
Hari ini petinggi Kerajaan Loque akan mengadakan pertemuan. Pertemuan yang digagas oleh Barbara, selir utama Raja George.
"Bagaimana ini, yang katanya calon ratu terlambat" Ujar Barbara setengah merendahkan.
"Hanya terlambat 5 menit bersabarlah, mungkin ada sesuatu yang penting" Duke Aristo seperti biasa membela keluarga inti kerajaan.
"Hanya... Itu adalah kata yang terlarang di Loque, apalagi kalau Roselyn menjadi ratu apakah bisa ditoleril seperti itu?" Barbara masih mencoba mempermalukan Roselyn.
Tak lama kemudian, muncullah Putri Roselyn.
"Maafkan saya terlambat, ada urusan penting yang tidak bisa saya tinggalkan" Roselyn datang dengan gaun berwarna merah dengan rambut dikuncir kuda.
"Cihhhhh" Barbara melipat tangannya melihat Roselyn.
"Putriku, kemarilah...." Raja George memanggil Roselyn untuk duduk di sebelah raja.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul, kita mulai pertemuan kita.. silahkan penasehat kerajaan Duke Zoel" Duke Aristo membuka pembicaraan.
"Terimakasih Duke Aristo, sebenarnya pertemuan ini membahas pembahasan kita tempo kemaren yang membahas tentang pewaris tahta kerajaan.. Antara Putri Roselyn dan Emilio"
Barbara tersenyum, dirinya senang mendengar kata pewaris tahta kerajaan.
"Mengingat Putri Roselyn sudah hampir 6-7 bulan pergi dari Loque, sehingga rakyat mulai bertanya-tanya dengan Putri Roselyn, apakah dirinya akan kembali atau tidak.. Ini sangat meresahkan rakyat, rakyat akan hilang kepercayaan kepada Kerajaan Loque dikhawatirkan akan terjadi demonstrasi.. Apa ada tanggapan dari semua yang hadir"
Barbara tersenyum mendengar perkataan Duke Zoel.
Semua yang hadir saling berbisik, bingung dengan pilihan mereka.
"Salam Yang Mulia, Saya akan menanggapi. Saya tahu bahwa Putri Roselyn adalah satu-satunya pewaris tahta kerajaan Loque, tetapi mengingat sudah lama Putri Roselyn tidak berada di Loque, tidak tahu bagaimana kondisi Loque saat ini. Berbeda dengan Emilio, dia belajar tentang ekonomi, tentang ilmu pemerintahan, militer dan juga berlatih pedang bersama para prajurit, dan juga pintar, saya berharap Yang Mulia dan hadirin disini dapat berfikir dengan bijak.. Karena ini menyangkut masa depan Loque" Count Neville salah satu petinggi kerajaan berdiri.
Semua hadirin disitu saling berbisik semakin bingung dengan pilihan mereka.
Senyum Barbara lebar, dirinya senang dengan perkataan Count Neville.
Count Neville adalah bangsawan atas rekomendasi Barbara, dia merayu raja agar membuat Neville menjadi bangsawan dan juga menjadi salah satu petinggi kerajaan. Bisa dibilang bahwa Count Neville adalah kaki tangan Barbara.
"Terimakasih Count Neville atas tanggapannya, saya akan menanggapi.." Ujar Duke Aristo sambil tersenyum kepada Raja dan juga Putri Roselyn.
"Sejak dahulu sebelum kerajaan Loque besar seperti sekarang, pewaris tahta kerajaan adalah keturunan langsung Raja dan Ratu yang sah, semua juga tahu, rakyat juga tahu... Tidak pernah dalam sejarah bahwa Kerajaan Loque memiliki Raja atau Ratu dari seorang selir.." Duke Aristo terang-terangan menyerang Barbara
Wajah Barbara merengut, dia membenci Duke Aristo karena selalu membela ratu dan anak-anaknya.
"Apakah rakyat tidak bertanya-tanya, untuk apa memilih anak dari selir apabila ada anak dari ratu? bukankan akan mengurangi kepercayaan rakyat terhadap Kerajaan Loque? Tidak baik untuk mengubah sejarah, apa yang akan dikatakan nenek moyang apabila ini terjadi? Darah lebih kental daripada air, lihat Raja George" Duke Aristo mengarahkan tangannya kepada raja.
Raja tersenyum dan memberi tanda untuk Duke Aristo melanjutkan bicaranya.
__ADS_1
"Raja George adalah raja pertama yang bisa menyatukan kota-kota hingga sebesar Loque, kecerdasan dan kepintaran Raja George pasti akan menurun kepada putrinya yaitu Putri Roselyn.. Putri Roselyn pergi ke negara-negara lain sampai bisa kembali dengan selamat di negara ini itu karena kecerdasan dan kecerdikannya. lihat diluar sana, yang mengantarkan Putri Roselyn adalah pengawal khusus kerajaan lain.. Begitu spesialnya Putri kita dihadapan kerajaan lain sehingga diantarkan oleh pengawal dan kereta terbaik milik kerajaan lain. apa yang terjadi apabila Roselyn tidak menjadi ratu? Saya mohon yang mulia dan hadirin bisa berpikir bijak" Duke Aristo membuat bisik-bisik diantara petinggi kerajaan. Mereka sepertinya sudah membuat kesepakatan.
Barbara mencubit jari-jarinya, dia khawatir Emilio tidak akan menjadi raja.. Perkataan Duke Aristo tadi memukul telak dirinya.
"Baiklah terimakasih Duke Zoel, Duke Aristo, dan Count Neville, apakah Putri Roselyn akan mengatakan sesuatu?" Raja George memegang tangan Roselyn berharap Roselyn berbicara didepan mereka.
"Terimakasih Yang Mulia atas kesempatannya, saya pergi sekitar 6-7 bulan tidak untuk bermain-main, tapi untuk belajar tentang negara lain.. Saat ini saya sudah berkelana ke negara-negara lain untuk menulis tentang kebudayaan negara tersebut. Tidak hanya kebudayaan tetapi juga belajar tentang pertahanan mereka, politik mereka, agar saya bisa tahu perbedaan Loque dengan negara lain tersebut. Ini merupakan bekal untuk menjadi Ratu, karena saya paham dan tahu dari kecil saya sudah ditempa menjadi calon ratu Loque. Tetapi, saya kaget setelah kembali ke Loque ada yang berusaha untuk menjatuhkan saya" Roselyn menatap tajam Barbara.
"Saya berharap hadirin semua bijak dalam memberi keputusan.. Selama saya berkunjung ke negara-negara lain, ada satu perbedaan Loque dengan negara lain"
Semua hadirin berbisik lagi, entah apa perbedaannya.
Roselyn melanjutkan perkataannya.
"Perbedaan Loque dengan negara lain adalah, disana Selir tidak lebih tinggi dari Ratu. Tidak ada selir yang ikut dalam rapat kenegaraan, rapat kerajaan, tidak ada selir yang mengatur kerajaan, semua adalah ratu. Saya kaget dengan Loque, seorang ratu yang merupakan petinggi kerajaan tidak ikut pertemuan, tetapi selir ikut dalam pertemuan. Dimana kepercayaan rakyat dengan Raja dan Ratu Loque apabila semuanya diatur oleh selir" Roselyn emosi dengan perkataannya.
Raja George terdiam mendengar perkataan Roselyn, dia membenarkan itu semua..
"Mohon maaf Putri Roselyn, tidak ada salahnya saya berada disini karena saya berusaha untuk kerajaan Loque, tidak pergi kemana-kemana demi Loque" Barbara berdiri, dirinya malu karena perkataan Roselyn.
"Barbara..." Raja George mengisyaratkan barbara untuk duduk.
"Yang Mulia, apakah ini hasil yang didapatkan Putri Roselyn dari pengelanaannya selama ini, sungguh tidak terpuji sekali, saya keberatan dengan hinaannya" Nada bicara Barbara mulai meninggi.
Roselyn kembali duduk membiarkan kegaduhan ini.
Inilah kelemahan Raja George, dirinya terlalu lemah dengan Barbara, semua yang mengatur adalah Barbara.
"Yang mulia, anda harus tegas.. Karena akan menimbulkan kegaduhan" Duke Aristo berusaha membuka mata Raja George.
Barbara masih berdiri dan menatap tajam Roselyn yang sudah tenang.
"Barbara, kalau kau tidak kembali duduk.. keluar dari ruangan ini" Nada bicara Raja George meninggi. Sudah lama Raja George tidak setegas ini.
Barbara terkejut mendengar raja berkata seperti itu, dirinya pergi dari ruangan itu.
Semua kembali tenang. Duke Aristo melanjutkan pembicaraannya lagi.
"Baiklah hadirin semua, kiranya kita mempertimbangkan dengan bijak.. Apakah setuju Putri Roselyn akan menjadi pewaris tahta tunggal Kerajaan Loque?"
Semua menjawab setuju, Roselyn lega, dirinya masih menjadi pewaris tahta Kerajaan Loque.
-------------------------------------------------
Kediaman Duke Victor
__ADS_1
Tokk....tok...tok...
"Iya..Sebentar"
Duchess Elizha membuka pintu.
"Nyonya salam, saya pembantu baru dirumah ini, nama saya Sue" Ujar wanita muda itu memperkenalkan diri.
"Lama sekali, aku sudah menunggu tiga hari"
"Maaf nyonya, saya baru datang dari desa"
"Ayo masuk"
--------------------------------------------
Kediaman Almira
"Aku menerima pesanmu, tumben kau mengajak aku kerumahmu ada apa?" Aldrick menggoda Almira.
"Aku hanya ingin bicara"
"Kelihatannya serius ada apa?"
"Kau sudah memilih Nagie untuk jadi Ratumu?"
"Membahas itu, kau mau jadi ratuku? Aku senang apabila kau mau menjadi ratuku, kau pintar, kuat.. Aku bisa berlindung dibelakangmu" Aldrick menggoda Almira sahabatnya itu.
"Tidaaaakkk seperti itu, kau sudah janji untuk melepaskan aku jadi selir setelah kau jadi raja kan, jangan lupakan janjimu itu"
"Iyaaa...ngomong-ngomong, mengapa kau membicarakan mengenai masalah ratu? Ada apa?"
"Apa yang kaulakukan pada Nagie sehingga Nagie menjadi sombong kepada orang-orang di istana"
Aldrick bingung maksud Almira apa.
"Maksudnya?"
"Dia mengatakan pada semua orang di istana kalau kau memilihnya menjadi calon ratumu" Almira menarik Adrick dan berbicara ditelinga Aldrick.
"Wuaaaahhhhh.. tak usah teriak-teriak ditelingaku" Aldrick memegang telinganya.
"Dia mengancam akan mengusir aku dan Lesly apabila dia menjadi ratu nanti"
"Ini yang aku tidak suka dari Nagie, sifat berlebihannya.. Aku tidak pernah bilang seperti itu"
__ADS_1
"Pikirkan baik-baik bila kau jadi Raja nantinya, jangan sampai 'Ratumu' nanti yang akan menghancurkan Assiria"
Aldrick terdiam, ada benarnya ucapan sahabatnya itu.