
Pagi ini seperti biasa Roselyn menulis lagi. Dengan ditemani teh mawar dan sepiring kue yang menurutnya merupakan salah satu komposisi terbaik yang membuatnya lancar menulis. Didekatnya ada Rila yang membantunya sambil memotong tangkai-tangkai tanaman yang layu. Hampir tiga jam mereka ditanam kecil kediaman Roselyn. Matahari sudah mulai terik, hingga akhirnya Roselyn menyudahi tulisannya.
"Rila, gaun mana yang aku pakai untuk acara makan malam nanti ya?" Tanya Roselyn sambil membereskan alat tulis dan kertasnya.
"Aku sudah melihat gaun-gaun nona, semuanya indah"
"Sudah lama aku tidak berbelanja Rila"
"Tidak usah berbelanja nona, aku akan memilihkan gaunmu" ujar Rila mengajak Roselyn kekamar Roselyn.
Setelah memilih beberapa pakaian. Akhirnya mereka sepakat satu gaun indah. Gaun lama yang menurut Roselyn diberikan Ratu Kerajaan Gilde saat berkunjung kesana.
Gaun itu berwarna kuning kombinasi coklat dengan brokat bermotif mawar dibagian dada hingga pinggang. Lengan panjangnya setengah siku tapi melebar diujungnya dengan rumbai berwarna putih. Menurut Rila itu gaun yang sangat indah.
Hari sudah menunjukkan pukul enam sore, Roselyn sudah bersiap.
Rila menata rambutnya, rambut Roselyn yang panjang dan pirang di kuncir kuda ada pita berwarna kuning mengikat kuncir kudanya.
Gaun yang di kenakannya membuat Roselyn sangat cantik, Roselyn menggunakan sepatu berwarna coklat muda melengkapi cantiknya dirinya saat itu. Hingga akhirnya tak lama kemudian kereta kuda kerajaan datang menjemputnya.
Tak lama kemudian sampailah Roselyn di gedung pertemuan atau balai pertemuan Kerajaan Assiria. Disana sudah banyak bangsawan kerajaan yang ada di Assiria.
"Betul kata Rila, ini hanya makan malam, hanya bangsawan dalam kerajaan saja yang diundang" gumam Roselyn sambil berjalan menuju balai.
Sesampai didalam balai pertemuan. Terlihat Duchess Nagie sedang berbincang dengan wanita muda yang sepertinya bangsawan.
Duchess Nagie malam ini memakai gaun merah muda dikombinasikan warna putih dengan lengan pendek melebar. Gaunnya terlihat sangat mewah, ada kilauan permata di gaunnya, rambut kuning kecoklatannya dikepang kebelakang dan jepitnya berhiaskan permata. Sejenak dia menoleh ke arah Roselyn, tatapannya dingin seolah berkata 'ngapain dia kesini'
Roselyn acuh, melanjutkan perjalanannya. Mungkin, dia mendapatkan teman bicara malam ini. Tiba-tiba seorang wanita datang menyapanya dari belakang.
__ADS_1
"Halo...kau tetanggaku?" Sapanya.
"Ah...iya...salam.. kenalkan saya Roselyn"
Roselyn mengajak bersalaman wanita tersebut. Roselyn ingat siapa dia, wanita berambut hitam panjang. Seorang selir pangeran.
Malam ini Almira menggunakan gaun merah dan hitam. Tak ada hiasan atau pita, hanya renda.. Rambut panjangnya digerai.
"Kita harus lebih banyak mengobrol"
"Ah...iya..boleh.." jawab Roselyn
"Baiklah aku pergi dulu ya, selamat menikmati pesta"
Almira pergi sambil memanggil seseorang yang Roselyn tidak tahu siapa. Roselyn kagum melihatnya, wanita tersebut sangat anggun. Dia mengenakan gaun berwarna putih biru dengan pita di dadanya. Rambut cokelat pendeknya di gerai, ada jepit rambut bunga warna putih. Roselyn tidak mengenal wanita itu. Wanita itu adalah selir pangeran. Putri Lesly.
Raja Martien dan Ratu Karina duduk di kursi meja makan. Semua tamu undangan duduk ditempatnya masing-masing.
"Suatu kehormatan bagiku dan ratu untuk mengundang Grand Duke, Duke, Duchess, Putri, Count, Countess, Viscount telah datang undangan makan malam ini. Tak ada yang spesial untuk acara malam ini, saya dan ratu hanya ingin kita saling mempererat persaudaraan kita dan juga karena kerajaan kita mulai memperluas wilayah dengan kemenangan kita di Provinsi Ther. Mari kita bersulang"
Triiingg triinngg triinngg...
Bunyi gelas beradu. Semua bersulang. Suara orkestra menemani makan malam dibalai pertemuan.
Ada pertanyaan di benak Roselyn dimanakah pangeran? Harusnya seorang pangeran hadir pada acara ini.
Makan malam selesai. Para bangsawan melanjutkan dengan berdansa
Roselyn merasa tidak betah disana karena gaun yang dikenakannya panas menurutnya. Roselyn pergi naik ke lantai tiga karena gedung pertemuan ada dilantai dua.
__ADS_1
Dirinya menemukan ruangan dengan dua pintu besar sebelah kanan setelah dari tangga. Dia mendorong pintu besar itu dan masuk kedalam. Hanya ada lampu-lampu dengan lilin didalamnya. Roselyn bergerak maju ke balkon kaca dan membukanya. Angin sepoi-sepoi dan bintang-bintang dilangit yang menurutnya sangat indah.
"Tempat yang sangat indah, lebih baik aku disini saja sementara sepertinya ini ruangan istirahat" gumamnya.
Roselyn duduk di kursi panjang yang empuk dilapisi kulit domba yang mewah.
"Sepertinya tidak apa-apa kalau aku rebahan sebentar"
Roselyn rebahan di kursi panjang itu sampai dirinya tertidur pulas.
Terdengar suara dari luar.
"Dhion, aku ingin istirahat. Katakan pada ratu, tadi aku tak sempat makan malam dan katakan pada raja negosiasiny berhasil. Provinsi Geth inginkan kerjasama dengan kita"
Aldrick berhenti sebelum masuk kamarnya
"Siapa yang membuka kamarku?"
Aldrick masuk kamarnya pelan-pelan siapa tau ada musuh yang mengincarnya, pintu balkonnya terbuka lebar. Aldrick mengambil pedangnya dan membukanya pelan-pelan.
Setelah dilihatnya seorang wanita, pedang tadi disarungkan kembali.
"Ini Putri Roselyn, apa yang dilakukannya di sini? Dia bisa kedinginan"
Aldrick menggendong Roselyn ke tempat tidurnya dan memberi selimut. Aldrick tersenyum melihatnya.
Karena Roselyn berada di tempat tidurnya. Aldrick menata kursinya untuk tempat tidurnya.
"Selamat tidur Roselyn"
__ADS_1