The Future Queen

The Future Queen
Pesta Minum Teh


__ADS_3

Hari ini adalah hari panen raya. Hari dimana rakyat bersyukur atas panen berlimpah pada tahun ini. Acara panen raya biasanya adalah acara minum teh antar kerabat.


Di istana juga mengadakan acara minum teh. Biasanya ratu mengundang para bangsawan untuk minum teh bersama.


Hari ini Roselyn dan Rila bergegas menuju taman istana, karena disana akan diadakan acara minum teh.


Karena Rila bukan keluarga bangsawan, jadi dia menuju tempat para dayang berkumpul.


Karena acara panen raya identik dengan warna cerah. Hari ini Roselyn mengenakan gaun terusan bermotif bunga berwarna ungu muda.


"Nona, aku akan menuju sana ya" Rila menunjuk ke arah para dayang berkumpul.


Roselyn mengangguk.


'Aku benar-benar tidak tahu siapa-siapa disini' gumam Roselyn.


Roselyn berkeliling taman sambil meminum tehnya.


Tiba-tiba, seorang wanita paruh baya berumur sekitar 50tahun mendatangi dirinya.


"Aku baru pertama melihatmu...Siapakah kau?" Tanya wanita tersebut sambil menutup kipasnya.


"Salam.. Aku Roselyn"


"Roselyn? Hmm...Putri Roselyn.."


"Ah.. iya..." Roselyn menjawab singkat.


Mata wanita tersebut dingin, seperti ingin mengatakan kalau dia tidak menyukai Roselyn.


"Apa yang dilakukan seorang putri kerajaan berada di tempat ini? Apa kau tidak nyaman dengan negaramu? Wanita itu bertanya sinis.


"Aku seorang penulis... Aku berkunjung ke negara-negara untuk mempelajari kebudayaan dari negara itu " Roselyn menjelaskan panjang lebar kepada wanita tersebut.


"Owhhhh... Apa kau seorang mata-mata? " Wanita tersebut menunjuk wajah Roselyn dengan ujung kipasnya.


"Duchess Elizha, apa kau menikmati pestanya?"


Belum Roselyn menjawab pertanyaan wanita itu, ratu datang bersama tiga wanita bangsawan lainnya.


"Salam Ratu... Aku sangat menikmati pestanya" wanita tersebut tersenyum ketus menjawab ratu.


" Nikmatilah pestanya Duchess Elizha"


"Terimakasih undanganmu ratu.." wanita yang bernama Duchess Elizha pergi meninggalkan ratu dan Roselyn.


"Roselyn... Maafkan atas kelancangan Duchess Elizha"


"Tidak apa-apa ratu... Mungkin hanya salah paham saja"


"Nikmatilah pestanya.. semoga kau suka" ratu memegang pundak Roselyn dan pergi.


"Duchess Elizha sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana ya?" Roselyn melanjutkan minum tehnya.


"Putri Roselyn, kita bertemu lagi" seorang wanita berambut hitam yang dikenali Roselyn mendatanginya.


"Duchess Almira.. Salam.."


"Kau menikmati pestanya?"

__ADS_1


Almira mengajak Roselyn untuk duduk. Ada Lesly juga menemani mereka.


"Baru ini aku tau ada pesta panen raya"


"Yah...disini panen sangat berharga.. Kau tau, hanya ada banyak bebatuan di negara ini"


Mereka bertiga berbincang-bincang, ada sedikit tawa diantara mereka saat ada sesuatu yang menurut mereka lucu.


Di sisi taman lain, Nagie tidak menyukai keakraban mereka.


"Apa yang mereka lakukan, sepertinya mereka ingin menghancurkan aku" Nagie menggigit bibirnya menandakan dia sangat marah.


"Aku menemui wanita itu anakku" Duchess Elizha datang menemui Nagie.


"Apa yang ibu lakukan"


"Benar apa yang kau katakan nak, kali ini musuhmu sangat berat.. ratu sampai membelanya"


"Apa?!?" Nagie bertanya dengan nada tidak percaya.


Wajah Nagie dan ibunya sangat-sangat muram kali ini. Ada seberkas kebencian yang tersirat diantara mereka berdua.


Acara minum teh kali ini menarik sekali.


Roselyn sudah akrab dengan dua selir pangeran.


Artinya dirinya sudah mendapatkan teman di kerajaan ini.


Saatnya Roselyn bertemu Rila dayang dan juga sahabatnya.


"Rila, aku bertemu wanita yang tidak menyukaiku"


"Bukan... Ratu memanggilnya Duchess Elsa, Resa? Entah"


" Hah? Elsa? Resa? Tidak ada yang bernama itu di kerajaan"


"Aku lupa... Rambutnya hitam kecoklatan di sanggul lalu ada tahi lalat dibawah bibirnya"


Rila berhenti berjalan dan memandang Roselyn tajam


"Ada apa? Mengapa kau memandangku seperti itu?" Roselyn bingung dengan tingkah Rila.


Rila memandang kekiri dan kekanan lalu menarik tangan Roselyn.


"Ayo cepat kita pulang nona"


"Ada apa Rila?!"


" Nanti aku ceritakan saat dirumah"


Rila terdiam saat dijalan.


Tidak pernah Rila seserius itu. Biasanya dia selalu bercanda.


Setelah mereka sampai dirumah. Rila mengajak Roselyn duduk.


"Nona, yang kau temui itu adalah Duchess Elizha"


"Ah...iya itu..."

__ADS_1


"Apa yang dia katakan pada nona?"


Tatapan Rila tajam. Kali ini dia sangat serius sekali. Entah ada apa tentang Duchess Elizha.


"Dia mengatakan bahwa aku mata-mata"


Rila menghela nafas dan terdiam.


"Kau membuatku takut Rila"


"Duchess Elizha adalah ibu Nagie, dulu Duchess Elizha bisa seperti posisinya sekarang karena caranya yang licik"


"Maksudnya?!"


"Dia membuat beberapa orang menerima hukuman mati, ada juga yang telah diusir dan dicabut gelar bangsawannya" tiba-tiba Rila meneteskan airmata.


"Ada apa Rila?" Roselyn terkejut baru ini Rila menangis.


"Iya, dia membuat ayah ibuku diusir dari istana dan mencabut gelar bangsawannya"


Roselyn menggenggam tangan Rila.


"Bangsawan?"


"Dulu, ayah dan ibuku adalah bangsawan dengan gelar Count dan Countess.. Count Altri itu nama ayahku.."


"Lalu apa yang terjadi pada ayah ibumu?"


"Karena kepiawaian ayahku mengelola keuangan kerajaan, sehingga raja ingin menaikkan gelar orangtuaku menjadi duke dan duchess"


"Raja Martien?"


"Iya.. itu terdengar sampai ke telinga wanita itu.. suatu saat, ayahku di tangkap karena menggelapkan uang kerajaan.. rumah kami di geledah.."


Rila terdiam.. Roselyn menggambil kain untuk Rila.


Kemudian Rila melanjutkan ceritanya.


"Ditemukan 1 peti koin emas di bawah tanah dikamar ayah ibuku.. orang tuaku mengaku bukan milik mereka"


"Apa yang terjadi pada orangtuamu?" Tanya Roselyn


"Raja dan Ratu awalnya tidak percaya.. tapi karena wanita itu memprovokasi bangsawan lain dan juga raja dan ratu.. kami diusir dari istana"


Roselyn terdiam.. Ada rasa iba pada Rila.


Rila melanjutkan ceritanya


"Ayahku stress karena jatuh miskin... Hingga akhirnya meninggal.. dan ibuku...."


Rila terdiam... Roselyn tidak bertanya lagi.


"Ibuku menyusul ayahku tidak kuat menghadapi ejekan orang.. aku yang saat itu berumur 14 tahun di adopsi dayang ratu.. hingga aku menjadi dayang"


"Sudahlah Rila.... Kalau kau menangis.. orangtuamu akan sedih"


"Nona.... Aku tau ini menyangkut anda dan Aldrick.. Nyonya Nagie pasti mengadu kepada ibunya.. Berhati-hatilah nona... Mereka sangat licik.."


Roselyn memeluk Rila..

__ADS_1


"Terimakasih Rila... Kau jangan sedih... Aku akan ada untuk menemanimu"


__ADS_2