The Future Queen

The Future Queen
Hal yang mengejutkan


__ADS_3

Pagi hari menjelang, Roselyn masih terlelap dalam tidurnya. Aroma kopi semerbak tercium diruangan Aldrick.


Perlahan, Roselyn membuka matanya dengan sangat berat. Dirinya masih mengantuk, Tapi tak kuasa melihat cahaya matahari yang melewati wajahnya. Dirinya sejenak melihat kiri dan kanan sekitarnya. Dimanakah dia? Roselyn tiba-tiba mencoba berdiri karena kaget mengapa dirinya tidak dikamarnya. Yang dia ingat hanya dia memasuki suatu ruangan dan berbaring di kursi.


"Kau sudah bangun nona?" Seseorang yang duduk didekat jendela berbicara padanya.


"Dimana aku?!"


"Tenanglah... Kau dikamarku"


"Apa....kenapa aku bisa ada dikamarmu?! Sahut Roselyn yang mengenal suara tersebut.


Aldrick tak menjawabnya. Roselyn paham kenapa dirinya ada di kamar Aldrick. Rupanya ruangan yang dia masuki tadi malam adalah kamar Aldrick.


"Kau mau kemana?" Tanya Aldrick


"Aku mau pulang" jawab Roselyn smbil bergegas merapikan gaun panjangnya.


Aldrick berdiri mendekati Roselyn.


"Roselyn, tidak usah terburu-buru. Kau bisa membersihkan dirimu dikamar mandi. Aku sudah menyuruh dayang membantu menyiapkan pakaian untukmu"


"Tidak usah repot-repot pangeran, aku akan bersih-bersih saat dirumah"


"Kau ingin pergi dengan wajah dan pakaian lusuh seperti itu keluar?"


Roselyn berhenti, dia mencari cermin dan melihat dirinya di cermin. Begitu mengerikannya dia dengan rambut acak-acakan, baju yang kusut, mata bengkak dengan lingkar mata yang hitam.


"Mengapa aku terlihat mengerikan seperti ini didepan pangeran" gumam Roselyn


"Mandilah, aku sudah menyiapkan semuanya dikamar mandi. Apa kau butuh dayang? Akan aku panggilkan" ujar Aldrick sambil menyeruput kopinya.


"Tak perlu, aku bisa sendiri"


Roselyn menurut, dirinya masuk ke kamar mandi yang besar. Terdapat kolam segiempat yang muat untuk empat orang didalamnya. Lantainya berwarna perak, ada patung anak kecil di ujung dekat kolam.


Roselyn selesai membersihkan dirinya dan memakai gaun berwarna ungu muda berlengan pendek dengan kain satin lembut.


"Sudah kuduga, kau cantik memakainya"


"Ah....terimakasih" jawab Roselyn


"Kemari duduklah, aku sudah memanggil pelayan menyiapkan sarapan untuk kita"


Roselyn menurut, dia mendekat meja tempat Aldrick duduk. Dan duduk diseberang Aldrick duduk.

__ADS_1


Roselyn masih melayangkan matanya kekiri dan kekanan memantau ruangan itu. Ruangan besar yang menyatu antara kamar tidur dan ruang tamu. Hanya disekat pagar berwarna emas dengan ukiran-ukiran yang dia tidak paham itu apa.


Tempat dirinya makan ada di dekat tempat tidur dekat kaca besar menuju balkon terlihat di samping balkon ada kursi panjang beralaskan kulit domba. Disitu dia berbaring tadi malam.


Pelayan datang membawa makanan. Ada susu almond, roti dengan daging dibumbui diatas yang dilumuri saus putih dan buah-buahan.


Setelah selesai sarapan


"Kau menyukainya Roselyn?" Tanya pangeran sambil menyeka mulutnya dengan serbet


"Ya..ini sangat enak" sahut Roselyn


Selesai makan, Roselyn pergi ke balkon tempat dirinya berbaring tadi malam.


"Maafkan aku, lancang memasuki kamarmu pangeran" tunduk Roselyn


"Tidak apa-apa, tak usah kau pikirkan. Ngomong-ngomong panggil Aldrick saja"


Roselyn mengangguk, dirinya terpana dengan pemandangan diluar istana. Dirinya kagum dengan kerajaan ini, walaupun tidak sebesar kerajaannya.


"Ah...aku harus pulang, Rila pasti cemas menungguku dirumah"


"Biarku antarkan"


"Tak usah pangeran aku bisa pulang sendiri"


"Kau tau dimana arah rumahmu?"


Seketika langkah kaki Roselyn terhenti, dirinya lupa dimana tempat tinggalnya karena kalau kemana-mana selalu dengan Rila.


"Sudah kuduga kau tidak tau arah pulang hahahaha, ayo ku antarkan"


Pletakk...pletokkk...pletakk pletokk..


Mereka naik kereta kuda kerajaan menuju kediaman Roselyn.


"Aku melupakan gaunku tadi tertinggal" ujar roselyn sambil menepuk kepalanya


"Nanti akan kusuruh seseorang mengantarkannya" jawab Aldrick tersenyum


Mereka melewati rumah tiga selir Aldrick dan sampailah di depan rumah Roselyn.


"Ayo.." ujar Aldrick sambil membantu Roselyn turun dari kereta kuda


Tokk....tokk....tokk....

__ADS_1


Tap..tap..tap..


bunyi seseorang berjalan dengan cepat dari dalam rumah.


Seseorang membukakan pintu gerbang.


"Nonaaaaaaa.....kau kemanaa sajaaaaa aku sangat khawatir....aku tak bisa tidur memikirkan nona bagaimana kalau nona tersesat, diculik........" Ujar Rila sambil berkaca-kaca


Roselyn tertawa


"Pangeran.. maafkan hamba" ujar Rila menunduk hormat, dia baru menyadari ada pangeran didekat Roselyn


"Ayo masuk pangeran" ujar Rila lagi


Mereka masuk ke kediaman Roselyn.


"Tuan ingin minum? Ayo mari minum teh" bujuk Rila


"Tidak.. Aku hanya mampir mengantarkan Roselyn, sepertinya aku balik dulu. Karena ada pekerjaan yang harus aku kerjakan, lain kali aku akan mampir untuk minum teh" ujar Aldrick pergi keluar.


"Terimakasih ya.." Jawab Roselyn


Aldrick mencium punggung tangan Roselyn dan pergi.


Wajah Roselyn memerah.


"Ehem..."


Lamunan Roselyn buyar karena suara berdehem Rila.


"Mengapa wajah tuan putri memerah? Apakah anda sudah merasakan yang namanya jatuh cinta? Hahahaha..."


"Rilaaaaaaaaaa?!?!?!" Teriak Roselyn


Kediaman Nagie


"Suara apa itu? Sepertinya suara kereta kuda kerajaan! Ah, itu Aldrick pasti ingin mengunjungiku"


Nagie bergegas menuju gerbang depan rumahnya, tetapi suara itu melewati rumahnya. Dilihatnya Aldrick menjulurkan tangannya membantu Roselyn turun dari kereta kuda.


"Apa yang dilakukan Aldrick dirumah wanita itu?" Ujar Nagie berwajah masam.


Dirinya mengintip dari pinggir gerbang, tetapi Aldrick dan Roselyn masuk ke kediaman Roselyn.


Nagie merasa bahwa posisinya sebagai calon ratu terancam

__ADS_1


"Ini gak bisa dibiarkan, ini gak bisa dibiarkan. Aku harus putar otak. Wanita penggoda itu tidak boleh mendekati pangeran!!!" gumam Nagie sambil menggigit bibirnya


__ADS_2