The Future Queen

The Future Queen
Rahasia Rila


__ADS_3

Hari itu Rila mengungkapkan jati dirinya yang tak seorangpun tahu, kepada Roselyn


"Rila, apabila aku kembali ke negaraku.. Apa dirimu mau ikut?"


Rila kaget dengan ajakan Roselyn.


"Maksudnya nona?" Rila benar-benar belum memahami keinginan Roselyn.


"Aku tau kau sudah lama tinggal di Assiria, aku hanya ingin mengajakmu ke Loque" Roselyn tersenyum sambil menatap wajah Rila agar Rila tahu bahwa keinginan Roselyn tulus.


"Kalau itu memang yang terbaik untuk Rila nona, aku mau" Mata Rila berkaca-kaca, dia tidak menyangka kalau ada orang lain lagi yang masih menyayanginya.


------------------------------------------------------


Istana barat tepatnya diruang kerja Pangeran Aldrick. Para menteri dan Jendral sedang rapat.


"Jendral Marcus, bagaimana mengenai Eze?" Aldrick mengernyit, otaknya berpikir. Dirinya takut salah bicara dan salah langkah.


"Pangeran, Eze aman.. para pasukan Elburg mundur"


"Baguslah Jendral Marcus... Kirim mata-mata di Eze, aku takut mereka akan kembali" Aldrick melipat lengan bajunya.

__ADS_1


"Pangeran, hamba sarankan untuk membuat markas kerajaan di Eze agar mereka tidak kembali lagi.." menteri Shu maju sambil menggenggam topinya.


"Maksudnya? Membuat istana kedua?" Aldrick berdiri, sambil menatap Menteri Shu.


"Betul pangeran, ini agar mereka tidak berani lagi ke Eze" Ujar Menteri Shu


"Hamba setuju pada rencana Menteri Shu, pangeran.. Kita harus membuat tanda agar musuh berpikir dua kali untuk menyerang Eze" Menteri Ladon setuju dengan ide Menteri Shu.


Aldrick memutari mejanya dan kembali duduk dikursinya. Dirinya diam sejenak menatap langit-langit ruangan rapat yang berlapiskan emas.


"Aku setuju dengan saran menteri Shu, suruh Seth untuk mencarikan desain istana nanti" kata Aldrick yangmasih dengan tatapan matanya ke langit-langit.


"Baik pangeran, akan hamba sampaikan kepada Seth nantinya" Dhion menjawab perintah Aldrick sahabatnya itu.


"Baik Pangeran, akan hamba coba untuk memperkuat militer kita.." Jenderal Marcus memakai topinya lagi.


Rapat hari ini membahas tentang kota Eze selesai.


--------------------------------------------------------


Disuatu tempat diwaktu yang sama

__ADS_1


Rila sudah tidak sedih lagi, dirinya sudah ceria seperti sediakala.


"Nona, kapan kau akan kembali ke negaramu?" Rila yang saat itu sedang menyiram tanaman sedangkan Roselyn masih menulis.


"Mungkin dua bulan lagi setelah tulisanku selesai, ada apa Rila?" Roselyn menghentikan tulisannya.


"Tidak, aku hanya bertanya" Rila kembali mrnyapu halamannya.


"Tapi mungkin dalam waktu dekat ini aku akan kembali sebentar untuk menyapa ayah ibuku"


Sudah lama Roselyn tidak kembali ke Loque, menurutnya setelah menulis tentang Assiria mungkin dia akan istirahat selama setahun.


"Bagaimana dengan Pangeran Aldrick?" Rila memancing Roselyn dengan pertanyaan tentang Aldrick


"Dia sudah memiliki tiga selir, aku tidak mau merusak keinginan selir-selir itu yang menginginkan tahta ratu" ujar Roselyn ketus.


Rila menggelengkan kepalanya tanda lucu dengan jawaban Roselyn. Menurut Rila itu karena Roselyn cemburu pada ketiga selir itu.


"Aku hanya ingin memiliki satu suami yang hanya mencintaiku saja" Roselyn merebahkan dirinya di lantai gazebo. Dirinya menulis awan dengan jarinya.


"Walaupun dia bukan pangeran?" Tanya Rila penasaran.

__ADS_1


"ya... walaupun bukan pangeran..." Roselyn kembali mempertegas jawabannya.


Roselyn paham dirinya tidak akan mungkin bisa bersama Aldrick karena statusnya yang merupakan putri kerajaan di negaranya.


__ADS_2