The Future Queen

The Future Queen
Kerajaan Loque Part 2


__ADS_3

Kerajaan Loque saat itu..


Ketika Roselyn dan Rosary membicarakan tentang pertemuan.


"Ada apa? Apa ada yang terjadi pada Loque saat aku tak ada disini?" Tanya Roselyn penasaran.


"Barbara menghasut para menteri kerajaan dan penasehat kerajaan"


"Menghasut bagaimana?"


"Menyingkirkan kau sebagai pewaris Kerajaan Loque" Mimik wajah Rosary serius.


"Berebut tahta kerajaan lagi... Huh" Roselyn menyisir rambutnya yang pirang.


"Ada apa.. Ada apa? Memperebutkan kau?" Rosary mendekati Roselyn dan menggoda kakaknya itu.


"Tidakkkk..... Kau belum selesai bercerita, jangan keluar dari topik Rosa" Roselyn mencubit adiknya.


Rosary tertawa, dia tahu kalau kakaknya tidak menyukai membicarakan masalah pria.


"Karena kau hampir 8 bulan tidak kembali, wanita ular itu menghasut para menteri dan penasehat kerajaan untuk menghapus kau dari daftar penerima tahta Loque" Ujar Rosary serius. Raut matanya tajam.


"Huh...." Sesaat Roselyn menghela nafas.


"Apa tanggapan ibu?" Roselyn melanjutkan pertanyaannya.


"Kau kan tahu ibu..." Wajah Rosary muram.

__ADS_1


Ya, Roselyn tahu ibunya Ratu Kerajaan Loque tidak seperti Ratu Kerajaan Assiria yang tegas.


Berbanding terbalik sifat antara keduanya.


Ratu Mary sangat lembut, dia selalu berpikiran logis bercampur dengan perasaannya. Itu yang membuat para selir berusaha untuk menjatuhkan Ratu Mary. Berbeda dengan Ratu Karina, dia yang mengatur kerajaannya. Para selir Kerajaan Assiria tidak berkutik dihadapan Ratu Karina. Sedikit kesalahanpun diketahuinya, memiliki banyak mata-mata. Benar-benar Ratu yang menyeramkan.


"Siapa yang diajukan oleh Barbara menjadi pemimpin?" Lanjut Roselyn.


"Siapa lagi kalau bukan Emilio anaknya" Raut wajah Rosary seperti tidak suka dengan nama itu.


Emilio Albertus adalah anak dari selir utama Countess Barbara dengan Raja George.


Emilio yang lebih muda dua tahun dari Roselyn ini desas desus dikalangan Istana akan menjadi Raja.


"Aku pusing memikirkan tentang perebutan harta, kenapa tidak kau saja" Roselyn merebahkan dirinya di tempat tidur Rosary.


Roselyn menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah biarkan saja Emilio menjadi Raja" Ucap Roselyn acuh.


"Hei......" Rosary mencubit pipi kakaknya itu.


"Ih....sakit.. Mengapa kau mencubitku"


"Mana semangatmu dulu yang berkoar-koar ingin menjadi Ratu.. Kau dulu bilang akan meneruskan perjuangan ayah dan memperbesar kerajaan sampai keujung dunia"


"Iya aku tau... Memang keinginanku seperti itu, aku menulis sejarah juga untuk mempelajari kerajaan-kerajaan lain" Roselyn bangun dan duduk kembali.

__ADS_1


"Terus, kau akan menyerah begitu saja?" Tanya Rosary.


Roselyn menggelengkan kepala.


"Kau akan menyakiti ayah dan ibu kalau kau tidak menerima tahta Ratu nantinya" Ujar Rosary menatap wajah Rosalyn.


"Kalau kau melepaskan tahta kerajaan, ayah dan ibu akan diusir oleh wanita ular itu.Kita semua akan menjadi rakyat jelata... tidakkkk" Rosary memegang pipinya dengan kedua tangannya.


"Terlalu banyak bermimpi, jelas tidak akan kuserahkan tahta Kerajaan Loque"


Rosary tersenyum mendengar jawaban kakaknya itu...


"Jadi apa yang harus aku lakukan?" Tanya Roselyn.


"Berbicara dengan paman"


Roselyn mengangguk paham. Dia harus meluruskan masalah ini.


Keesokan paginya setelah sarapan bersama anggota kerajaan. Roselyn menuju lapangan tempat para prajurit latihan, dilihatnya Emilio sedang berlatih pedang.


Seketika mata mereka beradu. Emilio melemparkan senyumnya kepada kakaknya itu.


Sebenarnya tidak ada masalah dengan Roselyn dan Emilio, sejak kecil Roselyn, Rosary dan Emilio sudah berteman. Ratu Mary tidak pernah melarang Putri Roselyn dan Putri Rosary bermain dengan anak-anak selir Raja George.


Roselyn melanjutkan perjalanannya menuju kediaman Duke Aristo. Salah satu penasehat kerajaan yang merupakan sahabat Raja George. Duke Aristo sangat menyayangi Roselyn dan Rosary seperti anaknya sendiri. Duke Aristo tinggal seorang diri bersama asisten rumah tangganya Sally. Diusianya yang semakin tua, dirinya masih sorang diri.


Dia beranggapan kalau menikah itu memusingkan.

__ADS_1


Setelah beberapa blok dari istana timur, sampailah Roselyn didepan kediaman Duke Aristo.


__ADS_2