Roselyn melengus menggelengkan kepala.


"Lalu?" Tanya Ratu Mary lagi.


"Dia menginginkan diriku menjadi ratu, ibu" Jawab Roselyn sekenanya.


"Bagus itu, pantas saja kau tidak mau kembali ke Assiria"


"Ibu..." Roselyn memeluk ibunya sambil tersenyum malu.


"Tidak bisa menjadi Ratu Loque apabila menjadi Ratu Assiria?"


"Anakku, nasib ada ditangan Tuhan.. Yang baik di jalani saja"


"Tapi Roselyn sedikit takut, kadang bimbang, kadang marah, kadang senang"


"Maksudnya?"


"Bagaimana diriku bisa menerima ketiga selirnya" Jawab Roselyn.


"Apa? Selirnya sudah tiga?" Ratu terkejut.


Roselyn mengangguk.


" Aku tidak bisa menerima ibu, aku tidak sanggup seperti ibu"

__ADS_1


"Ibu paham anakku, memang berat menerima itu semua.. Ibu tidak bisa berkata lagi.. Ibu hanya ingin mengatakan padamu, pilihlah yang terbaik bagi hidupmu.. sekali untuk selamanya.. Jangan sampai semuanya sia-sia"


Roselyn mengangguk, dia mendapatkan pelajaran berharga dari ibunya.


__ADS_2