The Future Queen

The Future Queen
Rahasia kota Eze


__ADS_3

" Panggilkan Aldrick..!!" Perintah Raja Martien pada pengawalnya.


Kabar mengenai rencana penyerangan Kerajaan Elburg sampai di telinga raja.


Raja Martien jarang dilibatkan masalah peperangan Assiria, semua Aldrick yang mengatur. Ratu memerintahkan agar kabar yang tidak baik jangan disampaikan kepada Raja. Karena raja memiliki penyakit yang sewaktu-waktu bisa membunuhnya apabila ia mendengar kabar buruk.


" Baginda memanggilku?"


Aldrick datang menghadap raja. Dia tahu kalau raja memanggilnya karena kabar tentang Elburg.


"Elburg menyerang kita?"


"Belum yang mulia, hanya ada pergerakan saja dari pasukan Elburg" jawab Aldrick berusaha menenangkan Raja Martien.


" Mereka mengincar 'itu' "


Raja berjalan mengelilingi ruangan tersebut sambil menyeret jubah kerajaannya.


"Itu? Maksud ayah? " Aldrick bingung dengan perkataan raja.


"Kau, ambilkan gulungan Eze di perpustakaan.. Cari perkamen berwarna paling tua dan paling kusam dibagian Eze" Perintah raja kepada salah satu pengawalnya.


"Aku tidak paham dengan yang ayah katakan"


"Elburg sudah dari dulu memantau Eze. Bukan hanya Elburg, kerajaan lain juga mengincar Eze" Raja mengambil gelas pialanya dan meminum isinya.


"Aku tidak pernah tau itu ayah"


"Ayah kira mereka lupa dengan Eze, ternyata mereka masih mencoba menguasai Eze"


"Yang Mulia"


Seorang pengawal memberikan perkamen kusam dan sedikit rusak diujungnya. Namun tulisannya masih terbaca.

__ADS_1


"Kemari anakku"


Raja Martien membuka gulungan tersebut, debu berterbangan berasal dari gulungan itu.


"Ukku" Raja menyebutkan 1 kata yang membingungkan Aldrick.


"Apa itu 'Ukku' ayah?"


"Ukku adalah bahan pedang tertajam didunia anakku. Saat terjadi suatu perang di negara timur sekitar 20 tahun yang lalu. Pedang yang terbuat dari Ukku merupakan mimpi buruk bagi pasukan barat.."


"Ukku?" Aldrick masih mendengar raja berbicara sambil melafalkan kata ukku. Sangat terdengar asing bagi Aldrick.


"Suatu negara di selatan membuat senjata dari Ukku, tapi sekarang Ukku sudah tidak ada lagi di negara selatan"


"Jangan bilang kalau Ukku ada di....."


Aldrick terdiam, jantungnya berdebar.. Baru ini dia sangat ketakutan sekali. Berapapun musuhnya tidak pernah ada keraguan.


"Anakku, ayah tahu kau akan menyuruh ahli untuk mencari tau apa hasil bumi di bawah eze"


"Teman bisa jadi musuh anakku. Apabila semua tahu bahwa di Eze ada Ukku, akan terjadi peperangan besar.. Bukan hanya Assiria saja yang musnah, kerajaan lain juga"


"Apa yang harus aku lakukan ayah"


Untuk pertama kalinya setelah 5 tahun, Aldrick meminta bantuan raja.


"Hahahahaha... Anakku, kau selalu berkata padaku.. Ayah tenang semua beres.."


"Aku salah langkah ayah.. Aku takut akan merusak semuanya, menghancurkan Assiria"


" Ayah hanya akan memberi saran, buat ahli-ahli pura-pura memeriksa tanah Eze didepan mata-mata Elburg.. Buat seolah-olah Eze hanya sebuah bukit tidak ada apa-apa didalamnya, kemudian pasukan kerajaan yang ada di sana tarik mundur untuk memberi kesan bahwa tidak ada yang perlu dijaga dari Eze"


"Tapi ayah, mereka akan menyerang Eze"

__ADS_1


"Sebar para mata-mata di eze, dan lakukan penyamaran pada prajurit-prajurit menjadi rakyat Eze apabila mereka berusaha menyerang.. Persiapkan pasukan di kota atau desa lain di dekat Eze tanpa terlihat bahwa itu pasukan" Raja kembali menjelaskan rencananya kepada Aldrick.


"Baik ayah, aku harus bergegas"


"Ingat Aldrick anakku, teman bisa jadi lawan.. Alangkah baiknya hanya kau saja yang tahu"


"Baik ayah, terimakasih atas saranmu.."


Setelah berlutut, Aldrick berlari keluar menemui Dhion dan menyuruh untuk memanggil menteri-menteri dan para jendral ke ruang rapat


Dengan segera mereka merubah rencana mereka mengikuti rencana raja tanpa ada satu orang pun tahu apa yang ada di bawah Eze. Aldrick berbohong mengatakan bahwa di bawah Eze hanya emas dan bebatuan.


Hari ini sangat menguras energi dan pikiran Aldrick, dia menuju kediaman Roselyn.


Aldrick tersenyum melihat Roselyn membuka pintu gerbangnya.


"Apa yang kau lakukan seharian ini?" Tanya Aldrick.


mereka menuju gazebo di dekat air mancur di kediaman Roselyn.


"Tidak ada, hanya mencoba menulis seperti biasa"


"Mana? sini coba aku lihat"


Roselyn memberikan Naskah tulisannya kepada Aldrick.


Tiba-tiba Aldrick membaringkan kepalanya di paha Roselyn.


"Hei.....!! apa yang kau lakukan" Roselyn terkejut.


"Sssstttt.. biarkan seperti ini... aku sangat kelelahan"


Aldrick memejamkan matanya.

__ADS_1


'Mungkin dia lelah' gumam Roselyn.


__ADS_2