
Episode 4
"Rila, kau berjanji padaku untuk bercerita padaku tentang Pangeran Aldrick"
"Baiklah tuan putri, aku akan cerita tentang Pangeran Aldrick"
Roselyn tersenyum, dirinya penasaran dengan pangeran kerajaan ini.
"Kalau yang senyumnya mengerikan itu Duchess Nagie, lalu wanita saat kita pulang kemaren itu siapa?"
"Oh.. itu Duchess Almira selir kedua Pangeran Aldrick"
"Selir kedua? Baru pangeran sudah punya dua selir? Aku pikir hanya raja saja punya selir, ternyata Pangeran juga punya"
"Selir pangeran ada tiga, tuan putri" lanjut Rila lagi.
Roselyn sontak terkejut
"Ada tiga? Kau harus menceritakannya Rila" bujuk Roselyn
"Akan aku ceritakan Putri Roselyn, tapi ngomong-ngomong dimana kertas dan alat tulis anda?"
"Ahh sudahlah.. Aku hanya mendengarkanmu bercerita, tak mungkinku masukkan kisah ini kedalam naskah bukuku" ujar Roselyn meyakinkan Rila.
"Baiklah akan kuceritakan, selir pertama pangeran adalah Duchess Nagie. Duchess Nagie menjadi selir atas rekomendasi ayahnya Duke Victor. Raja tak bisa berkutik karena Duke Victor sudah memberi kontribusi besar bagi kerajaan, akhirnya Duchess Nagie dan Pangeran Aldrick menikah 6 tahun yang lalu. Yah seperti pernikahan politik"
"Lalu apakah pangeran menyukainya?"
"Itu dia tuan putri, menurut cerita dari para dayang di istana. Dayang Duchess Nagie mengeluhkan perkelahian antara pangeran dan duchess setiap kali pangeran pergi ke kediamannya"
"Bukannya mereka suami istri?harusnya selalu akur kan?"
"Mungkin karna Pangeran Aldrick tidak mencintai Duchess Nagie, kalau aku seperti pangeran mungkin itu tindakan tepat"
"Husss....kau Rila, bagaimana kalau dia dengar"
Rila bercerita lagi dengan suara pelan
"Tuan putri, kau tau lagi. Pangeran Aldrick dan Duchess Nagie sudah mempunyai anak"
"Teruuuussss"
__ADS_1
"Mengapa tuan putri tidak kaget?"
"Untuk apa aku kaget? Untuk usia pernikahan 6 tahun wajar mereka mempunyai anak"
"Menurut kabar dari para dayang, anak itu bukan anak pangeran!!" Tegas Rila kali ini dengan suara sedikit keras.
"Rilaaaaaaaa sssstttt.."
"Maafkan hamba, putri"
"Terus?"
"Pangeran tidak pernah percaya itu anaknya"
"Memang rumit sekali kalau seperti itu, hanya pangeran dan duchess Nagie yang tahu, lalu kalau wanita berambut hitam kemaren?"
" Itu selir pangeran yang kedua bernama Duchess Almira"
"Hmmm Duchess Almira?"
"Ya Duchess Almira adalah anak dari Jendral Gerald. Karena suatu perang dengan kerajaan Quena beliau wafat di garis terdepan. Untuk memberi penghormatan terakhir, Raja menikahkan Duchess Almira dengan Pangeran Aldrick"
"Apakah pangeran keberatan dengan pernikahannya?"
"Hmm...berarti pangeran sangat mencintai Duchess Almira?"
"Mungkin iya tapi mungkin juga tidak"
"Mengapa kau berkata seperti itu Rilla?"
"Karena aku tidak pernah melihat mereka bersama"
"Duchess Nagie dan pangeran juga jarang bersama kan?"
"Yah mungkin infomasi antar dayang yang kurang"
Roselyn tertawa mendengar kata-kata Rilla.
"Kalau selir ketiga pangeran namanya Putri Lesly"
"Wow seorang putri?"
__ADS_1
"Iya tuan putri, Putri Lesly adalah anak dari Raja Yarikho yang berasal dari kerajaan Ursa"
"Mengapa seorang putri suatu kerajaan bisa menjadi selir?"
" Kerajaan Ursa adalah kerajaan kecil tapi sangat kaya akan hasil alamnya, karena itu Kerajaan Ursa memiliki banyak musuh yang ingin menguasainya.
"Lalu?"
"Raja Martien membantu Raja Yarikho mempertahankan negaranya, banyak prajurit yang dibawa Raja Martien untuk membantu Ursa. Hingga akhirnya tak ada yang berani menyentuh Kerajaan Ursa lagi begitu"
"Lalu apa kaitannya dengan menjadi selir?"
"Untuk berterimakasih pada Raja Martien, Raja Yarikho memberikan putri kesayangannya pada Raja Martien. Sampai akhirnya Putri Lesly dan Pangeran Aldrick menikah"
"Luar biasa Putri Lesly, mau dijadikan selir untuk membantu ayahnya" Puji Roselyn
"Yah begitulah tuan putri"
"Lalu siapa yang akan jadi ratu nantinya?"
"Hmmmm entah tuan putri..."
Roselyn dan Rila menyudahi percakapan mereka karena waktu sudah hampir sore.
Tok...tok..tok..
"Siapa yang mengetok malam-malam begini?"
Rila bergegas pergi ke depan pintu untuk membukanya.
Lelaki dengan pakaian prajurit membuka gulungan surat dan dia membacanya keras-keras.
"Undangan untuk Putri Roselyn. Diharapkan besok kehadirannya pada acara makan malam bersama Raja dan Ratu Assiria pada pukul 7 malam"
Lelaki itu menutup gulungannya dan pamit pergi
"Undangan makan malam?" Gumam Roselyn
Prajurit itu membacakan undangan itu kepada 3 tetangga Roselyn yaitu Putri Lesly, Duchess Almira dan Duchess Nagie.
"Yah sepertinya aku harus tidur karna besok aku harus bersiap untuk makan malam Rila"
__ADS_1
"Baiklah tuan putri, selamat malam" sahut Rila.