The Future Queen

The Future Queen
Loque, aku datang


__ADS_3

Kediaman Nagie


Hari ini Duchess Elizha mengunjungi Nagie anaknya.


"Bagaimana anakku? Apakah Aldrick sudah menyapamu atau mengunjungimu?" Tanya Elizha


"Tidak pernah ibu.. jangankan mengunjungi Nagie, bertemu juga tidak pernah"


"Apa?!! Dasar lelaki kurang ajar, jadi dia tidak pernah mengunjungimu anakku?" Elizha berdiri, sorot matanya tajam.


Nagie mengangguk menjawab pertanyaan ibunya.


"Rupanya suamimu sudah terhipnotis oleh wanita itu" Elizha menggenggam erat kipasnya.


"Aku sudah tidak tahu lagi ibu... Padahal wanita itu hari ini akan kembali ke negaranya" Nagie menggelengkan kepalanya tanda menyerah.


"Apa katamu? Wanita itu pulang ke negaranya? Syukurlah akhirnya dia paham" wajah Elizha berubah. Senyum terlihat di bibirnya.


"Dia hanya sebentar ibu, seminggu lagi akan kembali" Ujar Nagie sambil bertopang dagu


"Hah?! Untuk apa kembali lagi, dasar wanita tidak tahu diri!!"


"Sudah ibu percuma, lambat laun aku akan selamanya jadi selir"


"Tidak...tidak..ini tidak bisa dibiarkan anakku, ibu punya rencana" Elizha mendekati Nagie.


"Rencana apa ibu?" Ujar Nagie penasaran.


"Tunggu saja anakku, setelah wanita itu pergi. Ibu akan katakan"


Senyum licik terlihat dari wajah Elizha dan Nagie.

__ADS_1


--------------------------------------------------------------------


"Jangan sampai ada yang tertinggal nona" Ujar Rila sambil membantu Roselyn berkemas.


Hari ini Roselyn akan kembali ke Loque negaranya. Rencana nya dia akan pergi menyewa kereta kuda dan penunggangnya tetapi Ratu Karina menyuruh menggunakan kereta kuda kerajaan dan pengawalnya.


Tokk...tokk..tokk..


"Itu pasti pengendara kereta kuda datang"


Rila bergegas membuka pintu gerbang.


Ternyata Aldrick yang mengetok.


"Apa kau sudah siap?"


"Ah... Iya... Tinggal memasukan tas ini kedalam kereta" Roselyn mengangkat tasnya dengan susah payah. Aldrick dengan segera membantu mengangkat tas itu dan meletakkannya kedalam kereta.


"Sama-sama.. Apa kau akan kembali lagi kesini?" Aldrick menggenggam tangan Roselyn.


"Iya.. Aku pasti kembali lagi, kisah tentang Assiria belum selesai"


"Aku akan merindukanmu" Aldrick menarik tangan Roselyn dan memeluknya.


Roselyn sudah biasa dengan Aldrick yang selalu memeluknya tiba-tiba.


"Aku tidak menyangka akan di kawal empat pengawal"


Roselyn menatap keempat pengawal yang akan menemaninya di perjalanan nanti.


"Aku tidak ingin terjadi apa-apa dijalan nanti putriku"

__ADS_1


Roselyn hanya tersenyum menjawab perkataan Aldrick.


"Katakan terima kasihku pada Ratu" Roselyn berangkat menuju Loque.


-------------------------------------------------


Saat itu di suatu tempat di istana selatan Assiria


Seorang wanita bernama Maika berada di ruangan di istana selatan. Dirinya duduk sambil memakan buah apel. Sepertinya dirinya sedang menunggu seseorang. Sesekali dia mengintip dari balik jedela.


Penantian itu berakhir ketika sebuah ketukan datang dari balik pintu.


"Masuk" Perintah Maika.


Seorang wanita muda masuk kedalam ruangan itu.


"Aku senang kau sudah datang" Ujar Maika sambil mempersilahkan wanita muda itu duduk.


"Yah... Sungguh perjalanan yang panjang.. Apa yang harus aku lakukan?"


Maika menuangkan segelas anggur untuk dirinya dan wanita muda itu. Maika menjelaskan maksud dan tujuannya memanggil wanita muda itu.


"Aku paham nona" Senyum licik terlihat di bibir wanita muda itu.


Maika adalah anak dari sepupu Ratu Karina yang berada di Negara Gore. Maika adalah mata-mata Ratu Karina. Selama masih ada Maika di sisi ratu tidak ada yang berani memberontak kepada Assiria. Tidak ada rahasia apapun di Assiria yang tidak diketahui oleh Maika. Itulah mengapa Ratu Karina sangat menyukai Maika. Tidak ada orang yang pernah tahu pekerjaan sebenarnya dari Maika. Yang orang tahu hanya seorang keponakan yang mendatangi bibinya.


Tetapi, Elizha mulai curiga dengan gerak gerik Maika, karena apapun rencananya selalu diketahui oleh Ratu Karina. Itulah mengapa Maika selalu sembunyi-sembunyi datang ke Assiria


"Kau harus ingat, berhati-hatilah.. Karena wanita tua itu memiliki mata-mata juga.. apabila kau ketahuan, harga diriku dipertaruhkan" Ancam Maika.


"Baik nona.. percayalah padaku"

__ADS_1


__ADS_2