The Future Queen

The Future Queen
Hari Yang Menyedihkan Untuk Roselyn


__ADS_3

Nagie dan dayangnya sedang berkeliling istana. Sambil berjalan mereka berbincang-bincang.


"Ranti, kau tau darimana asal putri bernama Roselyn itu?"


"Oh itu nyonya, Putri Roselyn. Kata Rila, tuannya berasal dari Kerajaan Loque"


"Kerajaan Loque? Dimana itu?"


"Katanya di Negara bagian Timur. menurut Rila dayang Putri Roselyn, Assiria hanya sepertiga dari Loque"


"Apa? Sepertiga? Besar sekali!!"


"Dan juga katanya nyonya, Putri Roselyn adalah anak pertama"


"Yang berarti bisa menjadi seorang Ratu"


Nagie cemas dan juga sedikit senang, karena tidak mungkin seorang putri kerajaan yang besar ingin menjadi ratu di kerajaan seperti Assiria.


'Aku harus mencari cara untuk menyingkirkan wanita itu' gumam Nagie.


"Itu Putri Roselyn, nyonya" tunjuk Ranti


Dengan segera Nagie mengambil gelas air minum seorang pekerja di taman istana.


Di taman kerajaan, Roselyn menulis kembali naskah bukunya. Tak terasa waktu semakin terik. Dirinya menyudahi kegiatan menulisnya dan membereskan alat tulisnya.


Terlihat dari jauh Nagie dengan cepat berjalan menuju taman istana.


Prangggg.....

__ADS_1


Sebuah gelas jatuh dari tangan Nagie membasahi kertas-kertas naskah Roselyn dan juga Roselyn.


"Ah..maaf-maaf"


Nagie menghapus noda air di kertas naskah Roselyn. Tapi, bukannya bersih malahan terlihat menghitam karena tinta yang luntur terkena air.


"Sudah tidak apa-apa" Sahut Roselyn sambil membereskan naskahnya yang basah terkena air yang tersiram Nagie.


"Maafkan aku tuan putri, aku tidak sengaja. Kau tidak papa?" ujar Nagie sambil membersihkan air di pakaian Roselyn.


Tinta yang ada ditangan Nagie berpindah ke pakaian Roselyn. Sekarang pakaian Roselyn kotor terkena tinta hitam dari tulisan naskahnya yang luntur.


"Sudah, aku bisa membereskannya sendiri. Terimakasih Duchess" Jawab Roselyn


"Aku antarkan kau pulang?"


"Tidak usah Duchess, aku bisa pulang sendiri"


Dari kejauhan, Nagie tersenyum puas.


" Aku pastikan dia akan segera kembali ke negaranya" gumam Nagie


Tok....tok...tok..


"Iya......Nona kah itu?"


Tanpa jawaban, Rila membukakan pintu gerbang kediaman Roselyn.


"Astaga tuan putri, apa yang terjadi padamu?ayo masuk"

__ADS_1


Rila membantu Roselyn membawakan barang-barang yang basah terkena air.


Roselyn hanya terdiam dan merengut.


"Ada apa nona, ceritakan padaku kenapa pakaian dan naskah nona hitam kena noda. Hujan pun tak nampak"


"Aku tersiram oleh Nagie" Jawab Roselyn


"Apaaa?!?! Mengapaaa? Ya sudah, nona mandi dulu bersihkan badan..."


Roselyn melangkah dengan lemas, dia tidak percaya dengan yang terjadi padanya hari ini. Dirinya hanya terdiam sepanjang hari. Rila pun tidak berani bertanya lebih pada Roselyn.


Rila berusaha membersihkan noda di naskah Roselyn dan mencoba menjemurnya siapa tau kertas itu bisa kering.


"Sudahlah Rila tak ada gunanya, aku akan mengulangnya kembali"


Naskah bukunya yang hampir enam lembar basah dan tak menyisakan tulisan sedikitpun didalamnya karena tinta yang luntur terkena air.


"Apa yang terjadi nona, ceritakan padaku"


Roselyn mencoba bercerita, matanya berkaca-kaca.


"Aku juga tidak tau, setelah membereskan naskahku dan bergegas pulang. Nagie menyiramkan air digelasnya dan gelasnya juga pecah"


"Memang jahat wanita itu, sudahlah nona tak usah kau pedulikan dia. Dahulu juga, Putri Lesly juga tak tahan dengannya. Untung nyonya Almira menolong putri Lesly" Rila berusaha menenangkan Roselyn


"Sudah Rila, akan ada balasannya orang seperti itu"


Hari ini merupakan hari yang menyedihkan untuk Roselyn, karena naskah nya mengenai Assiria rusak karena basah. Dirinya hanya menghembuskan nafas panjang melihat kertas naskahnya.

__ADS_1


"Aku harus mengulang dari awal lagi. Itu sangat melelahkan "


__ADS_2