The Future Queen

The Future Queen
Gelisah


__ADS_3

Perjalanan ke Loque membutuhkan waktu selama dua hari memakai kereta kuda.


Roselyn, keempat pengawalnya dan juga pengendara kereta kuda berangkat menuju Loque.


Melewati beberapa desa dan beberapa kota selama hampir setengah perjalanan, mereka singgah di Kota Vislo. Kota di wilayah kerajaan Matrantu.


Kota Vislo terkenal dengan pengrajin kain. Vislo merupakan kota dimana bahan-bahan membuat pakaian terkenal didunia.


Hampir bangsawan-bangsawan kerajaan membeli kain dari Vislo.


"Aku akan membeli beberapa kain untuk oleh-oleh" Ujar Roselyn memegang beberapa kain.


Setelah beberapa waktu di Vislo, mereka melanjutkan perjalanan mereka.


Terkadang terdengar senda gurau antara mereka.


Roselyn tidak pernah memilih lawan bicara. Siapapun itu, karena didikan dari ayah dan ibunya agar selalu rendah hati.


--------------------------------------------------------------------------


Saat ini di Assiria, saat Roselyn pergi ke Loque. Nagie dan ibunya membuat rencana.


"Nagie anakku, dimanakah suamimu?" Duchess Elizha mengipas wajahnya karena wajahnya berkeringat.


"Aku tidak tahu ibu" Jawab Nagie judes.


"Ibu mengundang kalian kerumah untuk makan malam besok, ajak Willy cucuku dan Aldrick"


"Apa yang ada dipikiran ibu, bagaimana aku mengajak Aldrick sedangkan dia tidak peduli padaku"

__ADS_1


Wajah Nagie memerah, dia menahan marah dan tangisnya bersamaan. Setiap orang yang menyebut nama Aldrick, dirinya tidak bisa menahan emosi.


"Nagie... Nagie... Tidak tahukah kau ibumu ini seperti apa" Elizha mendekatinya.


"Apa rencana ibu?"


Elizha mendekatkan wajahnya ketelinga Nagie


"Percayakan pada ibu, kau hanya perlu berakting sedih dan jangan terlalu banyak bicara"


Nagie mengangguk.


"Besok jam 7 malam ibu tunggu dirumah" Ujar Elizha sebelum pergi.


--------------------------------------------------


Betul saja, Aldrick sedang duduk bersama Dhion. Baju mereka basah oleh keringat, rupanya mereka selesai berlatih pedang


"Anakku Aldrick" Sapa Elizha.


Aldrick terkejut mendengar suara itu, dia tidak menyangka Duchess Elizha mendatanginya.


"Nyonya Elizha, apa yang membuat anda kemari" Aldrick merasa canggung dengan kedatangan ibu mertuanya itu.


"Tidak usah formal seperti itu anakku, kau adalah menantuku" Elizha membuka kipasnya dan mengipasi wajahnya.


Aldrick hanya tersenyum tipis.


"Ibu ingin mengundang kau, Nagie dan cucuku Willy makan malam di kediaman keluarga kita besok pukul 7" Senyum licik sepintas terlihat dari Elizha.

__ADS_1


Aldrick mengangguk dan tersenyum menerima undangan Elizha.


Elizha pamit pergi meninggalkan Aldrick yang tiba-tiba melamun.


"Hei... Ada apa? Apa yang terjadi kepada Jagoan dari Assiria" Dhion mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah Aldrick.


"Aku paling tidak suka kabar yang berkaitan dengan Nagie" Wajah Aldrick berubah.


"Aldrick, hei... Aku boleh memberi saran padamu sebagai seorang teman?" ujar Dhion sambil meletakkan pedang pada sarungnya.


Aldrick hanya tersenyum.


"Tak ada salahnya kawan, Nagie juga adalah istrimu..Willy juga adalah anakmu"


Aldrick hanya diam mendengarkan sahabatnya menasehati.


"Kau punya tiga selir, hanya Nagie yang memberimu putra.. Kawan dengarkan aku.. Kau adalah calon pewaris tahta kerajaan Assiria.. dan kau harus punya keturunan agar bisa memperbesar kerajaan ini kawan"


Aldrick terdiam.. Dia berpikir apa yang dikatakan sahabatnya itu benar.


Terkadang dalam diri Aldrick berusaha untuk memberontak, tapi dia sadar bahwa dirinya adalah calon pewaris tahta kerajaan Assiria. Dia tidak boleh mengutamakan ego nya sendiri.


Ayahnya selalu berpesan padanya agar dia bisa mengutamakan kesejahteraan rakyatnya, perluasan negara.


Dia ingat cita-citanya dulu saat kecil, ingin menguasai seluruh muka bumi ini.


Dia ingat juga bahwa Assiria negara yang tidak terlalu besar. Walaupun lebih besar daripada Kerajaan Ursa, negaranya Lesly tapi lebih kecil dari Kerajaan Loque. Dirinya termotivasi untuk membuat kerajaannya menjadi kerajaan yang lebih besar lagi.


Tapi dirinya tahu, dibalik negara dan kerajaan yang besar. Terdapat selir yang selalu menemani. Semakin banyak selir maka semakin luas suatu kerajaan.

__ADS_1


__ADS_2