
"Dhion, lama aku tidak bertemu Putri Roselyn"
Sore itu Pangeran Aldrick dan pengawalnya bernama Dhion berkeliling di taman istana.
"Iya, biasanya dia menulis di taman" Sahut Dhion
"Apa mungkin dia sudah tidak punya ide lagi? Sepertinya aku harus menemuinya untuk membantunya menulis"
"Hmmmm.... Alasan kau saja Aldrick"
Aldrick dan Dhion pergi menuju Istana bagian timur tempat kediaman Roselyn.
Kediaman Roselyn
"Nona, aku ingin pergi ke tempat dayang senior. Karena ada yang pembicaraan antar dayang. Mungkin besok pagi aku akan kembali apakah tidak apa-apa?"
"Tidak apa Rila pergilah dan hati-hati"
Setelah Rila berpamitan, dirinya bertemu Aldrick didepan gerbang.
"Pangeran.... Ada yang bisa saya bantu?" Ujar Rila
"Ah....iya, ada Roselyn?" Jawab Aldrick canggung
"Ada tuan, silahkan masuk. Nona sedang bersantai didalam mari tuan"
"Nona, ada tamu"
"Rila mengapa kamu kembali lagi?"
Roselyn membalik badannya dan melihat Aldrick
"Ah... Iya..maaf aku kemari" jawab Aldrick canggung
"Ayo duduk lah"
Roselyn mempersilahkan Aldrick masuk.
"Aku buatkan teh mawar tuan dan nona" Rila bergegas ingin pergi kedapur tapi di cegah Roselyn
"Sudah Rila kau pergi saja tidak papa, nanti biar aku yang bikinkan"
"tapi...nona..baiklah aku pergi dulu ya" Pamit Rila
Didepan kediaman Roselyn
"Hei...kau mau kemana?"
"Astaga... Kau mengagetkanku Dhion!!"
__ADS_1
"Dhion-Dhion, panggil aku Tuan Dhion, kau tau siapa aku?aku pengawal khusus Pangeran" ujar Dhion sambil menepuk dadanya
"Ckckckck....kau tau siapa aku? Aku dayang khusus Putri kerajaan" jawab Rila sambil berlalu pergi
Rila pergi meninggalkan Dhion yang tertawa sambil mengejek Rila.
----------------------------------------------------------
Kediaman Roselyn
"Kau ingin minum apa tuan?"
"Tidak usah repot-repot"
"Ada gerangan apa tuan kemari?"
"Formal sekali pertanyaanmu putri, panggil saja Aldrick"
"Ah... Ya Aldrick maaf"
"Apa tulisanmu sudah selesai nona?"
Roselyn terdiam
"Halo nona cantik...." Ujar Aldrick sambil mengibaskan tangannya dimuka Roselyn
"Ah...maaf tuan eh Aldrick.. tulisanku belum selesai.. aku harus mengulangnya lagi" ujar Roselyn sambil menuangkan teh nya
"Tidak papa, kemaren gelas minumku tumpah dan mengenai tulisannya"
"Hm...itu sangat melelahkan untuk 2 minggu ini mengerjakannya...bagaimana kalau aku bantu?mungkin akan cepat selesai"
"Tidak usah pangeran, kau kan sibuk. Aku tidak mau membebanimu"
"Tak usah sungkan Roselyn, setiap hari aku akan kemari membantumu sampai naskahmu selesai"
"Setiap hari? Kau becanda pangeran? Kau tidak ada pekerjaan lain?"
'waduh ketahuan' gumam Aldrick
"Tidak...hmm...bgaimana kalau setiap sore atau pagi aku akan kemari membantumu" tawar Aldrick
"Yah terserah pangeran. Aku sangat terbantu, terimakasih"
"Baik lah besok aku akan kemari pagi, sebelum berlatih pedang"
Aldrick pamit pulang dan diantarkan Roselyn sampai depan gerbang.
Aldrick mengecup punggung tangan Roselyn dan mengucapkan selamat malam.
__ADS_1
Roselyn tersenyum manis berterimakasih karena bantuan Aldrick.
"Dia baik sekali" gumam Roselyn
Roselyn kembali ke dalam rumahnya dan Aldrick pulang ke Istana Barat.
Diperjalanan tak henti-hentinya Aldrick memuji kecantikan Roselyn. Dia bercerita kepada Dhion apa yang mereka lakukan di dalam rumah Roselyn dan memuji teh mawar buatan Roselyn. Tapi menurut Dhion, teh itu mungkin teh instan yang banyak dijual di pasar.
---------------------------------------------------------------------------
Kediaman Keluarga Raja
"Ibu, apa yang kau lakukan malam begini di luar?"
Saat menuju lantai dua istana barat kediaman keluarga Raja, Aldrick bertemu Ratu yang berdiri di balkon tengah ruang pertemuan.
"Aldrick...darimana baru pulang?"
"Aku baru pulang dari kediaman Roselyn" Jawab Aldrick
"Roselyn? Putri kerajaan itu ya? Ibu lupa nama kerajaannya"
"Iya Putri Kerajaan Loque"
"Ah iya itu..... Apa kabarnya? Ibu tidak pernah melihatnya lagi"
"Roselyn baik bu, ibu tidak tidur?"
"Syukurlah kalau dirinya baik- baik saja, kau harus menjaganya Aldrick"
"Menjaganya? untuk apa ibu?" tanya Aldrick
"Dia adalah tamu istimewa kerajaan jangan sampai dirinya tidak betah di istana"
"Baik bu, aku pasti akan menjaganya"
"Putri itu cantik, mungkin pantas apabila jadi ratu dikemudian hari" Ujar Ratu tersenyum sambil menepuk pundak Aldrick
"Ibu ada-ada saja"
"Ya sudah, ibu mau istirahat. Kau harus tidur anakku"
Ratu menghadiahkan kecupan manis di kening pangeran dan kemudian masuk ke kamarnya.
"Manis sekali Yang Mulia menghadiahkan ciuman selamat malam untuk pangeran kecilnya"
Dhion ternyata mengintip dari balik pintu.
"Kau Dhion, semakin lama malah kau yang seperti pangeran.. Besok kita berlatih pedang"
__ADS_1
"Yah.....aku ingin bersantai, sangat melelahkan hari ini, tolong istirahat Aldrick" Pinta Dhion.
Aldrick hanya pergi mengabaikan sahabatnya yang menarik-narik jubahnya meminta besok istirahat.