
Cerita Almira
Kediaman Almira
"Bibi... Almira berlatih dulu ya.." teriak Almira dari depan halaman.
"Hati2 Mia...." Sahut Bibi Lea dari dalam rumah. Mia adalah panggilan Almira.
Bibi Lea adalah dayang Duchess Almira. Umur Bibi Lea sudah 50 tahun. Dia sudah menemani Almira dari umur 5 tahun. Setelah ibu Almira meninggal karena sakit 21 tahun yang lalu. Sekarang ayah Almira meninggal karena berperang dengan Kerajaan Quina, karena itu Bibi Lea sudah seperti ibu bagi Almira.
'Triiinnnggg.... triiinggg triingg '
Bunyi pedang beradu, Almira sedang berlatih pedang pagi ini.
Karena ayahnya seorang jendral, maka dia dilatih untuk mempertahankan diri. Rambutnya yang panjang di kuncir kuda, dengan poni yang basah karena keringat selama latihan. Almira masih berlatih sampai sore menjelang.
"Hei.. kau semakin hebat saja Almira" Puji Levi, salah satu panglima kerajaan.
"Ah..tapi tak sehebat kau Levi"
"Sepertinya kita sudahi saja latihan ini, aku lelah"
" Seorang panglima kerajaan kelelahan..? Hahaha "
"Aku hanya tak ingin mengeluarkan kehebatanku"
"Iya..iyaa kau memang hebat..." Ejek Almira
Setelah berlatih, Almira kembali ke rumahnya. Setelah hampir mendekati rumah, Almira bertemu Nagie. Nagie yang selalu cerewet dan marah dengan dayangnya didepan halaman rumahnya.
"Huh seperti biasa setiap hari, pemandangan yang membosankan " gumam Almira.
"Apa yang kau lihat?!!" Ujar Nagie dengan tatapan galak.
"Aku tidak melihat apa-apa, dan aku juga tidak peduli!" Jawab Almira
Nagie mendekati Almira dan menatapnya tajam-tajam.
" Sangat bodoh pangeran, memilih wanita bau untuk menjadi selirnya" ujar Nagie memandang jijik Almira.
Almira sudah terbiasa dengan cibiran Nagie. Apa yang dikatakan Nagie hanya angin lewat untuknya.
"Kau mendekatiku hanya ingin mengatakan itu Nagie?"
"Agar kau sadar dan pergi dari Aldrick"
" Wow siapa kau? Kau hanya selir Nagie bukan ratu!! Dan kau tau Nagie, pedangku ini pernah membunuh orang. Kau mau lihat?" Almira membuka sarung pedangnya dan memamerkannya didepan Nagie.
"Wanita gila !!!!" Nagie pergi dengan perasaan jijik melihat Almira.
"Bodoh sungguh bodoh Aldrick mau dengan wanita gilaaaaaaaa !!!!!" ujar Nagie berteriak sambil berjalan menjauhi Almira.
Krriiiiiiieeeeetttttttttttt....
Pintu rumah seseorang terbuka. Keluar wanita berambut pendek ikal coklat kemerahan dari dalam rumah. Wanita tersebut mengintip, separo matanya saja yang terlihat.
__ADS_1
"Aku tau itu kau Lesly, apa yang kau lakukan mengintip seperti itu?" Ujar Almira
Wanita muda itu keluar rumah dan pergi mendatangi Almira.
"Aku mendengar Kak Nagie berteriak, ada apa?" Wanita muda tersebut berbicara sambil berbisik.
"Biasaaaa...wanita tua itu berteriak hahahaha"
"Janganlah bertengkar, tidak baik kalau orang mendengarnya"
"Iya tuan putri, baiklah...."
"Pletakk pletokk pletakk pletokk" bunyi sepatu kuda.
Turun lelaki dari atas kuda didepan rumah Roselyn.
Lelaki dengan pakaian prajurit membuka gulungan surat dan dia membacanya keras-keras.
"Undangan untuk Putri Roselyn Diharapkan besok kehadirannya pada acara makan malam bersama Raja dan Ratu Assiria pada pukul 7 malam"
Almira dan Lesly melihat apa yang dilakukan lelaki itu di halaman rumah Putri Roselyn. Setelah pergi kerumah Roselyn, prajurit tersebut pergi kerumah Almira.
"Ehem, U...." Belum sempat prajurit membaca undangannya, Almira memanggilnya.
" Hei!!" Panggil Almira
"Saya?"
"Ya kamu, masa kuda.."
"Sini undangannya, biar aku yang baca" ujar Almira sambil mengambil undangan tersebut.
"Nyonya, jangan rusak ya..itu satu-satunya"
"Iyaaa saya tau!!"
""Undangan untuk ..... Diharapkan besok kehadirannya pada acara makan malam bersama Raja dan Ratu Assiria pada pukul 7 malam"
"Mengapa titik-titik...?"
"Iya nyonya, tapi saya ada daftarnya" ujar prajurit tersebut sambil membuka daftar nama yang diundang.
"Siapa yang diundang??"
"Para bangsawan sekitar istana"
"Selir raja tidak diundang?"
"Dari daftar tidak ada nyonya"
" Siapa membuat daftar?sahut Lesly
"Baginda Ratu, tuan putri"
"Baiklah, kau bisa melanjutkannya lagi"
__ADS_1
"Baik nyonya, saya mohon pergi"
Prajurit itu lalu pergi kerumah Nagie untuk membacakan undangannya, kemudian dirinya pergi lagi menuju rumah bangsawan lainnya.
"Kalau salah satu diantara kita atau siapapun itu yang menjadi ratu, kita akan bernasib seperti selir raja itu" ujar Almira.
Lesly hanya bisa terdiam. Almira berpamitan masuk ke kediamannya karena hari sudah mulai menjelang malam.
"Bibi Lea, aku pulang"
"Mia, setelah mandi. Mari kita makan"
"Baik bi.." sahut Almira
Setelah Almira selesai mandi, dia pergi ke meja makan. Disana bibi Lea sudah memasak makanan yang banyak.
"Masakan bibi memang yang terbaikkkkkk" ucap Almira sambil memberikan jempolnya untuk Bibi Lea.
"Aku dengar ada makan malam besok di istana betulkah itu?
"Huumm,,raja dan ratu mengundang bangsawan untuk makan bersama, sepertinya ada yang ingin disampaikan raja"
"Iya..." Jawab bibi Lea singkat.
Kediaman Keluarga Raja
Pangeran Aldrick baru tiba dari kota Mor, karena ada urusan kerajaan disana.
"Mana Seth, panggilkan Seth"
"Carikan Seth" ujar Dhion pada prajurit yang sedang memarkirkan kudanya.
"Baginda, Seth disini" ujar prajurit yang memanggil.
"Hari ini aku harus kemana?" Tanya Aldrick sambil melepaskan jubahnya.
"Menurut jadwal, hari ini pangeran ke kediaman Putri Lesly"
Seth adalah penasehat pangeran yang mengurus urusan dan jadwal pangeran setiap hari.
"Utus anak buahmu kepada Lesly, katakan aku sangat lelah"
"Baik pangeran..pangeran harus ingat juga, Besok ada acara makan malam dengan raja dan ratu pukul 7."
Seth bergegas pergi menyuruh anak buahnya pergi ke Putri Lesly untuk mengatakan pesan pangeran.
"Kau tau Dhion, aku sebenarnya tidak menyukai ini. Tapi, aku terpaksa! Andai aku mempunyai adik atau kakak. Mungkin tidak seperti ini nasibku"
Pangeran Aldrick pergi menuju teras kamarnya. Kamar Aldrick ada dilantai tiga, istana barat. Dia langsung merebahkan dirinya di kursi panjang yang lebar beralaskan kapas tebal dan dilapisi bulu domba terbaik di Assiria.
"Aldrick, aku tau bahwa pernikahanmu hanya pernikahan politik. Tapi kau harus tau, kau adalah calon raja. Raja Kerajaan Assiria, selir itu berguna untukmu menguasai kerajaan lain. Apapun yang terjadi pilihlah ratu yang tepat untuk menemanimu memerintah negeri ini"
"Iya aku tau..aku tau Dhion"
Indahnya bintang di langit membuat Aldrick terkagum-kagum.
__ADS_1
"Aku akan menjadi raja yang akan dikenang sampai kapanpun" gumam Aldrick.